Author: paktua (page 2 of 47)

Hand Reading

dalam permainan poker, dikenal istilah position, position mengacu kepada posisi duduk seorang pemain, ada under the gun, cut off, button dst untuk meja dengan 9 pemain, kira-kira gambar dibawah ini adalah nama-nama posisi tersebut: 

dalam poker, posisi duduk punya andil besar dalam menentukan hand range yang akan anda mainkan, misalnya anda ada di posisi UTG +1, MP dan MP+1, sangat jarang anda terlibat bermain jika cuma pegang off suited card, pair-pair rendah, kartu dengan jarak 2 angka atau lebih, bahkan jika punya 10-J off, atau Q-J off suit juga agak deg degan, karena di kiri anda masih banyak pemain yang berpotensi punya kartu lebih baik yang ga segan me-raise dan membuat posisi anda semakin sulit.

jadi hand range, secara harfiah adalah kelompok kartu yang paling mungkin di -main- kan untuk membuka posisi, secara teori, mulai dari UTG sampai cutoff akan bermain cukup tight atau sangat selektif. berbeda dengan SB dan BB, apalagi dealer, karena dealer akan yang paling akhir merespon pasca flop (3 kartu awal) dibuka. range dealer biasanya lebar.

dengan pemahaman diatas, maka jika ada UTG atau MP player yang memutuskan ikut bermain, katakanlah dia tidak hanya limping atau cuma naruh duit senilai big blind melainkan dia me-raise hingga 3-4x big blind maka itu jelas ngasi kode dia punya high pair (7 keatas) atau high card, AA, AK, AQ, AJ, AT. bisa diperhatikan, kita berhasil menyaring potensi hand pemain lawan cuma dari tempat duduknya, ini benar-benar yang namanya posisi menentukan prestasi. ini yang di sebut proses hand reading. 

proses ini terus berlanjut untuk kartu kartu selanjutnya, mudahnya jika flop muncul 3,6,2 rainbow. lalu anda re-raise dan UTG / MP yang posisinya di kiri anda melakukan call atau malah re-raise, bisa disimpulkan dia punya high pair. so, dari sekian banyak potensi kombinasi kartu, kita berhasil  memperkecil range nya jadi cuma 3-4 kombinasi, keren kan.. 

guna hand reading tentu untuk mengukur relativitas kekuatan kartu yang anda pegang dengan lawan anda, this will determine how you play the card. kalo kepalang tanggung, mau bluff terus atau berlagak ga punya high card atau the nut. bebas. yang pasti jika punya kemampuan hand reading yang baik, you never gamble. you just play the odds. just like trading

hand reading in trading

poker, seperti juga trading, jika dilakukan dengan perhitungan dan edge yang memadai buat saya tidak termasuk judi, it’s just math. playing with probability. risk yang terukur, dan dgn tujuan memperoleh  positif expectancy. which one harder?

both simple, but super hard, jika bermain dalam table dgn 9 orang, pasca bermain 50/100 hand anda akan punya gambaran karakter pemain di meja tersebut, mana yang compulsive, mana yang selektif, mana yang lagging, dst. jadi saat anda berhadapan dengan mereka anda punya gambaran how they will think and react. mereka mungkin saja terdeviasi 2-3 kali, tp namanya manusia, you do what you have inside. they’ll do what mostly they did.   

dalam trading ‘lawan’  kita adalah market, masses yang kadang rasional, kadang tidak… EVERY TIME IS DIFFERENT. everyyyyy dayyyy!! tidak ada variabel yang berulang, semua selalu berbeda. how we do hand-reading analysis dalam trading? sama seperti poker diatas, by having a systematical approach… bah,, yang jelas paktua. kongkritnya gmn.. 

hmm..biar jelas let’s do hand reading for tomorrow market then, oiya, hand reading dalam hal ini adalah membaca kecenderungan market besok, gunanya sama seperti poker, the output will determine how we trade tomorrow.

contohnya hari ini 18/10. market analysis untuk besok 19/10:

WAIT.

sebelum lanjut, saya mengajak teman-teman untuk join di forum saham blisaham.com, Blisaham adalah tempat berbagi analisa saham dengan berbagai metode dan pendekatan. tempat berdiskusi proses berpikir saat mengambil keputusan beli/jual. tujuannya agar semua bisa berbagi perspektif berpikir, sebagai input pengambilan keputusan di masa depan.. yuk join y. 

fyi. disitu ada watchlist saya. plus proses berpikir saat beli / jualnya (hanya bisa dilihat oleh registered user)

OKE LANJUT..

