sekitar dua minggu lalu, dunia maya dengan baik hati mempertemukan saya dengan sebuah situs keceh, mojok.co, sebuah portal tulisan nakal namun banyak akal yang dibalut dengan tulisan satir nan sarkas ala mojok, bagi saya yang suka berselancar karena akses internet terlalu memadai (suoomboonge rek!), website kumpulan artikel jenaka dengan tulisan ciamik seperti ini sangat dibutuhkan keberadaannya! buat saya, indonesia saat ini darurat website layak baca. jika anda rajin berselancar, saya yakin untuk situs dari indonesia paling banter anda hanya berputar di kompas, tempo, detik, lalu kaskus dan berakhir di lini masa social media, ya to? speed internet 3g-4g taik kucing! indonesia darurat website layak baca!

termotivasi setelah menemukan banyak artikel bagus, weekend lalu saya memutuskan mampir ke toko buku untuk mencari buku panduan menulis, iya, saking gembiranya membaca artikel nakal dari mojok, saya ingin jadi penulis, hehe. satu buku yang saya beli adalah buku out of the truck box nya mas iqbal, iqbal ahi daryono, saya beli karena tertarik tulisa body copy dibawah judul si buku “petualangan tki supir truck di australia dan lamunan liarnya”, apalagi pengantarnya di tulis puthut ea, ketua suku mojok, layak dibaca nih, begitu batin ku saat membeli.

dugaan memang terbukti, tulisan mas iqbal memang bernuansa mojok-ish, nakal dan cerdas, namun karena tujuan saya mempelajari cara menulis, maka selain kisah yang dituliskan, cara menulisnya sangat saya perhatikan, struktur, gaya bahasa, karakter penulisan, dst. satu pola menulis mas iqbal yang saya tangkap adalah ybs selalu memberi paragraf-paragraf intro sebelum masuk ke pesan utama.

contohnya di tulisan “rahasia kebijakan supir truk sedunia”, diawal tulisan mas iqbal bercerita terkadang mengajak anaknya untuk ikut menemani ybs mengendarai truk, ybs ingin anaknya dapat berlatih berpikir dengan persepktif lebih luas hanya dengan duduk di dapur kemudi sebuah truk, keren kan? eits, elaborasinya lebih keren lagi loh. menurut mas iqbal, duduk di supir truk berbeda dengan duduk di mobil pada umumnya, karena dengan dengan ban dan body yang cukup besar, posisi duduk supir truk tentu lebih tinggi ketimbang mobil lain, ini memberi si supir truk perspektif yang lebih luas ketimbang supir lain. itulah kenapa menurut doi, supir truk lebih bijak, karena perspektif-nya lebih luas. hehe. lalu doi mengelaborasi ke contoh yang lebih umum, contohnya saat pilpres 2014 saat probower dan jokower yang seringkali tidak terbuka dan memaksakan perspektif masing masing, lebih memilih bersebrangan bahkan memutus silaturahim ketimbang duduk lebih tinggi dengan berdiskusi dan melapangkan perspektif bersama. paragraf penutupnya adalah kisah orang bijak dari iran yang mengilustrasikan kebenaran itu seperti cermin, dijatuhkan dari langit kebumi oleh tuhan sehingga pecah dan berserakan, lalu setiap orang sibuk membawa pecahan kebenaran dan tentu mengklaim kebenaran yang dibawa-nya lah yang paling benar. nauzubillahi minzalik! pkoknya buku ini keren deh, beli dan baca bukunya mas iqbal ya.

jika dianalisa, materi tulisan tentang supir truk yang duduk lebih tinggi ketimbang supir mobil lain diangkat menjadi cerita dengan pesan moral luar biasa keren jelas menunjukan si mas iqbal ini cerdas nan suka melamun, materi awalnya pun sangat sederhana dan pribadi. hal ini menurut saya ga bisa di contek, jika ingin menulis sekeren ini, anda harus mengulik apa yang anda punya sebagai materi awal. tujuannya tentu agar tulisannya lebih intim dan menjadi milik anda. pendeknya adalah, sudah sepatut materi tulisan kita merupakan pengembangan dari hal hal yang memang kita alami dan kita rasakan.

