Author: paktua (page 1 of 47)

Why is it so hard to be inactive?

masi ingat tulisan tentang hand reading di sini? hand reading adalah teknik mengerucutkan kemungkinan hand (kartu) yang di miliki oleh lawan bermain poker, di tulisan tersebut saya menjelaskan bagaimana melakukan pengerucutan analisa arah market, walaupun arah market cuma 3, naik, turun atau tetap.  pekerjaan ga berguna menebak arah market bisa dilakukan dengan metode serupa. tertarik? silahkan dibaca.

ditulisan tersebut disebutkan bahwa saya sedang belajar poker, tujuannya belajar tentu selain ingin mempraktekkan isi buku thinking in bets nya annie duke, sekaligus mengukur kemampuan dalam pengambilan keputusan, seberapa baik kemampuan saya membedakan luck atau skill dst. diluar dugaan ada pelajarin menarik yang saya dapat. apa itu? sulit sekali untuk tidak aktif.

sebenarnya saya udah tau hal ini, karena penyakit tidak bisa ga punya posisi ini juga salah satu penyakit akut dalam trading. dan persis seperti trading sulit sekali untuk cukup mindfull memilih tidak ikut serta jika kartu yang anda pegang so-so, bawaannya pengen ikut aja. jika hal tersebut sering kali anda lakukan, ikut main dengan modal kartu marginal, lawan gampang sekali memposisikan kita dalam keputusan sulit. yang seharusnya ga perlu kita jumpai apabila kita fold sejak awal, dampaknya saat anda mengambil keputusan sulit dan loss, ini akan mempengaruhi ke psikologi, emosi jadi tidak stabil, malah main all-in all-in kek orang baru bisa maen poker… imho, bermain dengan kartu marginal bahkan jika anda menang pun, menurut saya hal tersebut secara long term akan buruk untuk performa

walaupun sudah tau, dan saya pikir sudah cukup mindfull, boleh dong ngeklaim kalo saya sudah cukup bisa membedakan kapan harus entry atau tidak, eh ternyata.. edo do e… sulit banget memilih untuk tidak aktif, sulit banget, jadi rasanya itu kayak kita tau teorinya, tapi kalo emosi sudah tilt-ing, ga stabil, sadar-sadar pas udah terpojok ama re-raise lawan, makin buta nalar malah kita all-in, dan cukup sekali sial untuk ilang duit di poker. dan ini sering banget terjadi.

makanya saat poker kalo maen cash game saya lumayan jago, karena saat buy in di table $0,2/0,5 saya cuma bawa $2. jadi kalo ga waras kita cuma ilang 2 dollar, dan rule jika udah ke wipe out maka harus berhenti di hari tsb untuk me-review. itu kalo cash game, tapi kalo turnament, rasanya lemah bet, paling bagus masuk < 100 besar, itu udah lumayan. masuk < 80 besar rasanya ga pernah. padahal udah berkali-kali mencoba mindfull, kadang memang di poker duit keburu abis walaupun ngefold terus. abis karena ke bully ama yang chip nya banyak. bedanya poker cash game dengan trading adalah saat buy in modal kita sudah tentukan, udah ke cap alias dibatasin… kalo saham.. capital kita kan full terus, giliran lagi ga waras pengen average, ga ada yang menghalangi kecuali kesadaran kita udah balik.

maka itu, setelah saya renungi, disaat emosi kita terganggu, kalo bahasa tradingnya itu psikologi lu belum beres.. we tend to lean to luck (or gut) a lot..a loottt…  yang pada akhirnya memojokkan kita untuk mengambil posisi sulit contoh. udah tau saham sideways, belum breakout udah beli, akhirnya ke kocok ke atas dan kebawah, udah gitu size kebesaran, begitu liat layar nilai rupiah minus keliatannya gede, gelap mata malah cutloss, padahal masi disitu-situ aja., salahnya bukan di cutloss-nya, tapi di beli-nya.

oke, apa solusi untuk masalah ini? dengan asumsi kita masi suka beli diluar plan, (karena jika kita selalu beli sesuai rule sistem-mu. tentu ga ada itu yang namanya masalah sulit untuk tidak aktif) berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan.

