Jika anda perhatikan minggu lalu candle weekly IHSG naik sekitar 2.8% dan minggu ini di tutup -2.9%. maka rasanya kita bisa sepakat 2 minggu ini market sedang sideways. jadi jangan heboh soal ekonomi atau rupiah yang terus-terusan melemah dulu, apalagi sampai komen musti ganti presiden.. lebay.

sejak minggu lalu, underlying mood di market menurut saya memang agak berubah. terutama tanggal 9 dan 10 mei, dimana dua hari tersebut terjadi akumulasi hingga 1.5x rata-rata 20hari. di tanggal 10 market bahkan sempat menembus resisten 6015 yang menurut saya jika harga di tutup di atas nilai tersebut, kita boleh curiga market mau berhenti koreksi. eh ternyata gagal.

market saat ini ada range projection 127 dari dua titik tarikan fibo yang berbeda, yaitu 6006 dan 5755.

jadi sebelum ribut-ribut soal ekonomi, rupiah apalagi politik. selama harga masih berkutat di area diatas, maka faktanya harga masih sideways. akan kemanakah harga ihsg? ga ada yang tau. jangan percaya dukun-dukun di grup. apalagi modal katanya atau feeling, satu catatan penting jika anda membaca analisa makro ekonomi, khususnya yang menghubungkan satu aset dengan yang lain, selalu ingat bahwa Correlation does not imply causation. go google it.

anyway, tulisan ini bukan soal ihsg, namun soal overtrading, salah satu penyakit kronis seorang trader. kenapa saya menulis hal ini? karena minggu lalu saya yang punya 0 inventory stock, tau tau jumat ini punya 17 stocks in my portfolio. i gone 0 to 17 in one week! (sebenarnya sejak 9mei)

seperti yang saya singgung diatas, sejak 9mei, saya memperhatikan underlying mood market berubah, karena buy rule saya ada beberapa yang ter-trigger. PTBA, dan WOOD dibeli di tanggal tsb.

lantas sepanjang minggu ini saya borong di sektor mining dan konstruksi.. literally borong, saya punya nyaris pemain inti di mining. PTBA, ADRO, HRUM, DOID, BUMI. (bumi terjual kemarin. sedangkan saya ga masuk ITMG karena risk rasionya menurut saya tidak sepadan). plus geng konstruksi WIKA, WSKT, WSBP, PTPP, WTON. cuma ADHI yang ga kebeli, itu juga ga saya beli karena bingung kenapa semua kebeli.

mungkin ada 2 isu yang bisa kita bahas,

  • apakah yang saya lakukan termasuk overtrading?
  • kenapa saya beli sepaket saham konstruksi dan sektor mining?

mari kita jawab yang nomor 1 terlebih dahulu.

overtrading, menurut investopedia adalah excessive buying and selling of stocks.. di definisi ini rasanya lebih mengarah ke isu penggunaan modal yang berlebihan, menggunakan margin sehingga death by commission. 

sedangkan menurut newtraderU : Overtrading is when a trader takes a trade based on fear, greed, desperation, or ego instead of a valid entry signal. definisi ini lebih mengarah kepada ketidakmampuan mengendalikan napsu membeli padahal belum muncul valid entry signal. 

jadi apakah saya overtrading? jika mengacu kepada definisi yang pertama, well, utilitas capital saya belum 100 persen, walaupun memang hampir 100 persen. masih ada 10% lagi nganggur.. bagaimana dengan hasil pembelian? so far so good. my capital floating positif cukup lumayan. kecuali besok geng mining dan konstruksi ambruk.

jika mengacu kepada definisi yang kedua,.. hmm.. saya rasa semua buy rule saya valid.. walaupun sistemnya tetap  buy strength, memang ada yang berbeda dari pendekatan saya membeli. di core sistem saya, pembelian valid jika adx menguat 3 kali berturut-turut, karena di periode saat ini kriteria tersebut sulit tercapai dan terbatas. maka saya membuat sistem baru. dan semua pembelian diatas sesuai rule baru tersebut.

so, safe to say jika saya tidak over trading. karena semua pembelian sesuai rule. lagi pula jika anda baca di banyak artikel, tanda-tanda orang overtrading adalah selalu mantengin market atau selalu kepikiran ttg portfolio mereka karena biasanya over margin dan deep down mereka tau mereka melanggar sistem. makanya cemas.. saya? di weekdays, saya adalah seorang pegawai, jadi lumayan sibuk kerja. apalagi mulai tengah tahun begini. repot.

btw apa penyebab overtrading? Boredom. kebosanan. terlalu banyak lihat market. tidak sadar bahwa anda bosan. lantas lalai. kebosanan saya rasa juga merupakan penyebab nomor 1 akan micro manage. ini juga berbahaya.

oke lanjut…  kenapa saya beli sepaket saham konstruksi dan sektor mining? kenapa ga di fokuskan saja dengan yang terbaik! kan lebih nampol. PTBA adalah saham mining pertama saya di 2 pekan ini. kenapa ga fokus di PTBA aja?

saya sudah beberapa kali berkontemplasi terkait pertanyaan diatas, karena memang kelakuan beli saham-saham di satu sektor adalah hal yang sering saya lakukan.. untuk menjawab hal tersebut, kita jawab dulu beberapa hal.

bagaimana saya membeli saham?

saya punya sistem, disebut capt. jack sistem, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebuah saham untuk dapat muncul sebagai valid buy signal. salah satunya yang disinggung diatas, yaitu soal adx yang menguat… intinya, ada sistem yang dipakai.

maka saat sebuah signal buy muncul , saya melakukan evaluasi, jika hasil analisa menyimpulkan bahwa fakta di chart menunjukan sesuatu yang favorable, maka tinggal set beli otomatis.. kegiatan evaluasi market dilakukan setiap malam.

jadi semua saham yang masuk ke dalam portfolio adalah saham-saham dengan valid entry signal.

lantas pertanyaannya, kenapa tergabung dalam satu sektor?? 

metode screening saya itu top down. always start with a strongest sector. jadi ‘kelakukan’ membeli banyak saham di satu sektor yang sama adalah efek samping dari pendekatan tersebut.. jika anda punya akses ke chart rotasi sektor, bisa anda ketahui bahwa mining saat ini sedang berputar balik dari weakening menuju leading dengan speed luar biasa. jadi maklum lah ya… karena sektor mining kan itu-itu aja. dilalah semaunya muncul valid buy signal. yaudah. ga mau sok pinter.. tinggal beli aja..

kenapa tidak di konsentrasikan di satu saham??

nah ini berhubungan dengan risiko, untuk setiap pembelian yang lakukan. saya punya maksimum resiko yang sudah dibatasi, maka jumlah lot yang dibeli disesuaikan dengan potensi risiko tersebut, jadi saat membeli PTBA, artinya risiko sudah dibatasi 1R..

apa ga bisa nambah, tentu bisa, tapi ada kriterianya untuk nambah di satu saham. misalknya harus menunggu dulu floating. contohnya PTBA, saat penembusan 3600 kemarin. saya avg up.

dengan menjawab pertanyaan diatas, rasanya kita bisa mahfum kenapa diportfolio saya ada beberapa sama dengan sektor yang sama, ya maklum karena sektor tersebut lagi ‘hot’ dan semuanya memberi signal buy. karena harus disiplin ya jadi dibeli aja.

but still, gone from zero to seventeen in short period of time is pretty reckless. 

bagaimana menurut anda? saya overtrading atau tidak? ada saran untuk mengatasi pembelian berlebihan di satu sektor yang sama?