Istiqomah akumulasi

hai, awal januari lumayan bumpy yah ūüôā koreksi dalam di ikuti rebound yang lumayan, di index US juga begitu, kayaknya january ini akan cukup bumpy untuk kita. index sensitif banget terhadap berita, mana responnya pasti kalo ga naik tinggi ya turun tinggi aja. strategi untuk market yang volatile begini sesuai dengan kebutuhan, SL sepertinya harus cukup longgar agar engga kena gocek, soalnya suka gap up / gap down. kita ga boleh terlalu reaktif untuk pasar yang sedang sensitif begini. hari ini minus 2-3% bisa saja di ikuti gain 4% di ke esokan hari. kalo IHSG lagi koreksi, mostlikely saham pada idem koreksi juga, karena ini volatile maka kecenderungan support / SL di tembus cukup tinggi, jadi emang harus disesuaikan mental dan strategi untuk pasar seperti ini.

Dua data yang bikin market panas dingin adalah : harga minyak yang belum bottoming memberikan ketidak pastian, bikin sell of emiten energi di US sana. yang akhirnya bikin DOW koreksi terus trader IHSG yang percaya IHSG dan DOW berkorelasi pada jualan. selain harga minyak, data ekonomi US yang akan menjadi dasar kenaikan suku bunga juga bikin semua investor pada hati hati. good news is bad news pokoknya. pada berharap data nya jelek, sehingga ga ada alasan untuk the fed menaikkan interest rate lebih cepat / lebih tinggi dari jadwal.

Minggu depan sepertinya akan cukup menentukan, apakah rekor tertinggi IHSG akan ditembus atau kita akan kembali menyapa support. silahkan lihat chart dibawah.

IHSG pekan ini

kalau di hitung berarti ini percobaan ke 4 untuk nembus rekor IHSG, asumsi ane, semakin banyak percobaan penembusan dari sebuah support / resisten maka angka probability nya akan semakin besar. ini asumsi yah, ga ilmiah. hahaha. kalau di lihat dari indikator si Stochastic sudah golden cross jumat kemarin, lalu MACD juga masih bullish. jadi semoga saja asumsi saya benar, minggu depan kita akan bikin rekor baru. ahayy!

Btw ngomong ngomong soal koreksi di saat volatile itu memang cukup menguji mental, lah IHSG minus banyak, jelas pada koreksi berjamaan alias ngetes support, saya yang punya $KIJA, $TAXI (sebelum di switch ke $ROTI), dan $ASRI lumayan deg deg ser juga. hehe. apa lagi si $KIJA, sampe ngetes 292 sebelum akhirnya di tutup 304 di hari jumat. untungnya saya istiqomah akumulasi jadi bisa tidur nyenyak weekend ini.

Istiqomah akumulasi untuk satu emiten tanpa tergiur emiten mentereng (baca : BUMN, big caps) yang juga sedang menguji support itu cukup sulit. mungkin inilah kenapa banyak trader yang jatuhnya punya suparmarket saham. saat sudah punya posisi, lihat big caps koreksi dalam, masa kita ga ngiler, lihat ABC, DCE mendekati support, tergiur. lihat GHI, JKL golden cross setelah koreksi pasti tertarik. jadi justru penyebab adanya portofolio supermarket saham adalah ketidak-istiqomahan kita untuk akumulasi.

Ga istiqomah juga terjadi pada saya di minggu kemarin. saya yang udah punya 3 emiten diatas akhirnya buy $ROTI. karena roti menyentuh trendline dengan candle doji. itu saya beli hari kamis. setelah dipikir dan di ingat ingat, kalau ga salah hitungan mbak ellen di @pakarsaham pernah kasih kultwit tentang potensi return dari jumlah portofolio yang sedikit ketimbang portofolio yang gemuk, jauh lebih menguntungkan yang ramping. jadi saya akhirnya memutuskan menjual salah satu dari 4 emiten di porto saya. lagi pula saya sudah pakai margin belinya, gara gara ga nyangka bid-nya kena :). jadi akhirnya si $TAXI yang kemakan jemurannya. padahal ya 4 4 nya menurut saya oke. malah ada 4-5 emiten lagi yang bikin ngiler untuk di beli. tapi keterbatasan dana coy.

Kembali ke konsep istiqomah akumulasi saat koreksi minor, hal ini menurut ane mirip dengan konsep jual saat naik, beli saat turun. namun ada 2 kriteria penting yang menjadi kunci harus dipahami agar secara mental kita ga terganggu dan menjadi pikiran. karena ga ada yang lebih mengganggu dari kepikiran apakah besok akan naik apa turun saham yang kita pegang. makan ga enak, tidur ga nyenyak, ibadah ga khusuk. kacauuu deh. imho, ini dia kriteria nya :

  1. Pilihan emiten yang uptrend. karena dari yang saya baca di twitnya bro kenzie sebastian, ada probability 75% untuk saham meneruskan trend nya saat terjadi koreksi minor. jadi pilihlah yang uptrend. itu angka 75% ilmiah. pkoknya cek aja di twitnya pak kenzi, doi cuplik dari buku kayaknya.
  2. Agar returnnya lumayan, maka pilih emiten yang harganya mendekati garis MA panjangnya, bisa MA 20, MA 50. atau bisa saja garis trendlinenya. contoh yang saat ini dekat dengan garis MA adalah ELSA, TAXI, KLBF,  dua pertama lagi ancang ancang mau rebound. yang KLBF belum ada tanda tanda rebound. contoh lain ya liat aja porto saya. KIJA dan ROTI saat ini masih nongkrong di garis MA. indikator tidak terbatas MA. bisa apa saja. tergantung kenyamanan anda. saya sih gunakan yang friendly ama si emiten. maksudnya dilihat sekilas si emiten selalu bergerak sesuai indikator, selalu nurut, golden cross naik, dead cross koreksi. mendekati MA panjang mantul dll dll.