cap your size. seperti sistem buy in dalam trading, semua first entry bisa kita capping. sebagai modal untuk test the water. ga boleh beli di atas nilai tersebut untuk first entry, jika semua berjalan sesuai rencana baru boleh nambah besok, atau sesuai plan. katakanlah normal 1R kita adalah xrupiah. kita bagi jadi 3 aja nilainya sebagai first size.

membatasi size ini tentu pada akhirnya membatasi resiko, jadi kalo impulsive, dan sadar kita impulsive, min resikonya terbatas 1/3R atau kalo masi kegedean di kecilin lagi, bikin jadi 1/5R. itung-itung sambil belajar mengendalikan impulsive entry.

add new process. tambahkan proses baru dalam trading sistem sebagai mind-breaker. misalnya setiap keputusan beli, sebelum pencet tombol beli, saya harus berdiri dari tempat duduk, minum dulu, lalu tulis nama saham yang mau dibeli beserta analisa apakah saham tersebut lolos kriteria sistem atau tidak.

tujuan dari menambahkan proses ini agar otak kita tidak auto pilot, di otak si rasanya kita udah analisa, padahal mah itu engga, itu rasanya sudah di analisa, padahal itu auto pilot, kita cuma terjebak sama cepatnya kerja sistem 1 otak. baca selengkapnya tentang sistem 1 otak. disini 

post your buy publicly, transparansi plus gengsi akan memaksa kamu mengurangi impulsive buy. yakin deh.. cobain aja.. memang agak ekstrim karena nanti pengaruhnya ke emosi dan ego.. tapi saya rasa ini salah satu cara ‘cepat’ dan tepat untuk mengendalikan matinya nalar saat mengambil keputusan beli/jual.

nilai tambah dengan mempublikasikan saham yang kita beli kalo perlu sama rule buy-nya, akan memancing diskusi dengan trader lain, yang bisa walaupun terlambat untuk memperbaiki keputusan beli saat tersebut (jika diasumsikan kurang tepat), setidaknya akan memperbaiki metode di kemudian hari… 

anyway, bisa post entry/exit trade-mu di http://blisaham.com, dijamin akan saya komentari, biar diskusi kita. yuk lah..

rasanya 3 diatas cukup, ada ide lain yang kira-kira bisa membantu masalah ‘tangan gatal’ untuk trading terus menerus? silahkan berbagi dengan meninggalkan ide kamu di kolom komentar, terima kasih

Reminder

AMRIKI

tulisan ini ditujukan sebagai reminder untuk saya agar tidak lupa kondisi overall market amriki, maklum mau ga mau harus di akui sentimen dari market amriki punya andil terhadap pergerakan market indonesia. beberapa hal yang patut menjadi perhatian, mari kita bahas satu-satu

US GDP Growth Rate

US GDP Growth Rate Forcast

GDP rate US sejak 2016 menunjukan trend naik, belum lama pengumuman ada di 3.5, luar biasa pdhl 2 tahun lalu mau lewatin 2 aja susah bener. apa yang bisa kita analisa dari potensi pertumbuhan ekonomi amriki yang semakin baik? apa coba.. oiya, selain itu coba perhatikan chart inflasi amrik. karena chart inflasi akan menentukan milestone the FED. 

DJI chart

sedikit berbanding terbalik dari trend GDP diatas, 1-2 minggu terakhir market amrik ngasi kode mau koreksi serius. dimulai dari negatif divergence saat mendekati area 27000, lalu koreksi tanpa ampun hingga jumat lalu, saat ini harga ada di support. penembusan support garis merah di gambar akan menjadi konfirmasi break down trend medium term sedangkan breakdown garis trend warna biru akan mengkonfirmasi double top market amrik. dan entah kenapa saya cukup yakin hal tersebut akan terjadi.. kok berbeda dengan indikator ekonomi yang menunjukan perbaikan? ya kan market jauh di depan indikator ekonomi.

INDONESIA

USDIDR

USDIDR sendiri masih uptrend kuat bet, jika ini adalah pola rounding, maka targetnya masih jauh keatas, yang digambar si jika 15300 ditembus alamat sampai 15930. goodnewsnya ada divergence, lihat puncak RSI di all time high sebelumnya masih lebih tinggi dari RSI saat ini padahal sudah secara price sudah lebih tinggi dari dari all time high di 14788. if ada lower low di candle weekly ini, boleh berharap IDR akan menguat signifikan.

