update 27/1/2018

Salah satu perdebatan abadi di dunia saham adalah perkara mana yang lebih baik dan benar antara penggunaan teknikal analisis atau fundamental analisis sebagai dasar pedoman pembelian sebuah saham.

Pandangan saya perdebatan dgn isu diatas akan terus menerus ada karena semata-mata birahi acknowledgement, puncak dari segitiga maslow, kebutuhan akan aktualisasi diri, biasanya yang berdebat adalah orang-orang yang terpenuhi kebutuhan untuk segitu-segitiga dibawahnya, apapun alasan mu,, mau mencegah newbie trader ketipu kek, mau meluruskan kek.. jika sampai berdebat apalagi menjatuhkan lawan bicara maka semua hanya birahi

eh, fyi, saya percaya kedua metode diatas adalah benar, jika anda ingin tau mana yang menguntungkan, saya percaya keduanya bisa menguntungkan. walaupun saya pengguna teknikal analisis, saya punya tulisan khusus yang menyatakan saya percaya metode fundamental analisis (dibaca juga ya), wong salah satu buku pertama yang saya baca terkait saham adalah snowball-nya bang war sama intellegent investor-nya bang ben.

dibawah ada tulisan lama yang mengkin bisa menggambarkan dua metode pendekatan diatas punya karateristik yang berbeda, semua bisa benar dan betul dari perspektif nya masing masing, dan sebaiknya istiqomah dgn pendekatan yang dilakukan. silahkan dibaca

—-

220 volt dan 110 volt adalah sistem yang berbeda…

radio 220 volt yang di klaim kenceng cuma akan bisik bisik kalo dicolokin listrik 110 volt.

kulkas super dingin 110 volt bakal meleduk jika dipaksain dicolok listrik 220 volt.

sekali lagi ya.. 220 volt dan 110 volt itu sistem yang berbeda. sepakat?

artinya, apa yang benar, betul atau tepat di 220 volt, belum tentu benar , betul atau tepat di 110 volt. karena dua sistem ini berbeda. 

hubungannya ama saham apa?

jadi begini, di forum trader, kalau lagi trend bearish kuat, anda bakal temuin banyak (banget) komen yang investor-ish gitu deh.

“ayo diskon terus, makin di diskon makin gue kumpulin”

“mumpung diskon gini, ayo borong”

“value / margin of safety sudah x%, sudah saatnya nyicil”

dan seterusnya

mari kita anggap konsep investor-ish diatas adalah colokan listrik dengan tegangan 220 volt.

nah karena konsep investor-ish adalah colokan dengan tegangan 220 volt maka trader adalah hal yang sebaliknya, kita, kamu, saya, adalah colokan listrik dengan tegangan 110 volt.

kembali ke pesan utama tulisan ini, bahwa konsep / hukum yang berlaku atau benar di colokan 220 volt belum tentu berjalan mulus di colokan listrik 110 volt.

sebagai contoh, seperti konsep membeli berdasarkan value terdiskon yang bisa sangat tepat untuk investor (220 volt). belum tentu cocok untuk trader yang berkutat di aliran 110 volt. kenapa?  imho, karena buat trader. value itu nomor kesekiaaaan, bahkan bisa saja tidak diperhitungkan. buat trader yang paling penting adalah arah trend dari harga… 

maka jika kalian buka forum, di artikel atau tulisan tulisan lain, dan nemu tulisan yang investor-ish, jangan tergoda, karena aliran listrik lu berbeda. hehe.

investor hanya mau beli dengan dengan keyakinan “sudah untung saat membeli“. mindset ini investor banget. harus di tanamkan betul. sama kayak semboyan cantik  “Be Greedy when others Fear, Be Fearfull when other Greedy”.

Apakah hal semboyan diatas cocok untuk trader? jika anda trader dan anda mengamini semboyan tsb, maka anda memiliki kecenderungan menangkap pisau jatuh… engga salah, tapi berbahaya bro… imho, trader itu sebaiknya flow with the market. ga perlu berlagak contrarian.

udah mulai mahfum kan? sekali lagi, konsep / hukum yang berlaku atau benar di colokan 220 volt belum tentu berjalan mulus di colokan listrik 110 volt.

tulisan ini sebenarnya tulisan lama, cuma saya edit ulang, biar pesannya lebih masuk lagi.

tujuannya, jika bulan bulan kedepan nanti arah angin mau berubah, bau bau angin selatan sudah tercium, jangan sampai lu yang aliran listrik 110 volt tiba tiba konslet jadi 22o volt karena nyangkut.

eh, by the way, apakah ini soal investor vs trader? engga bray, tulisan ini juga bisa untuk antar teknikal trader, karena bahkan antara teknikal trader aja alirannya beda beda, ada yang day trade, swing trade atau aliran lain. setiap aliran ini punya tegangan volt yang berbeda.

sekali lagi bahwa konsep / hukum yang berlaku atau benar di tegangan tertentu belum tentu berjalan mulus di tegangan lain.

semoga bermanfaat.