Teknikal wise

some good news: index back to back 3 hari terakhir akumulasi, the gap has been closed, not so great news: index sudah di mendekati resisten. dan dalam posisi market trend turun begini, potensi false breakout atau kegagalan menembus resisten itu tinggi, kl ga salah 70%. TUJUH PULUH PERSEN!. kl nebak lawan poker punya 70% kartu lebih tinggi dari yang kita pegang, apa yang kita lakukan? NEVER GAMBLE!

dari proses analisa posisi teknikal harga market diatas kita sedang mengukur potensi arah market, coba tulisan ini saya buat kemarin, sudah pasti saya tulis market bakal koreksi, lah wong TLKM satu candle penuh di luar BB, candle penuh di luar BB cing!!!. TELKOM pula! kalo telkom bisa 2 kali berturut2 punya full candle di luar BB di saat market downtrend. itu si kode keras market bakal balik arah atau lanjut downtrend. tidak lagi sideways. harga naik karena sentimen positif index akan uptrend, atau harga naik karena repositioning ke stock defensive sblm market tanking, cuma 2 itu opsinya.

tapi karena 70% trend selalu berlanjut, maka saat hari kemarin market yang ditutup gap up saat closing plus TLKM full candle di luar BB, saya yakin market akan koreksi.

oke lanjut.. 

ingat ya, kita ini sedang menganalisa untuk mempersempit potensi arah gerak market. padahal cuma ada 3 kemungkinan, TURUN, NAIK atau TETAP… hahahaha.. itu aja sulit banget, gimana kombinasinya ada banyak.. itu baru dari segi teknikal, analisa arah index bisa hanya mengandalkan teknikal composite, atau seperti contoh diatas. pakai analisa saham-saham mover.. jangan di bilang ini riweh, ini baru teknikal, belum sentimen, belum teknikal komoditas, dst dst. tergantung kalian mau memasukkan variabel apa dalam upaya mempersempit ‘nebak’ 3 kombinasi diatas. 

3 kombinasi aja itu sulit bet,, and it’s pretty stupid. but hey.. kalo kamu punya kemampuan dan bisa exploit hal tsb, misalnya jadi scalper, tentu akan sangat membantu. 

Fundamental wise

jangan gila mikir saya bakal analisa fundamental disini, tapi kira-kira setelah analisa teknikal diatas, pertimbangan selanjutnya tentu fundamental view, apalagi sekarang musim laporan keuangan, BMRI baru aja keluarin lapkeu, dari lapkeu BMRI, saya rasa you got the sense bagaimana lapkeu banking jagoan lainnya. dan itu bisa menjadi input analisa. dst dst. 

begitu seterus, tujuan analisa diatas cuma satu yaitu mengukur kecenderungan market. berbeda dengan poker dimana kita akan punya kartu dan hasil analisa akan menentukan  how we play the card, analisa market akan menentukan apakah kita akan ambil posisi dan seberapa risk yang mau kita pertaruhkan.

saya yakin anda sudah memahami maksud artikel ini. jadi jangan lupa melakukan market analysis sebelum mengambil keputusan beli dan jual, karena hal tersebut sedikit banyak memperbaiki odds / edge kita terhadap market. ingat, never gamble.

eh, jangan lupa join blisaham.com

semoga bermanfaat.