Jakarta Komposite Index

analisa saya tentang indek komposite indonesia masih sama, harga masih berada di area konsolidasi, menunjukan indecisive market. jika digabungkan dengan analisa market amriki diatas, katakanlah marketnya koreksi signifikan, lantas INDR menguat, tentu akan membawa angin segar untuk market indonesia.. untuk memberi konfirmasi, ada beberapa indikator ekonomi yang musti membaik di indonesia, apa itu? CAD? GDP?

IDN GDP Growth rate
IDN Balance of trade

ke duanya menunjukan trend membaik, jika sampai GDP Q3 kita menyentuh angka 5. maka ga pake lama target 6400 pada chart diatas akan kesamber. tapi karena kita tau bahwa market wayyy faster than economic indicator, maka pergerakan indecisive market sampai saat ini menunjukan keragu-raguan market akan capaian 2 indikator diatas. walaupun memang hingga saat ini market masi di dominasi akumulasi, boleh jadi ini adalah masa akumulasi bandar sebelum momentum GDP / CAD membaik. boleh jadi,, boleh juga tidak.. 😀

intinya si, saya cukup kawatir dengan setup market amriki, kita yang double top sejak feb 2018 aja idup jadi susah, cuan sedikit langsung diminta balik ama market. jika indikator ekonomi kita membaik sehingga market kita bisa cukup ‘cuek’ terhadap pergerakan market amrik, maka akan menjadi berita baik, namun jika hal tersebut tidak terjadi, bisa ikut makin turun.. 

saya rasa cukup, artikel ini saya tulis sebagai reminder saya agar tidak gegabah. sekedar mengkristalkan apa yang ada di dalam pikiran agar tidak salah langkah, karena dalam trading rasanya lebih baik menunggu konfirmasi dari pada terburu-buru.

semoga bermanfaat.

Hand Reading

dalam permainan poker, dikenal istilah position, position mengacu kepada posisi duduk seorang pemain, ada under the gun, cut off, button dst untuk meja dengan 9 pemain, kira-kira gambar dibawah ini adalah nama-nama posisi tersebut: 

dalam poker, posisi duduk punya andil besar dalam menentukan hand range yang akan anda mainkan, misalnya anda ada di posisi UTG +1, MP dan MP+1, sangat jarang anda terlibat bermain jika cuma pegang off suited card, pair-pair rendah, kartu dengan jarak 2 angka atau lebih, bahkan jika punya 10-J off, atau Q-J off suit juga agak deg degan, karena di kiri anda masih banyak pemain yang berpotensi punya kartu lebih baik yang ga segan me-raise dan membuat posisi anda semakin sulit.

jadi hand range, secara harfiah adalah kelompok kartu yang paling mungkin di -main- kan untuk membuka posisi, secara teori, mulai dari UTG sampai cutoff akan bermain cukup tight atau sangat selektif. berbeda dengan SB dan BB, apalagi dealer, karena dealer akan yang paling akhir merespon pasca flop (3 kartu awal) dibuka. range dealer biasanya lebar.

dengan pemahaman diatas, maka jika ada UTG atau MP player yang memutuskan ikut bermain, katakanlah dia tidak hanya limping atau cuma naruh duit senilai big blind melainkan dia me-raise hingga 3-4x big blind maka itu jelas ngasi kode dia punya high pair (7 keatas) atau high card, AA, AK, AQ, AJ, AT. bisa diperhatikan, kita berhasil menyaring potensi hand pemain lawan cuma dari tempat duduknya, ini benar-benar yang namanya posisi menentukan prestasi. ini yang di sebut proses hand reading. 

proses ini terus berlanjut untuk kartu kartu selanjutnya, mudahnya jika flop muncul 3,6,2 rainbow. lalu anda re-raise dan UTG / MP yang posisinya di kiri anda melakukan call atau malah re-raise, bisa disimpulkan dia punya high pair. so, dari sekian banyak potensi kombinasi kartu, kita berhasil  memperkecil range nya jadi cuma 3-4 kombinasi, keren kan.. 

