Author: paktua (page 1 of 44)

Sisyphus

Rat race

Morgan freeman duduk di samping jendela dengan latar belakang perkantoran, wajahnya sedikit masam menatap hape yang dipegangnya. memberi gambaran doi sedang text-ing dengan temannya. bagaimana saya tau doi lagi sms-an? karena di pojok kiri atas meme tersebut ada penggalan sms antara morgan dan temannya.

fren: what do you do?

mf: working bro..

fren: what do you do after working?

mf: resting, preparing to work tomorrow.

Continue reading

Trend IHSG jaman Now!

Pasca gone from 0 to 17 stocks in one weeks, turn over portfolio saya cepet aja. 17 saham yang minggu ke dua mei itu udah pada kelaut alias di jual. sempat ada yang di buyback tapi akhirnya sekarang sudah berputar, rata-rata saya megang stock paling 1-2 hari. kecuali inkp dan kren. dua ini rasanya kita bisa sepakat sedang uptrend.

volatilitas yang berlebihan membuat saya menggunakan chart 6h untuk analisa, mas bern malah pakai chart hourly. di saat market (yang dianalisa akan) turun begini, maka pilihan bijak adalah menepi jika memang mood market tidak kompatible dengan sistem yang kita anut. pertanyaannya apa benar index kita sedang downtrend? dari 100 saham yang menjadi shortlist chartwalking saya setiap malam, harus di akui mayoritas medium termnya downtrend.

biar afdol, maka mari kita analisa satu persatu index sektoral, agar kita bisa memilah saham yang layak di hold (di-trend following-kan, ) karena sektoralnya masi uptrend. atau bahkan mencari saham yang sektornya downtrend tapi dia malah sideways, karena saham dengan konstruksi seperti itu punya tendensi uptrend kuat saat sektornya berhenti koreksi.

mari kita mulai..

Continue reading

Experience does not equal skill.

accumulated advantage

Mengutip paper ‘Hyperdominance in the Amazonian Tree Flora’, menyimpulkan bahwa “… Amazonia harbors 3.9 × 10ˆ11 trees and ~16,000 tree species. We found 227 “hyperdominant” species (1.4% of the total) to be so common that together they account for half of all trees in Amazonia, whereas the rarest 11,000 species account for just 0.12% of trees. “.

Jadi meskipun tingkat keragaman yang luar biasa di hutan amazon (~16,000 tree species), para peneliti menemukan bahwa ada sekitar 227 spesies pohon “hyperdominant” yang membentuk hampir setengah dari hutan amazon. yaitu hanya 1,4 persen dari total spesies spesies pohon mewakili kurang lebih 50 persen pohon di Amazon (3.9 × 10ˆ11 pohon).

bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Bayangkan dua tanaman tumbuh berdampingan. dimana setiap hari  akan bersaing untuk mendapatkan sinar matahari dan area tanah. Jika satu tanaman bisa tumbuh sedikit lebih cepat daripada yang lain, maka ia bisa meregang lebih tinggi, menangkap lebih banyak sinar matahari, dan menyerap lebih banyak hujan. Keesokan harinya, karena doi sudah lebih besar akibat tumbuh sedikit lebih cepat. maka memungkinkan tanaman untuk tumbuh ‘lebih’ dari pesaingnya. Pola ini berlanjut sampai tanaman yang lebih kuat memonopoli jatah sinar matahari, tanah, dan nutrisi.

dengan posisi yang lebih menguntungkan, pohon yang terlanjur mendominasi memiliki peluang dan kemampuan yang lebih baik untuk menyebarkan benih dan bereproduksi, dengan kata lain memiliki peluang lebih besar untuk tersebar lebih banyak pada generasi berikutnya. Proses ini berulang lagi dan lagi sampai mendominasi seluruh hutan.

apa yang terjadi dalam uraian diatas dikenal sebagai Matthew effect of accumulated advantage. intinya edge kecil yang lambat lambat laun menjadi edge yang besar..

Continue reading

how to BFTD

tulisan saya perkara overtrading kemarin ternyata lumayan ‘rame’, hal itu membuat saya sadar saya pernah nulis bagaimana cara memprioritaskan potensi trading, agar tidak overtrading. ada 7 opsi yang bisa dijadikan pedoman dalam menentukan skala prioritas daftar watchlist. silahkan dibaca

jika ada panduan bagaimana cara menentukan skala prioritas potensi trade, bagaimana dengan pedoman buy on weakness atau cara membeli saat terjadi pelemahan harga di saham-saham incaran kita? this is another on million dollar question.

untungnya sama seperti dalam artikel bagaimana cara memprioritaskan potensi trading, agar tidak overtrading dimana saya mengutip reply twitter dari pertanyaan yang diajukan oleh peter robbins.. kali ini doi kembali mengemukakan pertanyaan ciamik terkait isu yang menjadi topik di artikel ini, bagaimana cara buy on weakness. 

Peter bertanya di linimasanya ‘bagaimana membedakan koreksi yang layak beli dan koreksi yang harus dihindari?’

untuk tweet pertanyaan diatas sedikitnya ada 79 reply yang masuk, dibawah ini merupakan beberapa jawaban / reply yang menurut saya bisa kita jadikan pedoman bagaimana memilih atau melakukan buy on weakness yang lebih baik.

Continue reading

o·ver·trade

Jika anda perhatikan minggu lalu candle weekly IHSG naik sekitar 2.8% dan minggu ini di tutup -2.9%. maka rasanya kita bisa sepakat 2 minggu ini market sedang sideways. jadi jangan heboh soal ekonomi atau rupiah yang terus-terusan melemah dulu, apalagi sampai komen musti ganti presiden.. lebay.

sejak minggu lalu, underlying mood di market menurut saya memang agak berubah. terutama tanggal 9 dan 10 mei, dimana dua hari tersebut terjadi akumulasi hingga 1.5x rata-rata 20hari. di tanggal 10 market bahkan sempat menembus resisten 6015 yang menurut saya jika harga di tutup di atas nilai tersebut, kita boleh curiga market mau berhenti koreksi. eh ternyata gagal.

market saat ini ada range projection 127 dari dua titik tarikan fibo yang berbeda, yaitu 6006 dan 5755.

jadi sebelum ribut-ribut soal ekonomi, rupiah apalagi politik. selama harga masih berkutat di area diatas, maka faktanya harga masih sideways. akan kemanakah harga ihsg? ga ada yang tau. jangan percaya dukun-dukun di grup. apalagi modal katanya atau feeling, satu catatan penting jika anda membaca analisa makro ekonomi, khususnya yang menghubungkan satu aset dengan yang lain, selalu ingat bahwa Correlation does not imply causation. go google it.

Continue reading

Older posts

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