Author: paktua (page 1 of 46)

Pre Mortem II

9 september, walaupun sempat dibuka dibawah area support 5677 (area ini di uji untuk ke dua kalinya), IHSG mampu tutup 1.6% lebih tinggi dari hari sebelumnya, tidak berhenti disitu esoknya IHSG kembali ditutup 1.3% lebih tinggi. bahkan 2 hari setelahnya saat upaya menutup gap di reject 0.6% lebih rendah, market sepertinya punya optimisme tinggi. puncaknya saat gap 5868 – 5890 di tutup. hari itu market 1.2% lebih tinggi. diskusi uji coba angka keramat 6100 pun semakin rame.

dari ilustrasi diatas, rasanya tidak ada kekawatiran soal market indonesia… rasanya memang begitu.. and 17 sept happen. IHSG koreksi 1.8% seperti mengagetkan semua orang.. cuan 2-6% yang berhari-hari di pupuk hilang seketika bahkan berganti floating loss.

suka tidak suka. trend IHSG secara long term adalah down trend, hal ini sudah terjadi pasca breakdown double top di jan-maret 2018. sejak itu IHSG selalu gagal membentuk HH. walaupun memang 4 bulan terakhir IHSG konsisten berkonsolidasi di range 6100 dan 5677. jadi jika disimpulkan IHSG saat ini sedang berkonsolidasi dalam trend turunnya

sama seperti saat uptrend, perjalanan harga tidak selalu bergerak konsisten membuat HH HL. terkadang ada masa konsolidasi sebelum trend besarnya di lanjutkan. bisa harian, mingguan atau bulanan. dalam hal ini IHSG sudah konsolidasi 4 bulan. jadi jika 1-2 minggu lagi IHSG breakdown support, jangan kaget, karena memang IHSG sedang dalam trend turun. ga perlu heboh bilang bakal krisis dll. lebay. 

tapi apa pasti turun? tentu tidak, konsolidasi artinya masa indicision, si market masi galau mau lanjut apa engga, berhubung pembalikan trend juga tidak serta merta, maka konsolidasi biasanya di asosiasikan dengan periode akumulasi (jika berubah uptrend), atau distribusi (jika lanjut koreksi). 

sek sek sek.. paktua, ini intinya apa to..

begini.. intro diatas itu mau menunjukan jika kalian selalu pasang status, dont fight the trend, tapi kelakukannya masi belanja padahal di depan mata chart IHSG sedang dalam trend turun. maka jangan protes kalo cuan seiprit yang berhari-hari di pupuk hilang seketika. 

tapi kan kita ga beli IHSG!

sudah pernah studi berapa korelasi sistem / pendekatanmu terhadap pergerakan IHSG? kecuali yang di beli gorengan, atau saham dengan faktor lap keuangan yang diantisipasi luar biasa. mau model beli di support atau di resisten, imho, rasanya korelasinya akan cukup tinggi.. jadi kalo ga beli gorengan atau nemu next TKIM / INKP. jangan lupa memperhatikan hal diatas.

jangan cuma nulis trend is your friend, bla bla bla.. yo mbok di perhatikan hal tsb saat mengambil keputusan beli. 

semoga bermanfaat

Pre Mortem

the technical

you know, saya selalu tertarik menulis tentang teknikal atau tips trading, tentu bukan tips umum seperti bagaimana menggunakan stochastic atau RSI, namun lebih dalam dari itu, misalnya jika anda perhatikan stochastic yang bergulung-gulung di zona overbought, maka jika stochasticnya bergerak ke arah tertentu, hal itu adalah tendensi harga akan a, b,c,d… atau semua saham uptrend atau akan uptrend selalu punya kriteria RSI yang sama yaitu a, b, c, d..