why blisaham

sudah 3 pekan terlewati sejak tulisan saya when and why , bukan karena saya kehabisan ide, bukan juga karena di akhir september saya seminggu penuh keliling lombok, tapi karena sejak tulisan terakhir saya sedang bereksperimen soal decision making, tepatnya pengambilan keputusan dalam poker. ada banyak ide menulis soal kemiripan playing poker dan trading,  mana yang lebih mudah, dan bagaimana prinsip dalam poker bisa di terapkan dalam trading. plus ide-ide yang lain

tapi ditulisan kali ini saya mau fokus tentang blisaham.com, ketimbang soal poker dan decision making yang keliahatannya lebih seksi, tema “buddysystem” menurut saya lebih penting. khususnya untuk menjadi trader yang lebih baik. 

teknik buddy system menurut saya adalah intisari dari buku thinking in bets-nya annie duke, saya suka banget buku ini sampai sampai covernya saya gunakan sebagai wallpaper hp, semata-mata untuk mengingatkan agar selalu thinking in bets

teknik buddy system pada dasarnya adalah perkumpulan open-minded people yang sepakat untuk berdiskusi sesuai pakta yang telah disepakati. Members of a decision pod can be formed by anyone where members can talk about their decision making. Forming or joining a group where the focus is on thinking in bets means modifying the usual social contract. It means agreeing to be open-minded to those who disagree with us, giving credit where it’s due, and taking responsibility where it’s appropriate, even when it makes us uncomfortable.

tujuan adalah tentu untuk berdiskusi / mengevaluasi tentang kualitas decision making yang telah / akan kita ambil, apakah masuk dalam kategori skill atau luck, apakah keputusan kita sudah benar atau salah (walauapun terkadang punya outcome yang berbeda ie. impulsive trade yang berakhir cuan), hingga encourage and celebrate a diversity of perspectives to challenge biased thinking by individual members. intinya si semua semata-mata agar pengembilan keputusan yang lebih baik

mengapa? karena pada dasarnya tidak ada keputusan benar dan keputusan salah, tidak ada yang 100 persen, kita cenderung terjebak dalam kualitas output, ini disebut resulting, padahal yang seharusnya difokuskan adalah kualitas decision making. ibarat timbangan, dalam decision making semuanya adalah kecenderungan. itulah mengapa diversity of perspectives sangat diperlukan untuk menghindari kita dari bias penilaian. biar ga terjebak dengan resulting. dengan analisa kualitas decision making, akan menjadi input kita pada decision making selanjutnya dan untuk memperoleh hal tersebut, the buddy system adalah jalan keluarnya.

learning loop.

itulah alasan saya mengembangkan blisaham.com, pada dasarnya blisaham.com dikembangkan sebagai platform buddy system. bukan untuk haha hihi, iklan grup, atau jualan stockpick. blisaham is your way to thinking in bets. bagaimana? ingin menjadi trader yang lebih baik? ingin menjadikan trading sebagai bisnis serius? 

kenapa bukan grup telegram paktua? bah, notifikasi banyak bener kalo telegram, potensi obrolan yang terdeviasi dari tujuan awal sangat tinggi, plus tumpuk menumpuk, kek stockbit, yang udah lewat ya lewat aja.

mari bergabung dalam blisaham.com , baca tata cara mendaftar dan petunjuk penggunannya disini 

sampai jumpa di sana. 

ps: rangkuman thinking in bets https://medium.com/@skueong/thinking-in-bets-making-smarter-decisions-when-you-dont-have-all-the-facts-book-notes-98f02db61c1a

When and Why

the conflict inside

dalam trading, khususnya pembahasan psikologi trading, salah satu substansi yang sering dibahas adalah conflicting believe, conflicting believe pada dasarnya adalah nilai nilai yang telah ada di dalam diri kita (baik kita sadari maupun tidak) berlawanan dengan value yang ingin kita raih saat ini/dimasa datang. singkatnya, yang telah ada di dalam diri vs yang ingin kita raih. kenapa harus mahfum conflicting values? karena self sabotage terjadi saat ada conflicting value dalam diri.

