Pernah dengar apa yang disebut trading edge? dibanyak buku dan tulisan, disebutkan bahwa seorang trader harus memiliki edge untuk dapat sukses mengarungi dunia saham. edge sederhananya adalah keunggulan. bisa metode, teknik, keterampilan, sifat,  atau apapun itu yang membuat anda punya positif expectancy.

apa itu expectancy?

Expectancy gives you the average R-value that you can expect from a system over many trades. Put another way, expectancy tells you how much you can expect to make on the average, per dollar risked, over a number of trades.

intinya, rata-rata return yang diharapkan dari setiap rupiah resiko yang kita alokasikan, atau rata-rata untung atau rugi yang diharapkan berdasarkan data trade kita.

contoh: jika expectancy anda adalah 1R. maka setiap 1 rupiah yang diresikokan untuk saham yang anda beli, anda punya potensi return 1 rupiah. dan jika expectancy anda negatif, misalnya -0,5R, maka setiap 1 rupiah yang di resikokan, berdasarkan rata-rata return yang menjadi data dasar, anda punya potensi mendapat rugi 0,5 rupiah.

jadi sebelum menjawab apakan kita punya edge atau tidak, kita harus tau apakah kita punya expectancy positif atau negatif.

jadi pertanyaannya sekarang, bagaimana mengetahui apakah anda punya positif / negatif expectancy? untuk mengetahui hal tersebut, anda butuh beberapa data, misalkan kita ingin tahu berapa expectancy saya sejak bulan januari 2018.

  • data pertama yang dibutuhkan adalah jumlah trade anda sejak januari 2018.
  • lalu pisahkan berapa kali yang cuan, berapa kali yang rugi
  • hitung berapa persen yang cuan,
  • hitung berapa persen yang rugi.
  • hitung berapa rata-rata nilai cuan dari seluruh trade yang untung
  • hitung berapa rata-rata nilai kerugian dari seluruh trade yang rugi

lalu hitung dengan rumus : Expectancy = (Probability of Win * Average Win) – (Probability of Loss * Average Loss)

jika hasil perhitungan positif, maka anda punya positif expectancy = punya edge, atau return positif dari trades anda sejak januari 2018,

jika positif anda boleh berharap akan cuan terus selama tidak mengubah metode / pendekatan trading, karena berdasarkan dari sampel data januari – april (misalnya 300 trade) , menunjukan dari setiap 1 rupiah yang di resikokan di 300 trade, jika diakumulasi banyakan nilai rupiah untung. jadi secara overall anda untung. (walaupun ada yang rugi ada yang untung)

dan jika hasilnya negatif, berarti akumulasi nilai kerugian lebih tinggi dari nilai cuan.

jika anda memahami penjelasan saya dari awal artikel, anda akan memahami bahwa hubungan edge dengan expectancy sangat erat, bahwa klaim anda punya edge harus dibuktikan dengan positive expectancy.

dan positive expectancy sangat berhubungan dengan metode / pendekatan trading. namun jangan disimpulkan bahwa jika hasil perhitungan expectancy hasilnya negatif maka anda harus mengubah metode / pendekatan trading. kesimpulan ini tidak tepat. 

karena bisa saja metode anda memiliki positive expectancy, cuma anda aja yang ga disiplin, jadi yang perlu diubah adalah kedisiplinan mengikuti trading plan. dst.

so in my humble opinion, pertanyaannya mendasarnya bahkan sebelum ditanya anda punya expectancy positif atau negatif.. regardless your approach mau teknikal atau fundamental kek… apa anda punya sistem trading yang jelas?  jika tidak, sory to say, no you don’t have an edge

semoga bermanfaat.