menurut saya tipe tulisan seperti itu akan menarik minat banyak pembaca, tulisan seperti itu juga jarang atau hampir tidak pernah saya temukan di situs indonesia, di barat pun hanya moris dr tradeciety yang kadang suka share hal begini, untuk rolf, baca tulisannya ttg bb, dia itu mean reversion guy, jagoan bb, jadi materi trik bb nya cukup dalam. saya pernah baca tulisan tips tentang MA dari getrightedge. bagaimana jika menemukan ma short dan medium term yang bergulung dgn slope naik, bagaimana entry nya, bagaimana exitnya, damnnn mantep banget, sayang website itu udah ngilang.

well, i’m gonna share something with you today, sharing knowledge dari pengamatan selama karir trading.. but, it’s gonna be a long read. let’s go

the bias

jika anda orang teknikal, seharusnya anda ga kaget kenapa rupiah saat ini 15.000 atau lebih, silahkan perhatikan chartnya. 

usdidr chart

2009 -2015 membentuk continuation pattern, sempat koreksi dan konsolidasi 3 tahun terakhir lantas breakout di maret 2018. pengguna alligator musti tau jika buaya abis tidur (konsolidasi) 3 tahun sudah pasti ‘lapar’. sialnya bahkan jika idr menguat 6-12 bulan kedepan pun tetep waspada. cupnhandle is a continuation pattern.

pemilihan ma’ruf amin sebagai bakal calon wakil presiden pendamping jokowi juga seharusnya bukan kejutan, pilihan isu antek/turunan cina terbukti gagal di 2014, masa oposisi mau pakai isu turunan komunis lagi? Way too expesive untuk bertaruh dgn isu yg sama dan mengharapkan outcome yang berbeda. jadi ga salah tim dapur jokowi menduga memanfaatkan momentum mengalahkan ahok dgn isu agama adalah pilihan ‘rasional’ lawan politiknya jokowi, isu itu akan kembali digunakan. apalagi jempol warior dan lulusan pesantren kilat yang berlagak tau segalanya makin banyak, diberi ruang dan dipelihara oleh partai sebelah. 

Maka ga surprise jika yg dipilih pakde sbg wakil adalah ketua rais aam pbnu yg juga ketua mui yg ngasi mengendorse gerakan 212. pbnu men. Rais aam nya pbnu!! pilihannya kubu opsisi jatuh ke sandiaga uno akhirnya juga masuk akal, Coba habib riziq ga lagi kena kasus. Saya rasa bisa di plot jadi cawapres prabowo agar lebih sepadan.

so yang kecewa kenapa bukan mahfud,sm,atau bahkan anies baswedan memang musti berpikir ulang. Ini politik, jangan pikir mereka lagi mikirin negara. Mereka lagi mikir berebut kekuasaan.  wong ahy aja di branding segitu kuat sampai sepertinya semua make sense untuk memilih doi.

Ok cukup. 2 contoh diatas adalah contoh hinsight bias. Everything seem make sense after the fact.

The term hindsight bias refers to the tendency people have to view events as more predictable than they really are. Before an event takes place, while you might be able to offer a guess as to the outcome, there is really no way to actually know what’s going to happen.

After an event, people often believe that they knew the outcome of the event before it actually happened. This is why it is often referred to as the “I knew it all along” phenomenon

Lah jelas idr akan menguji 15rb. Gdp q2 amrik itu 4.2% coba cek deh dgp ditahun sebelumnya. Ditambah secara teknikal terjadi breakout pasca konsolidasi 3 taun pula, 3 tahun cing. Bisa lama ini si buaya cari makannya. We should knew!

Kita seharusnya udah bisa mengantisipasi lemahnya idr. tergerusnya cad dst. But we’re not. semua baru make sense after it happen. Memang begitu.. diterima aja.

dengan overload supply informasi dan kemampuan kita menangkap hanya 10% dr setiap data yang masuk karena selebihnya di drop ama system 1. Memang begitu. Diterima aja, bisa konslet otak kalo maksain pre frontal kortex terus yang bekerja.