contohnya saya besar di keluarga sederhana, kedua orang tua saya pns, hidup damai dan aman, cita-citanya pun seperti rata-rata orang pada umumnya, rumah di perumnas, rajin menabung, no credit card, cicilan kecil dari gaji dst. got the picture? karena hidup yang landai-landai, maka risk appetite / tolerance keluarga saya, dan tentu yang ditanamkan dalam diri saya cenderung risk averse. diam diam, value risk averse ini tertanam kokoh di alam bawah sadar, maka saat saya menjadi trader, yang mencoba menerima risk sebagai bagian dari bisnis saham, yang mengamini bahwa loss adalah hal yang wajar, loss merupakan bagian dari bisnis saham,  atau kepercayaan untuk setiap posisi yang kita ambil memiliki resiko yang diluar kontrol kita. hal tersebut berlawanan dengan apa yang sudah tertanam dalam diri saya, terjadilah conflict values karena value tentang risk appetive / tolerance yang ada di dalam diri saya dengan yang saya butuhkan berbeda, karena saya secara alam bawah sadar memiliki kecenderungan sebagai risk averse, namun menjadi trader menuntut believe yang berbeda. disinilah salah satu penyebab self sabotage. mulai paham ya?

contoh lain misalnya saya sangat percaya bahwa there’s no shortcut to success. saya yakin anda semua pun mengamini hal ini. well, asal tau saja, mungkin karena value ini lah saya tidak serta merta jadi trader cuan dan sukses sejak di tahun pertama, karena saya sendiri percaya bahwa untuk sukses saya perlu proses, perlu mengalami kekalahan, extremnya, bahkan kalau perlu sampai akun saya blown out sehingga saya bisa comeback dengan keren nantinya. see? this believe, yang anda pikir baik-baik saja ternyata salah satu sumber penyebab self sabotage. saya bahkan baik secara sadar atau tidak telah merencanakan kerugian saya di tahun-tahun awal, saya tanamkan sebagai hal yang pantas terjadi. jadi saat sudah cuan banyak atau equity curve saya membaik, terjadilah self sabotage cth, oversize, sloppy trades dll.

mau contoh lain? hmm, anda diajarkan untuk tidak boros? kl ada duit, maka harus hemat, jangan sering buang2 duit secara mubazir, misalkan jika anda ke bioskop, eh pilemnya jelek, anda ga keluar, udah tanggung, boros lah kl udah bayar terus ga di tonton. bener ga? nah apa hubungannya tidak boros dengan saham? cut losses short. posisi kita baru aja masuk, belum lama udah floating loss, udah nembus support, harusnya kita cutloss, kita nyari pembenaran “baru nembus dikit kok”,”gpp lah nunggu sehari dua hari lagi” dst, pembelaan itu datang karena anda merasa mubazir untuk cutloss. lah baru juga punya posisi. masa langsung cabut

saya rasa you’ve got the idea.

the sensation and blind reaction

silahkan di play: https://www.youtube.com/watch?v=S6b8rGZc7xo

anda merasakan sensasinya? rasa ngilu dan tidak nyaman, seperti saat kita mendengar gesekan kukut di papan, atau tepi piring yang beradu. ngilu. mau tau kenapa kita merasa ngilu?

di berbagai sumber disebutkan bahwa suara gesekan kuku di papan ada yang menyebutkan hal tsb disebabkan oleh faktor turunan dari nenek moyang kita, karena suara suara gesekan kuku di papan mirip dgn suara teriakan panik monyet. serius. so when we hear something like that, our primitif memory kick in. atau di studi lain kita memang punya respon tidak nyaman untuk range suara di frekuensi tertentu. konon katanya frekuensi suara-suara yang menggangu bagi manusia memiliki rentang frekuensi di antara 2.000 dan 4.000 Hz.

pesan utamanya adalah bahwa kita pada dasarnya selalu bereaksi terhadap input dunia luar yang diterima sensor tubuh kita, contohnya suara pada video diatas. dan sialnya, bagi kebanyakan orang reaksi tersebut berjalan otomatis atau tanpa disadari. we blindly reacting to any input that come at our sensors. dan reaksi otomatis tersebut menimbulkan sensasi yang kita rasakan. nyaman, tidak nyaman, terganggu, dst.

sensasi tidak nyaman saat mendengar suara dari kaki kursi mendecit, besi yang beradu, atau bau busuk dari sampah atau bangkai tikus.. 

