Leveling up : scared money

Minggu lalu saya nemu tulisan bagus (url-nya di bawah). tulisan tentang kesulitan terbesar menjadi trader. apa itu? eksekusi. yup. emang betul. jadi ditulisan tersebut sean (penulis) curhat soal kegelisahan doi soal kemampuan mengeksekusi trading plan.

Padahal, menurut doi, kemampuan dia dalam stock pick cukup jitu. bahkan dituliskan bahwa probability-nya sekitar 85-90%. yoi banget ya. ybs mencontohkan beberapa stock pick nya yang sukses, intinya si disimpulkan bahwa :

if I acted on my information, I’d probably be a millionaire by now – kata doi

ada disini yang merasa seperti itu? merasa stockpick lumayan jitu (ngacung) , tapi tidak di eksekusi (ngacung) ,  atau terlalu parno untuk hold swing lebih lama (ngacung) . cut profit to soon. (ngacung) dan seterus-nya dan seterusnya. ada? ada?

ada disini yang trading untuk gaining wealth? maksudnya emang buat jadi kaya (ngacung lagi), atau ya minimal 10-20x gaji (ngacung tinggi tingii). biar tidak takluk kepada kemunafikan, dan tetep bisa naif sama mindset yang berlaku umum. (halah, apa sih) ada? ada? ada?

jadi baiknya saya jelaskan dulu, saya kan kerja ni, take home pay si lumayan, jadi pengennya, jika saya memang harus berkorban untuk belajar dan menjadi trader. i hope it’s worth it. kalo nyari tambahan 1x-2x gaji. si awak dines aja. ga usah trading, mending fokus di bisnis lain aja.

intinya si : jika anda seperti saya yang bertanya tanya, mengapa profit saya dibawah ekspetasi?

jika anda seperti saya yang ingin trading for living, terus mikirnya butuh dana lumayan banyak. padahal ya banyak itu relatif (biasanya pada nganjurin xxxjuta. jadi walaupun cuan cuma satu digit persen tetep cukup lah sebulan)

jika anda merasa seperti diatas, dan bercita cita sama seperti saya. saya rasa jawabannya adalah kita harus leveling up yaitu dengan menaikkan toleransi kita terhadap potensi kehilangan uang. 

I was playing with scared money. It wasn’t that I was under-capitalized, my issue was that I wasn’t willing to lose. I couldn’t stand the thought of the market moving against me even in the slightest. A dumb ass way of thinking, I know.

ini quote yang bagus banget, fokus si penulis emang masalah eksekusi, tapi psikologi tentang tingkat composure kita terhadap kehilangan uang ini sangat menarik.

contohnya saya ni. saya dalam sebuah posisi. tingkat nyaman saya untuk sebuah posisi biasanya 20% capital dengan stoploss 2%. itu artinya saya sepakat bahwa hanya berani kehilangan 2% dari 20% capital tadi. jika di balik, maka artinya saya sepakat HANYA UNTUNG sekian persen(ini disesuaikan dengan target) dari semua potensi yang ada. 

ngerti ga? efeknya berlaku dua arah. ke potensi rugi. dan ke potensi untung.

perlu di ingat, bukan berarti kita harus melupakan manajemen risk, atau money management. tapi ini soal composure kita terhadap potensi loss atau bahkan composure kita terhadap potensi berkurangnya profit.

imho, ketakutan terhadap potensi loss, atau terhadap potensi berkurangnya profit ini secara alam bawah sadar menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan.

solusi-nya? belajar ikhlas. tanamkan dalam mindset anda siap dan ikhlas jika loss. bahkan jika seluruh capital anda tersapu habis.

ekstrimnya si harusnya ni mindset kita adalah duit di porto itu emang duit dingin banget. sejak anda setor pertama, deep down anda harus sepakat dengan diri anda bahwa saya siap kehilangan semua nilai tersebut.

I came to the realization that I have nothing to lose. The only way to gain what I truly want is to lose what I currently have. If I want a better life, I had to lose the current comfortable life. Worrying about the money, as it turned out, was simply a way to remain in my comfort zone.

Perubahan terjadi jika anda keluar dari zona nyaman, keluar dari zona nyaman sudah barang tentu membuat hati deg degan, ga nyaman, mual, dst. namanya juga melakukan hal yang melebihi tingkat toleransi.

Untungnya, perubahan bisa bertahap, kuncinya konsistensi. biar jadi habit. jika di-ibaratkan kita terkunci dalam lingkaran zona nyaman. ya dengan konsistensi mencoba, setidaknya lingkaran zona nyaman kita akan membesar, seiring dengan meningkatnya tingkat toleransi kita.

inti artikel ini si soal tingkat composure terhadap potensi loss dan potensi gain. saya rasa hal ini cukup penting. semoga bermanfaat ya. hehe

btw. saya pengen banget indonesia punya blog tentang market, macam seeitmarket gitu. ga usah bahas stockpick, yang dibahas metode, formula, sistem, ya boleh lah bahas outlook. kira kira anda mau ga join dengan saya sebagai kontributor? ini non profit. semata mata demi kemajuan trader indonesia. hehe.

kalo berminat, boleh kontak saya di arifw.affandi@yahoo.com ya.

ini link artikel aslinya : https://seantcarter.wordpress.com/2015/07/09/the-hardest-part-about-being-a-trader/

Leave a Comment