guna hand reading tentu untuk mengukur relativitas kekuatan kartu yang anda pegang dengan lawan anda, this will determine how you play the card. kalo kepalang tanggung, mau bluff terus atau berlagak ga punya high card atau the nut. bebas. yang pasti jika punya kemampuan hand reading yang baik, you never gamble. you just play the odds. just like trading

hand reading in trading

poker, seperti juga trading, jika dilakukan dengan perhitungan dan edge yang memadai buat saya tidak termasuk judi, it’s just math. playing with probability. risk yang terukur, dan dgn tujuan memperoleh  positif expectancy. which one harder?

both simple, but super hard, jika bermain dalam table dgn 9 orang, pasca bermain 50/100 hand anda akan punya gambaran karakter pemain di meja tersebut, mana yang compulsive, mana yang selektif, mana yang lagging, dst. jadi saat anda berhadapan dengan mereka anda punya gambaran how they will think and react. mereka mungkin saja terdeviasi 2-3 kali, tp namanya manusia, you do what you have inside. they’ll do what mostly they did.   

dalam trading ‘lawan’  kita adalah market, masses yang kadang rasional, kadang tidak… EVERY TIME IS DIFFERENT. everyyyyy dayyyy!! tidak ada variabel yang berulang, semua selalu berbeda. how we do hand-reading analysis dalam trading? sama seperti poker diatas, by having a systematical approach… bah,, yang jelas paktua. kongkritnya gmn.. 

hmm..biar jelas let’s do hand reading for tomorrow market then, oiya, hand reading dalam hal ini adalah membaca kecenderungan market besok, gunanya sama seperti poker, the output will determine how we trade tomorrow.

contohnya hari ini 18/10. market analysis untuk besok 19/10:

WAIT.

sebelum lanjut, saya mengajak teman-teman untuk join di forum saham blisaham.com, Blisaham adalah tempat berbagi analisa saham dengan berbagai metode dan pendekatan. tempat berdiskusi proses berpikir saat mengambil keputusan beli/jual. tujuannya agar semua bisa berbagi perspektif berpikir, sebagai input pengambilan keputusan di masa depan.. yuk join y. 

fyi. disitu ada watchlist saya. plus proses berpikir saat beli / jualnya (hanya bisa dilihat oleh registered user)

OKE LANJUT..

Teknikal wise

some good news: index back to back 3 hari terakhir akumulasi, the gap has been closed, not so great news: index sudah di mendekati resisten. dan dalam posisi market trend turun begini, potensi false breakout atau kegagalan menembus resisten itu tinggi, kl ga salah 70%. TUJUH PULUH PERSEN!. kl nebak lawan poker punya 70% kartu lebih tinggi dari yang kita pegang, apa yang kita lakukan? NEVER GAMBLE!

dari proses analisa posisi teknikal harga market diatas kita sedang mengukur potensi arah market, coba tulisan ini saya buat kemarin, sudah pasti saya tulis market bakal koreksi, lah wong TLKM satu candle penuh di luar BB, candle penuh di luar BB cing!!!. TELKOM pula! kalo telkom bisa 2 kali berturut2 punya full candle di luar BB di saat market downtrend. itu si kode keras market bakal balik arah atau lanjut downtrend. tidak lagi sideways. harga naik karena sentimen positif index akan uptrend, atau harga naik karena repositioning ke stock defensive sblm market tanking, cuma 2 itu opsinya.

tapi karena 70% trend selalu berlanjut, maka saat hari kemarin market yang ditutup gap up saat closing plus TLKM full candle di luar BB, saya yakin market akan koreksi.

oke lanjut.. 

ingat ya, kita ini sedang menganalisa untuk mempersempit potensi arah gerak market. padahal cuma ada 3 kemungkinan, TURUN, NAIK atau TETAP… hahahaha.. itu aja sulit banget, gimana kombinasinya ada banyak.. itu baru dari segi teknikal, analisa arah index bisa hanya mengandalkan teknikal composite, atau seperti contoh diatas. pakai analisa saham-saham mover.. jangan di bilang ini riweh, ini baru teknikal, belum sentimen, belum teknikal komoditas, dst dst. tergantung kalian mau memasukkan variabel apa dalam upaya mempersempit ‘nebak’ 3 kombinasi diatas. 

3 kombinasi aja itu sulit bet,, and it’s pretty stupid. but hey.. kalo kamu punya kemampuan dan bisa exploit hal tsb, misalnya jadi scalper, tentu akan sangat membantu. 