saya yakin dari membaca 2 baris diatas tanpa disadari anda bereaksi dan muncul sensasi tersendiri dalam tubuh anda. ga perlu galau, semua manusia memang begitu, apapun input yang muncul baik dari suara, bau ataupun penglihatan, menimbulkan sensasi dalam tubuh. 

sensasi hasil dari reaksi tak terkontrol diatas semakin diperberat jika ditambah dengan emosi hasil olahan data system 1 di otak kita, saat mencium bau bangkai misalnya muncul sensasi tidak nyaman ditambah emosi atas rasa terganggu yang bisa saja menjadi trigger marah atau bahkan takut. gabungan kedua hal tersebut bisa mentrigger banyak hal, misalnya deru napas, detak jantung yang naik signifikan, dst.

kombinasi sensasi akibat blindly reacting plus “drama” dari otak akan menentukan respon kita. marah, kesal, senang, gembira, euforia, dst. 

fyi, bagi kebanyakan orang  blindly reacting terjadi sepanjang hari, selama ada input sensory, sadar tidak sadar kita bereaksi, saat saya menulis artikel ini misalnya, tulang punggung yang menekuk memberi sensasi pegal di pinggang, ditambah lapar tengah malam begini menyebabkan emosi saya sumbu pendek, bawaannya pengen langsung nulis kesimpulan. this happen all day.

konon menurut buddha, (yes, THE buddha), perasaan / emosi yang kita lampiaskan sebenarnya akibat dari sensasi yang kita rasakan, bukan dari dunia luar, cuma kita melampiaskan ke mereka. cth. ke kantor pakai celana kekecilan di pinggang, rasa nyaman sepanjang hari yang dirasakan, jadi saat rekan kerja bercanda kita bawaannya malah emosi. kita emosinya ke mereka, padahal perasaan tidak nyaman itu muncul karena celana, bukan mereka. we react to body sensation

you got the point right?

reaksi tak terkontrol akibat sensasi tubuh + drama di otak juga di alami trader. bisa kira-kira apa?

contoh paling mudah adalah impulsive buy. pembelian yang diluar plan. atau bahkan selain diluar plan, pembelian ini juga tidak memenuhi kriteria buy. ada contoh lain?

coba renungkan, jika impulsive buy pernah / sering terjadi pada anda, silahkan dibayangkan dan disimulasikan apa sensasi tubuh yang terjadi saat itu. hari ini, melalui artikel ini, together, we’ll try to fix that. untuk itu silahkan renungkan terlebih dahulu. berhenti membaca. luangkan +- 30 menit.

the mind

untuk ‘menyelesaikan’ masalah conflicting believe dan blindly reaction, kita harus melakukan 2 hal yang berbeda, menyelesaikan masalah conflicting believe memerlukan tingkat keikhlasan yang tinggi karena kita dituntut berdiskusi dengan diri sendiri mencari believe yang memiliki conflict. you searching the why.

namun untuk blindly reaction, khususnya bagi trader hal yang perlu di ketahui adalah the when. kapan dan bagaimana sensasi tubuh yang ingin kita kendalikan reaksinya. 

duh kepanjangan ya.. kalo gitu kita akan tulis dalam 2 artikel terpisah. sementara silahkan di renungkan. 

semoga bermanfaat.

Pre Mortem II

9 september, walaupun sempat dibuka dibawah area support 5677 (area ini di uji untuk ke dua kalinya), IHSG mampu tutup 1.6% lebih tinggi dari hari sebelumnya, tidak berhenti disitu esoknya IHSG kembali ditutup 1.3% lebih tinggi. bahkan 2 hari setelahnya saat upaya menutup gap di reject 0.6% lebih rendah, market sepertinya punya optimisme tinggi. puncaknya saat gap 5868 – 5890 di tutup. hari itu market 1.2% lebih tinggi. diskusi uji coba angka keramat 6100 pun semakin rame.

dari ilustrasi diatas, rasanya tidak ada kekawatiran soal market indonesia… rasanya memang begitu.. and 17 sept happen. IHSG koreksi 1.8% seperti mengagetkan semua orang.. cuan 2-6% yang berhari-hari di pupuk hilang seketika bahkan berganti floating loss.