lebih jauh, mas iqbal juga memiliki gaya analogi khas mojokdotco, membaca tulisan dengan teknik komparasi, perumpamaan nakal atau sekedar mengutip buku sumber sumber antik memang membuat tulisan semakin menarik. tapi, yang menarik bagi saya adalah, mengapa pengetahuan mereka (mas iqbal dan penulis kece lainnya) bisa sangat luas, kok bisa-bisanya mereka tau dan mampu menyelipkan sejarah keren tentang rumah gadang di padang merupakan sebagai simbol alexander the great yang juga cucu murid si plato ke dalam sebuah cerita tentang teman sekantor. iya, bener, dan satu lagi. nusantara adalah atlantis. keren kan? coba baca “vic and alex : a love story”.

sejak jaman sd saya sudah rakus membaca, sebagai anggota perpus daerah ntb, tak terhitung pula berapa kali saya harus mengganti lembar rekap peminjaman buku karena sudah tidak muat. kehilangan sepeda wim cycle andalan tidk memutuskan keranjingan saya datang ke perpus yang berjarang sekitar 15 km. namun, yang membuat sedih adalah saya sepertinya ga punya modal knowledge yang bisa di-main-kan dalam tulisan, mungkin punya, hanya belum tereksplor. mungkin modal yang ada dalam diri saya jauh berbeda dari apa yang sering saya baca, karena smp-sma saya di pesantren, lalu saat kuliah saya si an-sos manusia lab.

saya memiliki dua asumsi tentang jurang pembeda kemampuan menulis keren ala mas mbak penulis keren di mojok dengan saya yang tidak lebih dari retakan tembok ini. halah.

asumsi pertama, pengetahuan keren yang di sisip dan mainkan dalam tulisan itu mereka dapat dari riset, jadi setelah mendapat materi awal, mereka melakukan riset untuk mencari materi pendamping sebagai materi komparasi, perumpamaan nakal atau kutipan. asumsi kedua-dan ini yang paling mungkin, perbedaan kami (saya dan para penulis keren) memang masalah kualitas bacaan dan pergaulan. walau baru separuh buku mas iqbal yang saya baca, tapi jelas saya bisa menyimpulkan doi ini orang dengan teman teman pengetahuan luas. kualitas percakapan dan diskusinya jangan disamakan dengan saya yang kerjaannya hanya bergunjing soal amplop akhir tahun. hina!

intinya si, sejak baca mojokdotco saya terpancing untuk kembali menulis, iya, semasa kuliah saya rajin menulis, nyaris tiap hari menulis, maklum, saat itu sedang getol-getolnya mengembangkan website pribadi, backtrackbox.com, sebuah blog enggris yang khusus membahas keamanan jaringan komputer, tujuannya semata mata demi recehan dolar dari mbah google, di penghujung masa kuliah, saya berhenti menulis, website-e tak dol 3500 dollar. mengutip embah pramudya (biar keren ngutip orang beken) “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. uhuy.

imho, esensi dari menulis adalah penyampaian pesan, teknik menulis adalah bumbu penyedap, semakin ciamik bumbu pelengkap, harapannya pesan yang disampaikan dapat di terima sekaligus dinikmati oleh pembaca. sebagai penutup, saya kasih yang reflektif, biar tulisannya terasa lebih berbobot getoh. “Saya menulis bukan hanya untuk dunia, tetapi juga demi akhirat saya” – helvy tiana rosa

——————-

ditulis sambil nyambi nyeruput kopi toraja tanpa gula, pait bukan main. oiya, barusan saya baca tulisan mas kokok soal buku ini juga, tolong jangan dibandingkan, apalah saya ini, terakhir. tulisan di atas genap 1000 kata. asli tanpa rekayasa!

——————-

abis di baca lagi, ngos ngosan bacanya, payah.