Fundamental wise

jangan gila mikir saya bakal analisa fundamental disini, tapi kira-kira setelah analisa teknikal diatas, pertimbangan selanjutnya tentu fundamental view, apalagi sekarang musim laporan keuangan, BMRI baru aja keluarin lapkeu, dari lapkeu BMRI, saya rasa you got the sense bagaimana lapkeu banking jagoan lainnya. dan itu bisa menjadi input analisa. dst dst. 

begitu seterus, tujuan analisa diatas cuma satu yaitu mengukur kecenderungan market. berbeda dengan poker dimana kita akan punya kartu dan hasil analisa akan menentukan  how we play the card, analisa market akan menentukan apakah kita akan ambil posisi dan seberapa risk yang mau kita pertaruhkan.

saya yakin anda sudah memahami maksud artikel ini. jadi jangan lupa melakukan market analysis sebelum mengambil keputusan beli dan jual, karena hal tersebut sedikit banyak memperbaiki odds / edge kita terhadap market. ingat, never gamble.

eh, jangan lupa join blisaham.com

semoga bermanfaat.

why blisaham

sudah 3 pekan terlewati sejak tulisan saya when and why , bukan karena saya kehabisan ide, bukan juga karena di akhir september saya seminggu penuh keliling lombok, tapi karena sejak tulisan terakhir saya sedang bereksperimen soal decision making, tepatnya pengambilan keputusan dalam poker. ada banyak ide menulis soal kemiripan playing poker dan trading,  mana yang lebih mudah, dan bagaimana prinsip dalam poker bisa di terapkan dalam trading. plus ide-ide yang lain

tapi ditulisan kali ini saya mau fokus tentang blisaham.com, ketimbang soal poker dan decision making yang keliahatannya lebih seksi, tema “buddysystem” menurut saya lebih penting. khususnya untuk menjadi trader yang lebih baik. 

teknik buddy system menurut saya adalah intisari dari buku thinking in bets-nya annie duke, saya suka banget buku ini sampai sampai covernya saya gunakan sebagai wallpaper hp, semata-mata untuk mengingatkan agar selalu thinking in bets

teknik buddy system pada dasarnya adalah perkumpulan open-minded people yang sepakat untuk berdiskusi sesuai pakta yang telah disepakati. Members of a decision pod can be formed by anyone where members can talk about their decision making. Forming or joining a group where the focus is on thinking in bets means modifying the usual social contract. It means agreeing to be open-minded to those who disagree with us, giving credit where it’s due, and taking responsibility where it’s appropriate, even when it makes us uncomfortable.

tujuan adalah tentu untuk berdiskusi / mengevaluasi tentang kualitas decision making yang telah / akan kita ambil, apakah masuk dalam kategori skill atau luck, apakah keputusan kita sudah benar atau salah (walauapun terkadang punya outcome yang berbeda ie. impulsive trade yang berakhir cuan), hingga encourage and celebrate a diversity of perspectives to challenge biased thinking by individual members. intinya si semua semata-mata agar pengembilan keputusan yang lebih baik

mengapa? karena pada dasarnya tidak ada keputusan benar dan keputusan salah, tidak ada yang 100 persen, kita cenderung terjebak dalam kualitas output, ini disebut resulting, padahal yang seharusnya difokuskan adalah kualitas decision making. ibarat timbangan, dalam decision making semuanya adalah kecenderungan. itulah mengapa diversity of perspectives sangat diperlukan untuk menghindari kita dari bias penilaian. biar ga terjebak dengan resulting. dengan analisa kualitas decision making, akan menjadi input kita pada decision making selanjutnya dan untuk memperoleh hal tersebut, the buddy system adalah jalan keluarnya.

learning loop.

itulah alasan saya mengembangkan blisaham.com, pada dasarnya blisaham.com dikembangkan sebagai platform buddy system. bukan untuk haha hihi, iklan grup, atau jualan stockpick. blisaham is your way to thinking in bets. bagaimana? ingin menjadi trader yang lebih baik? ingin menjadikan trading sebagai bisnis serius? 

kenapa bukan grup telegram paktua? bah, notifikasi banyak bener kalo telegram, potensi obrolan yang terdeviasi dari tujuan awal sangat tinggi, plus tumpuk menumpuk, kek stockbit, yang udah lewat ya lewat aja.