suka tidak suka. trend IHSG secara long term adalah down trend, hal ini sudah terjadi pasca breakdown double top di jan-maret 2018. sejak itu IHSG selalu gagal membentuk HH. walaupun memang 4 bulan terakhir IHSG konsisten berkonsolidasi di range 6100 dan 5677. jadi jika disimpulkan IHSG saat ini sedang berkonsolidasi dalam trend turunnya

sama seperti saat uptrend, perjalanan harga tidak selalu bergerak konsisten membuat HH HL. terkadang ada masa konsolidasi sebelum trend besarnya di lanjutkan. bisa harian, mingguan atau bulanan. dalam hal ini IHSG sudah konsolidasi 4 bulan. jadi jika 1-2 minggu lagi IHSG breakdown support, jangan kaget, karena memang IHSG sedang dalam trend turun. ga perlu heboh bilang bakal krisis dll. lebay.

tapi apa pasti turun? tentu tidak, konsolidasi artinya masa indicision, si market masi galau mau lanjut apa engga, berhubung pembalikan trend juga tidak serta merta, maka konsolidasi biasanya di asosiasikan dengan periode akumulasi (jika berubah uptrend), atau distribusi (jika lanjut koreksi).

sek sek sek.. paktua, ini intinya apa to..

begini.. intro diatas itu mau menunjukan jika kalian selalu pasang status, dont fight the trend, tapi kelakukannya masi belanja padahal di depan mata chart IHSG sedang dalam trend turun. maka jangan protes kalo cuan seiprit yang berhari-hari di pupuk hilang seketika.

tapi kan kita ga beli IHSG!

sudah pernah studi berapa korelasi sistem / pendekatanmu terhadap pergerakan IHSG? kecuali yang di beli gorengan, atau saham dengan faktor lap keuangan yang diantisipasi luar biasa. mau model beli di support atau di resisten, imho, rasanya korelasinya akan cukup tinggi.. jadi kalo ga beli gorengan atau nemu next TKIM / INKP. jangan lupa memperhatikan hal diatas. (ini intinya, jangan kaget saat IHSG ntr tau2 koreksi, lah wong trend turun).

jangan cuma nulis trend is your friend, bla bla bla.. yo mbok di perhatikan hal tsb saat mengambil keputusan beli.

kok judulnya pre mortem II? coba baca artikel sebelum ini, pasti ngeh maksud saya judulin ini pre mortem II

semoga bermanfaat

Pre Mortem

the technical

you know, saya selalu tertarik menulis tentang teknikal atau tips trading, tentu bukan tips umum seperti bagaimana menggunakan stochastic atau RSI, namun lebih dalam dari itu, misalnya jika anda perhatikan stochastic yang bergulung-gulung di zona overbought, maka jika stochasticnya bergerak ke arah tertentu, hal itu adalah tendensi harga akan a, b,c,d… atau semua saham uptrend atau akan uptrend selalu punya kriteria RSI yang sama yaitu a, b, c, d..

menurut saya tipe tulisan seperti itu akan menarik minat banyak pembaca, tulisan seperti itu juga jarang atau hampir tidak pernah saya temukan di situs indonesia, di barat pun hanya moris dr tradeciety yang kadang suka share hal begini, untuk rolf, baca tulisannya ttg bb, dia itu mean reversion guy, jagoan bb, jadi materi trik bb nya cukup dalam. saya pernah baca tulisan tips tentang MA dari getrightedge. bagaimana jika menemukan ma short dan medium term yang bergulung dgn slope naik, bagaimana entry nya, bagaimana exitnya, damnnn mantep banget, sayang website itu udah ngilang.

well, i’m gonna share something with you today, sharing knowledge dari pengamatan selama karir trading.. but, it’s gonna be a long read. let’s go

the bias

jika anda orang teknikal, seharusnya anda ga kaget kenapa rupiah saat ini 15.000 atau lebih, silahkan perhatikan chartnya. 

