i’m a trader, not analyst

Kemarin data pengangguran US diatas ekspektasi, maka seperti yang sudah diduga hari ini sudah mulai rame bahas potensi naiknya interest rate lebih cepat dari jadwal (juni 2015). kenaikan interest rate dikawatirkan akan memicu outflow dana dari berbagai instrumen investasi. karena easy money yang dulu mudah diperoleh, mau dibalikin ke si the fed.

contohnya hingga desember 2014, jumlah kepemilikan obligasi pemerintah RI sebagian besar diantaranya (+50%) dimiliki asing. duit buat beli obligasi ini adalah duit gampang dari si the fed yang nyetak duit terus yang di pinjemin ke perusahaan di amerika. karena sudah ada kenaikan suku bunga. maka dari pada kena bunga, lebih baik balikin lah duit pinjeman ini. ya kalau ga dibalikin semua gpp. tapi minimal jangan terlalu banyak ngutangnya. takut kena bunga.

Hal ini berlaku untuk semua negara, khususnya negara tujuan easy money atau dapat disimpulkan bukan indonesia saja yang rentan terhadap gejolak ini. nah. karena bukan hanya indonesia. apakah amrik tetap akan memilih menaikkan lebih cepat? kalau negara berkembang pada bleeding. efeknya bakal ke amrik juga. so?

Harapan ke dua ada di Eropa. eropa sangat mungkin mengikuti kebijakan QE ala US. setau saya dalam proses menerapkan QE yang dimana ngeprint duit seenaknya lalu diberikan dengan bunga 0% hanya bisa dilakukan oleh negara dengan kriteria ekonomi tertentu. amrik si bisa. eropa itu gabungan banyak negara. kl soal bisa sih bisa. tapi apakah akan sukses? jangan jangan malah makin rusuh. tapi kemarin si draghi sudah bilang soon enough mereka akan segera memutuskan. nyaris pasti lah QE eropa. nah duitnya bisa jadi ke indonesia juga. tapi apa ke indonesia? ga ke india aja?

dari negara berkembang lainnya. india adalah negara berkembang yang sedang hot. modi sang presiden baru membuat india sangat menarik untuk tujuan investasi. jadi duit QE eropa mengalir kemana juga tergantung kondisi fundamental negara tujuan. nah untungnya presiden kita juga sadar tahun depan ekonomi dunia akan potensi melambat karena terkena dampak normalisasi ekonomi amrik. makanya doi memperbaiki kondisi fundamental dikit dikit. beban subsidi di kurangi agar fiskal lebih longgar. walaupun baru belum kerasa kinerjanya, tapi ancang ancangnya sudah cukup baik. lihat gimana upaya pemangkasan disana sini yang dilakukan, semata mata agar bisa kerja dan “duit kita cukup kalo tiba tiba sakit” plus ini juga bisa sebagai daya tarik bagi investor untuk tetap investasi di indonesia.

itu tadi intro kondisi makronya. serem ga? itu belum bahas index china, US dan IHSG yang dianggap overvalued. belum lagi bahas harga minyak, ekonomi russia yang katanya mau resesi gegara harga minyak, pengaruh dollar yang terlalu kuat terhadap harga komoditas. dan lain lain dan lain lain. banyak deh. intinya sih sekarang bahasan makin rame tentang potensi crash. the correction is imminent kalo kata bloomberg. tapi itu US sekarng mau masuk psikologi 18000. kita sedang testing all the time high. china? wah saya ga tau.

lantas gimana dong nih. apa sudah saatnya jualan pelan pelan mumpung mau window dressing? apa kita berenti trading dulu sampai sikon membaik? pindah ke sektor riil? tunggu crash beneran, baru masuk!?

tulisan 5 paragraf ala analis fundamental diatas buat trader cuma satu solusinya. pasang stoploss / trailing stop. 

jika memang akan terjadi crash, bahasa kerennya the market discounts everything. yes, everything. so pasang trailing dan sit tight.

udah ah, besok besok kalo baca tulisan tentang makro ekonomi lagi. sudah tau kan mau gimana. itu pembahasan diulang ulang. PE ratio lah, GDP lah, bla bla bla bla… panjang. but its good. gue sendiri karena swing juga harus ngikutin makro ekonomi. minimal tau suku bunga ama angka inflasi.

btw saya sore ini baru beli kitab sucinya investor. the intellegent investor – benjamin graham. gramedia baru rilis lagi. rencana saya akan tulis apa yang saya pelajari tiap bab. see ya.

2 Comments

  1. wah..sama pak
    kemaren jalan2 ke gramed*a nemu buku nya graham udah cetak ulang lagi :mrgreen:
    mantapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