Aliran trading saya sangat mengikuti oleh 2 buku dan 1 blog. buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT’ dan blog www.rencanatrading.com oleh bapak satrio utomo. pak satrio menggambarkan bahwa trading harusnya simpel. ga ribet. karna kita bukan analisis, kita trader. satu buku terakhir yang membentuk mental / emosi saya dalam trading adalah ‘trading in the zone’ karya Mark douglas.

Dalam buku mark douglas ada satu kalimat yang selalu menggelitik ingatan saya dalam tiap positioning / stock pick saham. ‘the more you know the less you’ll get‘. sebelum saya jelaskan lebih lanjut saya perlu cerita bahwa 3-4 stock pick terakhir saya selalu loss. itu kira kira akhir mei lalu. sejak awal bulan juni saya full cash. karena sentimen piala dunia dan debat ini membuat IHSG alay. saya memilih full cash.

the more you know the less you’ll get‘.

Balik lagi ke kalimat pendek diatas, menurut opini saya, sebagai seorang trader tidak bijak untuk kita terlalu banyak informasi. seriously, semakin kamu banyak tau, semakin tidak relevan justifikasi kita terhadap infomasi yang diberikan oleh chart. kecenderungan mempertimbangkan hal lain yang ga nyambung sangat tinggi. ingat ya, ini hanya opini saya saja.

As a trader dengan time frame pendek seharusnya memang sangat mengandalkan chart saja. saya misalnya hanya mengandalkan chart DJI, HSI dan STI untuk sentimen regional. chart IHSG untuk penentuan hold and buy dan tentu berbagai informasi macam GDP, neraca perdagangan, angka inflasi untuk mid term sentimen. karena saya swing trader, maka arah pergerakan IHSG sangat menentukan keputusan saya untuk buy, sell and hold. saya bahkan tidak mempertimbangkan laporan keuangan. iya beneran. by the way sejak 30 mei IHSG sudah tertekan namun kabar baik muncul saat penembusan resisten di tanggal 11 Juni. ternyata itu false signal buktinya dua hari terakhir IHSG break support. entah ini false signal atau tidak perlu kita tunggu di hari ke empat nanti. the rule of three dari pak satrio bisa digunakan untuk konfrimasi bahwa terjadi break. selama resisten atau support IHSG belum tercapai / ditembus saya akan full cash. ga peduli informasi lain yang muncul. enak to.

Ah, mohon maaf saya malah ga nyambung, sebenarnya ada 2 kenapa tulisan ini saya tulis. pertama adalah kegemesan saya dari rekan-rekan yang bergabung di salah satu website socmed trading di indonesia. menurut saya yang dibicarakan terlalu FA. kita loh trader. fuck FA. as long as kita main di bluechip ato second liner itu sudah ada yang ngitung FA-nya. ga usah repot-repot melakukan hal yang sudah dilakukan lembaga yang emang digaji / dibayar buat melakukan itu. well, kecuali kalau mereka memang investor atau tidak percaya dengan lembaga rating. by the way kalau memang investor, kenapa tiap hari liat chart. investor yang tiap hari onlen liat chart terus komen apa lagi tanya support dan resisten itu sih alaaay. Kedua dan yang menjadi alasan sebenarnya sih saya mulai alay. hahaha. mulai melenceng dan mempertimbangkan hal ga penting sebagai dasar stock pick. maka tulisan ini saya jadikan reminder untuk saya sendiri. begituuh.

Contohnya begini. baik kedua calon presiden mengedepankan pembangunan infrastruktur maka jelas. rekomendasi untuk mengoleksi saham emiten konstruksi cukup menggiurkan. atau saham farmasi menarik dikoleksi karena BPJS telah resmi dilaksanakan. menurut saya jika kita trader maka informasi seperti ini tidak bisa dijadikan dasar stock pick. kecuali kita investor maka ide ini menjadi cukup masuk akal. opininya sederhana. presiden terpilih. banyak pembangunan maka saham konstruksi naik karena pendapatan naik. untuk trader. opini ini tidak bisa dijadikan dasar. selama support dan resisten dan arah pergerakan menunjukan sell. ya sell aja. begitu maksud saya. as a trader yang kita butuhkan sudah diberikan oleh chart. volume. candle stick dan yang paling penting arah pergerakannya. naik, turun atau side ways. itu saja yang perlu diperhatikan. titik. nothing more.

Sudah magrib. sudah dulu y. untuk sentimen hingga saat ini IHSG support pertama 4850 sudah jebol. most likely menuju 4817 dulu baru rebound atau jika jebol juga saya masih ada 2 support yang mesti dijumpai. tapi begini jika 4817 ditembus maka akan menuju 4721 lalu rebound ke arah 4817 lagi sebelum mencium 4665. jadi kapan positioning? ya tunggu di 4721 aja deh karena 4817 sudah kedeketan. atau lihat h-10 / h-5 dari 9 Juli apakah IHSG masih koreksi. jika masih koreksi sebaiknya jangan main saham sampai 2018. hahahaha. kacooo.