usdidr chart

2009 -2015 membentuk continuation pattern, sempat koreksi dan konsolidasi 3 tahun terakhir lantas breakout di maret 2018. pengguna alligator musti tau jika buaya abis tidur (konsolidasi) 3 tahun sudah pasti ‘lapar’. sialnya bahkan jika idr menguat 6-12 bulan kedepan pun tetep waspada. cupnhandle is a continuation pattern.

pemilihan ma’ruf amin sebagai bakal calon wakil presiden pendamping jokowi juga seharusnya bukan kejutan, pilihan isu antek/turunan cina terbukti gagal di 2014, masa oposisi mau pakai isu turunan komunis lagi? Way too expesive untuk bertaruh dgn isu yg sama dan mengharapkan outcome yang berbeda. jadi ga salah tim dapur jokowi menduga memanfaatkan momentum mengalahkan ahok dgn isu agama adalah pilihan ‘rasional’ lawan politiknya jokowi, isu itu akan kembali digunakan. apalagi jempol warior dan lulusan pesantren kilat yang berlagak tau segalanya makin banyak, diberi ruang dan dipelihara oleh partai sebelah. 

Maka ga surprise jika yg dipilih pakde sbg wakil adalah ketua rais aam pbnu yg juga ketua mui yg ngasi mengendorse gerakan 212. pbnu men. Rais aam nya pbnu!! pilihannya kubu opsisi jatuh ke sandiaga uno akhirnya juga masuk akal, Coba habib riziq ga lagi kena kasus. Saya rasa bisa di plot jadi cawapres prabowo agar lebih sepadan.

so yang kecewa kenapa bukan mahfud,sm,atau bahkan anies baswedan memang musti berpikir ulang. Ini politik, jangan pikir mereka lagi mikirin negara. Mereka lagi mikir berebut kekuasaan.  wong ahy aja di branding segitu kuat sampai sepertinya semua make sense untuk memilih doi.

Ok cukup. 2 contoh diatas adalah contoh hinsight bias. Everything seem make sense after the fact.

The term hindsight bias refers to the tendency people have to view events as more predictable than they really are. Before an event takes place, while you might be able to offer a guess as to the outcome, there is really no way to actually know what’s going to happen.

After an event, people often believe that they knew the outcome of the event before it actually happened. This is why it is often referred to as the “I knew it all along” phenomenon

Lah jelas idr akan menguji 15rb. Gdp q2 amrik itu 4.2% coba cek deh dgp ditahun sebelumnya. Ditambah secara teknikal terjadi breakout pasca konsolidasi 3 taun pula, 3 tahun cing. Bisa lama ini si buaya cari makannya. We should knew!

Kita seharusnya udah bisa mengantisipasi lemahnya idr. tergerusnya cad dst. But we’re not. semua baru make sense after it happen. Memang begitu.. diterima aja.

dengan overload supply informasi dan kemampuan kita menangkap hanya 10% dr setiap data yang masuk karena selebihnya di drop ama system 1. Memang begitu. Diterima aja, bisa konslet otak kalo maksain pre frontal kortex terus yang bekerja.

the colin kaepernick

kemarin twitterland amrik lagi rame soal endorsement nike ke colin kaepernick untuk kampanye just do it mereka. banyak pro-kontra, endorsement ini menjadi rame karena colin kaepernick adalah pemain nfl yang memilih kneeling saat lagu kebangsaan amrik di putar sebelum game di mulai, kneeling adalah bentuk protes doi soal kekerasan yang di terjadi kepada masyarakat kulit hitam disono, pernah tau soal gerakan blacklivematter? itu salah satu bentuk gerakan yang muncul karena isu kekerasan tsb. untuk colin, doi memilih kneeling saat anthem.

malam ini harga nike koreksi 2.6% dan di twitter rame soal gerakan boycot produk nike, karena kneeling saat lagu kebangsaat dianggap tidak menghormati para pejuang, 

saya ga punya view soal substansi yang di ributkan, namun yang menarik dan layak menjadi pertanyaan adalah kenapa nike melakukan hal tsb? waktu ada rame-rame blacklivematter itu kan udah rusuh, berpihak ke colin yang jelas-jelas diserang sama president trump sebagai tidak patriotik tentu berisiko.