Menurut saya cukup dua itu aja kriterianya, mungkin seharusnya ada satu lagi yaitu pilih sektor yang sektornya juga bullish. tapi terus terang saya jarang liat chart sektoral. harusnya ya diliat. mungkin kriteria memilih emiten dari sektor yang juga bullish atau sentimennya baik bisa digunakan jika yang kena watchlist kebanyakan, jadi bisa sebagai filter lanjutan

Alasan mengapa kriteria istiqomah akumulasi harus dilakukan kepada saham yang uptrend karena untuk mempecil kemungkinan menjadi investor dadakan. karena kita akumulasi nih. artinya sebagian besar dana akan di konsentrasikan. jadi sebaiknya cari yang uptrend. atau kadang trader juga suka yang FA nya bagus, biar kalau nyangkut, itu nyangkut terhormat. semua tergantung kenyamanan anda. mau digabung juga boleh, yang FA nya bagus dan updatrend. how about that?

Alasan selanjutnya untuk kriteria nomor dua sebenarnya agar lebih berasa gainnya. dengan asumsi si emiten meneruskan trend naiknya maka menurut hitungan saya potensi gain dari emiten yang nyaris deadcross namun rebound memiliki potensi gain lebih bagus. unless dibandingin ama yang hyper bullish macam konstruksi y. misalnya PTPP, kalau kita keukeuh buy hanya dan hanya jika nungguin harga mendekati MA panjangnya kayaknya bakal lama. jangan jangan saat sudah mendekati garis MA ternyata powernya udah abis alias sudah masuk stage 4. lagian gain 2-3% sebulan cukup lah. dikali 10 aja udah banyak banget itu.

Hal lain yang mungkin bisa ditambahkan sebagai filter adalah indikator selain MA. bisa MACD atau Stochastic. biar makin yakin gitu. saya sendiri adalah pengguna stochastic. liat deh chart IHSG diatas. lihat yang golden cross di daerah oversold. bego begonya kita ikutin cuma stochastic aja, ga pake MACD dll seperti gambar diatas rasanya udah cuan banyak kan. ? syaratnya cuma satu, buy yang golden cros di area oversold. titik. jadi maksudnya adalah anda bisa saja menambahkan indikator tambahan agar lebih pede. jangan lupa backtest ke belakang. itu indikator friendly ga ama si emiten. kadang suka cocok cocokan. hehe

ngomong ngomong, istiqomah akumulasi juga sama beratnya dengan istiqomah doing nothing. alias menunggu koreksi. saya udah lama ga kosongan. dari desember selalu diatas 50% dana sudah kepakai. ini bahasannya panjang juga. perlu kondisi psikis yang cukup matang agar bisa mengendalikan diri untuk ga punya posisi. btw anda sendiri sudah berapa lama ga kosongan?

oke, saya rasa cukup nih. mari kita recap : tujuan istiqomah akumulasi semata mata manajemen risiko. potensi loss terbatas. potensi gain lebih baik ketimbang portofolio gemuk. enak to?

PS : the schemer is more than analyst.

2 Comments

  1. hai mas arief, akhirnya ada postingan baru ya.
    januari yang bumpy! bener banget. kalo udah bumpy gini mending jagain lilin eh jagain saham gorengan aja yg ga bergantung ihsg. Yang harian gitu saya suka CPRO n DSFI, tp jgn banyak2. Tadi pagi baru aja jual porto di SIAP dan WSKT. Sedih deh ga ada yg tebel lg di porto, tapi gapapa lebih baik cuan di tangan drpd di porto kan. yah karena prinsip saya beli saat MAU naik, jual saat MAU turun makanya jual sekarang pas nembus support. Berlawanan ya sama prinsip mas Arief.

    minggu ketiga desember saya sempat 25% porto, tapi sebelum libur malah belanja WIKA. Seneng deh komentar disini sekalian review. Januari ini saya belum belanja yang serius, cuma beli gorengan pagi trus kabur pas diatas. Semoga nemu lagi yg model SIAP gitu. Ada satu saham di porto saya, naiknya lamaaa tapi chartnya bikin penganut FA pasti seneng yaitu SSMS. eh seneng ga sih? apa FA ga liat chart?

    • saya hanya TA mbak, murni chart, ga pake FA. yang belajar FA pacar saya ūüôā

      saya sampe sekarang masih ga berani main gorengan, ada temen saya suka ngajakin masuk di tram ama invs. dia udah cuan puluhan persen, tapi saya tetep aja takut. takut sport jantung :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