Hear, Listen, See and Look

Hear, Listen, See and Look

Gunakan tes dibawah ini untuk menilai diri sendiri, silahkan respon “Ya” atau “Tidak” untuk masing-masing pertanyaan:

  • Saya menggunakan humor untuk mengalihkan pikiran teman / kerabat dari apa yang mengganggu mereka.
  • Ketika anak-anak saya berbagi masalah dengan saya, saya meyakinkan mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  • Ketika sabahat / teman / rekan kerja bercerita tentang masalah yang mereka hadapi dengan seseorang, saya menawarkan saran dari pengalaman saya sendiri.
  • Saya mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan lebih banyak informasi sehingga saya dapat menentukan solusi apa yang paling cocok untuk rekan kerja yang memberi tahu saya tentang masalah mereka.
  • Ketika orang berbagi masalah dengan saya, saya mencoba menganalisis apa yang salah dan memberi mereka beberapa saran.

Jika Anda menjawab “Ya” untuk salah satu/lebih dari pertanyaan diatas, you need to improve your listening skill. iya, perlu meningkatkan skill mendengar, selengkapnya baca disini

ga merasa ada yang salah? saya pun tadinya begitu, tapi menurut artikel dalam tautan diatas, “Hanya Karena Anda Mendengar Tidak Berarti Anda Mendengarkan” hmm… bingungin ya, coba kita enggriskan, Just Because You’re Hearing Doesn’t Mean You’re Listening.. rasanya jadi lebih jelas, ada perbedaan mendasar tentang hearing dan listening.

Jika ada perbedaan mendasar antara mendengar dan mendengar dengan fokus / memperhatikan, maka tentu hal ini sama juga dengan perbedaan antara melihat dan melihat dengan fokus., maksud saya perbedaan antara see and watch/look. bedanya apa? intended. watch / look adalah kegiatan yang direncanakan, kita mengalokasikan waktu, energi untuk melakukan hal tersebut. nah kalo see secara simple dapat di artikan anda to notice or become aware of (someone or something) by using your eyes. masi ga mudeng? see itu untuk hal-hal yang tidak bisa kita hindari. it just happen before your eyes.

lantas, apa hubungannya semua ini dengan trading?

sebelum dijawab, latar belakang saya menulis artikel kali ini adalah podcast dari the knowledge project with shane parish – the dying art of conversation. walaupun judulnya soal conversation, tapi benang merah pembicaraan adalah listening skill.. dibahas dalam podcast TKP bahwa profesi yang membutuhkan skill listening yang baik adalah penyanyi. to be a good singer, a composer, you need to have a good listening skill.. make sense.

pembahasan tersebut membuat saya berpikir, as a trader, we see the same chart, we use the same technique, but we perceive different information from the chart, semua itu karena kedalaman ‘looking skill‘ kita berbeda. atau jangan-jangan selama ini kita hanya ‘see-ing’ chart, bukan ‘looking’ chart? who knows.

jika kamu pernah melihat chart, lalu memutuskan beli. lalu katakan lah kamu rugi, lalu tidak sengaja melihat kembali chart saham tersebut terus tiba-tiba sadar, kok gue kenapa beli saham ini ya, kan chartnya jelek, kenapa kemarin keliatannya bagus.. ajaib seperti muncul informasi baru dari chart tersebut.. saya ga jarang mengalami hal tersebut. ga harus rugi, cuan pun begitu. udah cuan lumayan, lalu dijual, pasca dijual sahamnya pun koreksi. jadi ga ada rasa bersalah, tapi begitu we re-visited the chart saat rotasi terjadi yang menyebabkan si saham naik lagi, baru deh kita nyesel, kenapa gue jual ya waktu itu. padahal masi ok banget ni. dst dst.

bagaimana cara menghindari hal diatas?

mari merenung bersama.

semoga bermanfaat.

1 thought on “Hear, Listen, See and Look”

Leave a Comment