well, yang sedang kita diskusikan adalah nike, tentu respon boycott seperti ini sudah di antisipasi, tim pr dari nike tentu sudah mensimulasikan hal ini akan terjadi.. bahkan rasanya kalo yang kejadian cuma boycot 1-2 hari, rasanya mubazir persiapan yang sudah di lakkan tim nike, harusnya mereka bahkan sudah mensimulasi gmn kalo terjadi kekerasan saat demonstrasi ketidakterimaan terhadap pemilihan colin sebagai brand ambassador.

waktu akan milih ma’ruf amin tim dapur jokowi juga sudah punya daftar amunisi serang dan potensi di serang-nya apa, saat milih ahy, sandiaga atau mahfud md juga sama, tes ombak dulu, hitung tingkat acceptance, analisa, evaluasi, rebranding dst dst. ini soal duit men. semua sudah dihitung. 

soal harga saham nike? pfftt.. mereka ini sedang bertaruh untuk branding, berebut pasar, memberikan message bahwa mereka memang merepresentasikan lamunan kita soal berjuang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.. belum lama soal baju serena williams rame. udah tau? go google it. harga saham cuma turun 3 persen? pfftt.. ni liat trend harga saham nike 

it’s fucking uptrend

it’s fucking uptrend, rasanya nike juga sudah bersiap akan koreksi ini, malah ga cuma 3%, they’ve figure it out all along bahkan sebelum kontrak ama colin dilakukan. semua sudah dihitung. ini soal duit men. mereka ga main main.

ok paktua.. lantas message lu di bagian ini apa? pesan bagian ini adalah bagaimana nike bersiap soal pemilihan colin kaepernick, walaupun saya ga tau, tapi saya yakin nike already run all alternative might happen if the did chose colin kaepernick as brand ambassador. good or bad. semua di hitung dan dianalisa. they do pre mortem analysis.

whic is bring us to the last part of this article

the pre mortem

thesis saya tentang risiko, dalam analisa risiko kita diajarkan beberapa framework, umumnya diawali dengan mencari potensi risiko. but i never heard istilah pre mortem analysis. damn it’s fancy.

jadi apa itu pre mortem? pernah dengan postmortem ga? jika anda suka nonton serial detektif harusnya tau, postmortem adalah proses analisa untuk mencari tau kematian seseorang. premortem adalah kebalikannya. si pasien masi idup, tp di anggap sudah meninggal dan dilakukan analisa kira kira apa penyebab ke matiannya. Jadi alih-alih dilakukan pasca kematian, pre mortem dilakukan di awal sebagai upaya pencegahan. Sama seperti kita mencari potensi risiko.

Sama seperti yang dilakukan nike atau pakde jokowi dan prabowo.

Hubungannya dengan trading? Saya mendorong teman-teman untuk melakukan pre mortem sebelum memutuskan jual atau beli saham. Regardless the approach. Mau fundamental atau teknikal approach pertanyaannya yg harus dijawab sebelum memutuskan beli adalah sbb

Bayangkan pembelian yang anda lakuka berakhir tidak sesuai harapan, lalu munculkan pertanyaan ini, apa yang saya lewatkan? Apakah ada alasan ‘jangan di beli’ yg terlewat?

mulai sekarang lakukan hal diatas, untuk setiap pembelian / penjualan.

Dengan memiliki perspektif ini, kita akan lebih terbuka dengan input orang lain, dengan alternatif2 lain,  dengan potensi data yang udah masuk ke otak tapi keburu di drop oleh system 1, bahka  dengan approach ini kita bisa menyaring best of the best. Only pick the one that pass all the criteria. Do not rush your pick. Santai aja, market ga kemana-mana.

ps: jangan lupa bahwa outcome trade suka-suka market, jadi walaupun dengan melakukan hal diatas, ga menjamin you will not have a losing trade, or even miss a good trade.

semoga bermanfaat. jika bermanfaat, jangan lupa share tulisan ke teman-teman yang lain.

Older posts Newer posts

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