the colin kaepernick

kemarin twitterland amrik lagi rame soal endorsement nike ke colin kaepernick untuk kampanye just do it mereka. banyak pro-kontra, endorsement ini menjadi rame karena colin kaepernick adalah pemain nfl yang memilih kneeling saat lagu kebangsaan amrik di putar sebelum game di mulai, kneeling adalah bentuk protes doi soal kekerasan yang di terjadi kepada masyarakat kulit hitam disono, pernah tau soal gerakan blacklivematter? itu salah satu bentuk gerakan yang muncul karena isu kekerasan tsb. untuk colin, doi memilih kneeling saat anthem.

malam ini harga nike koreksi 2.6% dan di twitter rame soal gerakan boycot produk nike, karena kneeling saat lagu kebangsaat dianggap tidak menghormati para pejuang, 

saya ga punya view soal substansi yang di ributkan, namun yang menarik dan layak menjadi pertanyaan adalah kenapa nike melakukan hal tsb? waktu ada rame-rame blacklivematter itu kan udah rusuh, berpihak ke colin yang jelas-jelas diserang sama president trump sebagai tidak patriotik tentu berisiko.

well, yang sedang kita diskusikan adalah nike, tentu respon boycott seperti ini sudah di antisipasi, tim pr dari nike tentu sudah mensimulasikan hal ini akan terjadi.. bahkan rasanya kalo yang kejadian cuma boycot 1-2 hari, rasanya mubazir persiapan yang sudah di lakkan tim nike, harusnya mereka bahkan sudah mensimulasi gmn kalo terjadi kekerasan saat demonstrasi ketidakterimaan terhadap pemilihan colin sebagai brand ambassador.

waktu akan milih ma’ruf amin tim dapur jokowi juga sudah punya daftar amunisi serang dan potensi di serang-nya apa, saat milih ahy, sandiaga atau mahfud md juga sama, tes ombak dulu, hitung tingkat acceptance, analisa, evaluasi, rebranding dst dst. ini soal duit men. semua sudah dihitung. 

soal harga saham nike? pfftt.. mereka ini sedang bertaruh untuk branding, berebut pasar, memberikan message bahwa mereka memang merepresentasikan lamunan kita soal berjuang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.. belum lama soal baju serena williams rame. udah tau? go google it. harga saham cuma turun 3 persen? pfftt.. ni liat trend harga saham nike 

it’s fucking uptrend

it’s fucking uptrend, rasanya nike juga sudah bersiap akan koreksi ini, malah ga cuma 3%, they’ve figure it out all along bahkan sebelum kontrak ama colin dilakukan. semua sudah dihitung. ini soal duit men. mereka ga main main.

ok paktua.. lantas message lu di bagian ini apa? pesan bagian ini adalah bagaimana nike bersiap soal pemilihan colin kaepernick, walaupun saya ga tau, tapi saya yakin nike already run all alternative might happen if the did chose colin kaepernick as brand ambassador. good or bad. semua di hitung dan dianalisa. they do pre mortem analysis.

whic is bring us to the last part of this article

the pre mortem

thesis saya tentang risiko, dalam analisa risiko kita diajarkan beberapa framework, umumnya diawali dengan mencari potensi risiko. but i never heard istilah pre mortem analysis. damn it’s fancy.

jadi apa itu pre mortem? pernah dengan postmortem ga? jika anda suka nonton serial detektif harusnya tau, postmortem adalah proses analisa untuk mencari tau kematian seseorang. premortem adalah kebalikannya. si pasien masi idup, tp di anggap sudah meninggal dan dilakukan analisa kira kira apa penyebab ke matiannya. Jadi alih-alih dilakukan pasca kematian, pre mortem dilakukan di awal sebagai upaya pencegahan. Sama seperti kita mencari potensi risiko.

Sama seperti yang dilakukan nike atau pakde jokowi dan prabowo.

Hubungannya dengan trading? Saya mendorong teman-teman untuk melakukan pre mortem sebelum memutuskan jual atau beli saham. Regardless the approach. Mau fundamental atau teknikal approach pertanyaannya yg harus dijawab sebelum memutuskan beli adalah sbb

Bayangkan pembelian yang anda lakuka berakhir tidak sesuai harapan, lalu munculkan pertanyaan ini, apa yang saya lewatkan? Apakah ada alasan ‘jangan di beli’ yg terlewat?

mulai sekarang lakukan hal diatas, untuk setiap pembelian / penjualan.