mari bergabung dalam blisaham.com , baca tata cara mendaftar dan petunjuk penggunannya disini 

sampai jumpa di sana. 

ps: rangkuman thinking in bets https://medium.com/@skueong/thinking-in-bets-making-smarter-decisions-when-you-dont-have-all-the-facts-book-notes-98f02db61c1a

When and Why

the conflict inside

dalam trading, khususnya pembahasan psikologi trading, salah satu substansi yang sering dibahas adalah conflicting believe, conflicting believe pada dasarnya adalah nilai nilai yang telah ada di dalam diri kita (baik kita sadari maupun tidak) berlawanan dengan value yang ingin kita raih saat ini/dimasa datang. singkatnya, yang telah ada di dalam diri vs yang ingin kita raih. kenapa harus mahfum conflicting values? karena self sabotage terjadi saat ada conflicting value dalam diri.

contohnya saya besar di keluarga sederhana, kedua orang tua saya pns, hidup damai dan aman, cita-citanya pun seperti rata-rata orang pada umumnya, rumah di perumnas, rajin menabung, no credit card, cicilan kecil dari gaji dst. got the picture? karena hidup yang landai-landai, maka risk appetite / tolerance keluarga saya, dan tentu yang ditanamkan dalam diri saya cenderung risk averse. diam diam, value risk averse ini tertanam kokoh di alam bawah sadar, maka saat saya menjadi trader, yang mencoba menerima risk sebagai bagian dari bisnis saham, yang mengamini bahwa loss adalah hal yang wajar, loss merupakan bagian dari bisnis saham,  atau kepercayaan untuk setiap posisi yang kita ambil memiliki resiko yang diluar kontrol kita. hal tersebut berlawanan dengan apa yang sudah tertanam dalam diri saya, terjadilah conflict values karena value tentang risk appetive / tolerance yang ada di dalam diri saya dengan yang saya butuhkan berbeda, karena saya secara alam bawah sadar memiliki kecenderungan sebagai risk averse, namun menjadi trader menuntut believe yang berbeda. disinilah salah satu penyebab self sabotage. mulai paham ya?

contoh lain misalnya saya sangat percaya bahwa there’s no shortcut to success. saya yakin anda semua pun mengamini hal ini. well, asal tau saja, mungkin karena value ini lah saya tidak serta merta jadi trader cuan dan sukses sejak di tahun pertama, karena saya sendiri percaya bahwa untuk sukses saya perlu proses, perlu mengalami kekalahan, extremnya, bahkan kalau perlu sampai akun saya blown out sehingga saya bisa comeback dengan keren nantinya. see? this believe, yang anda pikir baik-baik saja ternyata salah satu sumber penyebab self sabotage. saya bahkan baik secara sadar atau tidak telah merencanakan kerugian saya di tahun-tahun awal, saya tanamkan sebagai hal yang pantas terjadi. jadi saat sudah cuan banyak atau equity curve saya membaik, terjadilah self sabotage cth, oversize, sloppy trades dll.

mau contoh lain? hmm, anda diajarkan untuk tidak boros? kl ada duit, maka harus hemat, jangan sering buang2 duit secara mubazir, misalkan jika anda ke bioskop, eh pilemnya jelek, anda ga keluar, udah tanggung, boros lah kl udah bayar terus ga di tonton. bener ga? nah apa hubungannya tidak boros dengan saham? cut losses short. posisi kita baru aja masuk, belum lama udah floating loss, udah nembus support, harusnya kita cutloss, kita nyari pembenaran “baru nembus dikit kok”,”gpp lah nunggu sehari dua hari lagi” dst, pembelaan itu datang karena anda merasa mubazir untuk cutloss. lah baru juga punya posisi. masa langsung cabut

saya rasa you’ve got the idea.

the sensation and blind reaction

silahkan di play: https://www.youtube.com/watch?v=S6b8rGZc7xo

anda merasakan sensasinya? rasa ngilu dan tidak nyaman, seperti saat kita mendengar gesekan kukut di papan, atau tepi piring yang beradu. ngilu. mau tau kenapa kita merasa ngilu?

di berbagai sumber disebutkan bahwa suara gesekan kuku di papan ada yang menyebutkan hal tsb disebabkan oleh faktor turunan dari nenek moyang kita, karena suara suara gesekan kuku di papan mirip dgn suara teriakan panik monyet. serius. so when we hear something like that, our primitif memory kick in. atau di studi lain kita memang punya respon tidak nyaman untuk range suara di frekuensi tertentu. konon katanya frekuensi suara-suara yang menggangu bagi manusia memiliki rentang frekuensi di antara 2.000 dan 4.000 Hz.

pesan utamanya adalah bahwa kita pada dasarnya selalu bereaksi terhadap input dunia luar yang diterima sensor tubuh kita, contohnya suara pada video diatas. dan sialnya, bagi kebanyakan orang reaksi tersebut berjalan otomatis atau tanpa disadari. we blindly reacting to any input that come at our sensors. dan reaksi otomatis tersebut menimbulkan sensasi yang kita rasakan. nyaman, tidak nyaman, terganggu, dst.

sensasi tidak nyaman saat mendengar suara dari kaki kursi mendecit, besi yang beradu, atau bau busuk dari sampah atau bangkai tikus.. 

saya yakin dari membaca 2 baris diatas tanpa disadari anda bereaksi dan muncul sensasi tersendiri dalam tubuh anda. ga perlu galau, semua manusia memang begitu, apapun input yang muncul baik dari suara, bau ataupun penglihatan, menimbulkan sensasi dalam tubuh. 

sensasi hasil dari reaksi tak terkontrol diatas semakin diperberat jika ditambah dengan emosi hasil olahan data system 1 di otak kita, saat mencium bau bangkai misalnya muncul sensasi tidak nyaman ditambah emosi atas rasa terganggu yang bisa saja menjadi trigger marah atau bahkan takut. gabungan kedua hal tersebut bisa mentrigger banyak hal, misalnya deru napas, detak jantung yang naik signifikan, dst.

kombinasi sensasi akibat blindly reacting plus “drama” dari otak akan menentukan respon kita. marah, kesal, senang, gembira, euforia, dst. 

fyi, bagi kebanyakan orang  blindly reacting terjadi sepanjang hari, selama ada input sensory, sadar tidak sadar kita bereaksi, saat saya menulis artikel ini misalnya, tulang punggung yang menekuk memberi sensasi pegal di pinggang, ditambah lapar tengah malam begini menyebabkan emosi saya sumbu pendek, bawaannya pengen langsung nulis kesimpulan. this happen all day.

konon menurut buddha, (yes, THE buddha), perasaan / emosi yang kita lampiaskan sebenarnya akibat dari sensasi yang kita rasakan, bukan dari dunia luar, cuma kita melampiaskan ke mereka. cth. ke kantor pakai celana kekecilan di pinggang, rasa nyaman sepanjang hari yang dirasakan, jadi saat rekan kerja bercanda kita bawaannya malah emosi. kita emosinya ke mereka, padahal perasaan tidak nyaman itu muncul karena celana, bukan mereka. we react to body sensation

you got the point right?

reaksi tak terkontrol akibat sensasi tubuh + drama di otak juga di alami trader. bisa kira-kira apa?

contoh paling mudah adalah impulsive buy. pembelian yang diluar plan. atau bahkan selain diluar plan, pembelian ini juga tidak memenuhi kriteria buy. ada contoh lain?

coba renungkan, jika impulsive buy pernah / sering terjadi pada anda, silahkan dibayangkan dan disimulasikan apa sensasi tubuh yang terjadi saat itu. hari ini, melalui artikel ini, together, we’ll try to fix that. untuk itu silahkan renungkan terlebih dahulu. berhenti membaca. luangkan +- 30 menit.

the mind

untuk ‘menyelesaikan’ masalah conflicting believe dan blindly reaction, kita harus melakukan 2 hal yang berbeda, menyelesaikan masalah conflicting believe memerlukan tingkat keikhlasan yang tinggi karena kita dituntut berdiskusi dengan diri sendiri mencari believe yang memiliki conflict. you searching the why.

namun untuk blindly reaction, khususnya bagi trader hal yang perlu di ketahui adalah the when. kapan dan bagaimana sensasi tubuh yang ingin kita kendalikan reaksinya. 

duh kepanjangan ya.. kalo gitu kita akan tulis dalam 2 artikel terpisah. sementara silahkan di renungkan. 

semoga bermanfaat.

Older posts

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