Dengan memiliki perspektif ini, kita akan lebih terbuka dengan input orang lain, dengan alternatif2 lain,  dengan potensi data yang udah masuk ke otak tapi keburu di drop oleh system 1, bahka  dengan approach ini kita bisa menyaring best of the best. Only pick the one that pass all the criteria. Do not rush your pick. Santai aja, market ga kemana-mana.

ps: jangan lupa bahwa outcome trade suka-suka market, jadi walaupun dengan melakukan hal diatas, ga menjamin you will not have a losing trade, or even miss a good trade.

semoga bermanfaat. jika bermanfaat, jangan lupa share tulisan ke teman-teman yang lain.

for wot?

besok masi lanjut hijau ga ya? 

terus untuk apa garis-garis di chart tapi ga bisa jawab besok harga naik apa turun? 

etc.. etc..

jika kamu ngasi pertanyaan itu ke saya, jangan kaget kamu saya kali link artikel ini. karena artikel ini akan jadi default answer untuk model pertanyaan diatas, pertanyaan tebak menebak masa depan…

seriously, tanpa bermaksud menyinggung atau merendahkan. jawabannya saya ga tau. maaf. mungkin yang lain lebih tau..

tapi jika kamu penasaran lantas apa gunanya saya tarik2 garis di chart… maka lanjutkan membaca..

Continue reading

Don’t shoot the message

Jika anda mengikuti channel youtube paktua.id, di 2 video terakhir saya, selain getol minta teman-teman subscribe channel (please jika belum subscribe silahkan subscribe dulu ya guys.. ) dan saya juga ga pake malu mem-promosi-kan grup chat paktua.id.. dan jika anda belum join, feel free to join me at our slack workspace. it’s gonna be fun

sebelumnya di stockbit saya punya grup/channel charthero yang dimana saya sering share analisa chart, namun sejak fitur grup / channel di stockbit bubar, maka buyarlah grup tersebut.. pasca era grup stockbit saya sempat mencoba membuat channel telegram (biar kayak yang lain).. lantas mencoba membuat menggunakan engine google hangout, terakhir karena saya punya preferensi khusus untuk grup chat, akhirnya kita menggunakan slack.

saya sebenarnya tipe silent reader, jadi pilihan sikap untuk membentuk grup chat cukup menantang, apalagi melihat kebanyakan grup chat yang isinya lebih banyak bertanya soal ramal-meramal harga, pamer akurasi, dst. buat saya lebih banyak mudharatnya..  potensi untuk terjebak dalam bias sangat tinggi. 

namun pendapat tsb berubah saat saya membaca buku thinking in bets-nya annie duke.. annie duke adalah pemain poker, dalam buku ini annie membagi teknik pengambilan keputusan dan menjadi pemain game theory yang lebih baik. buku ini buat saya seperti versi ringannya thinking fast n slow-nya daniel kahneman untuk subtansi how brain works. dan jelas punya tips kece untuk menjadi truthseeker yang lebih baik yaitu dengan buddy system 

menurut wikipedia, The buddy system is a procedure in which two people, the “buddies”, operate together as a single unit so that they are able to monitor and help each other.

Continue reading

I WAS TOLD

jika anda suka grup walking seperti saya, akhir juni lalu banyak yang share chart TLKM dengan analisa potensi inverted HnS. kira kira gambarnya seperti dibawah ini.

TLKM berapa di pertemuan resisten. pertama resisten diagonal downtrend. yang kedua adalah resisten horisontal yang jika ditembus akan mengkonfirmasi penembusan neckline pattern Inverted HnS. karena menemui resisten yang berhimpit, bisa di kategorikan resisten ini seharusnya resisten kuat. maka saat penembusan terjadi save to conclude setidaknya TLKM keluar dari jalur downtrend-nya.

let’s see what happen.

Continue reading

Older posts

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