f*cked up

Pernah lihat gambar diatas?

saya ga nemu narasi asli dari gambar diatas, tapi jika kita analisa, sepertinya anak2 digambar adalah murid dan si perempuan adalah guru mereka.. jika kita asumsikan maksud gambar diatas, sepertinya gambar diatas adalah ilustrasi soal bagaimana guru membentuk believe atau pemahaman murid. yang sialnya itu tergantung dari tingkat pemahaman si guru.

dianalisa lebih jauh lagi, semua murid akan ‘dipaksakan’ memiliki standar knowledge yang sama. a.ka sama dengan knowledge si guru atau minimal kurikulum… simpelnya jika gambaran diatas adalah gambaran sebuah sekolah, maka sekolah adalah produsen manusia dgn ‘standar knowledge’ sebaik kurikulum yang ada.

kita semua setidaknya memiliki keahlian standar hasil pendidikan formal,, keahlian yang dipelajari dari sekolah sesuai kurikulum seperti IPA, IPS, KIMIA dst. dalam kehidupan memang punya peranan, setidaknya ijasah mu bisa buat cari kerja.

namun tuntutan hard dan soft skill dalam kehidupan jauh lebih tinggi dari sekedar  ‘standar knowledge’ dalam kurikulum sekolah… kalo soft skill tergantung environment dan pergaulan saat sekolah. jika aktif di organisasi yang ujungnya melatih soft skill, hal itu malah bisa memberi edge lebih baik saat terjun di masyarakat. tapi tidak dengan keahlian standar hasil kurikulum..  basic skill dari ilmu dalam kurikulum mungkin cuma seujung kaki ilmu kehidupan.  malah cenderung cuma buat backup soft skill. rasanya yang penting itu attitude dan kemauan.. lainnya bisa di pelajari sambil jalan.

lu mau ngomong apa si paktua?

begini, sebenarnya punchline 4 paragraf diatas itu cuma 1, kita semua hasil produksi sekolah yang membentuk manusia dgn ‘standar knowledge’ sebaik kurikulum yang ada.. untuk sukses butuh kerja extra, tergantung kebutuhan ‘kesuksesan’ yang di incar… intinya, sebagai lulusan pendidikan formal, ilmu yang kita peroleh  ga cukup. karena ilmu yang dipakai saat ‘hidup’ ga cuma hasil pendidikan kurikulum sekolah beken mu itu.

terus hubungannya sama trader apa?

kita sebagai trader kan ga (belum) ada sekolahnya tu. biasanya jalurnya adalah belajar dari buku, ikut seminar atau belajar dari forum/grup. sehingga di dunia trading kebanyakan trader tidak punya ‘standardized knowledge’. 

misalnya untuk trader teknikal. basic knowledge seperti dow theory, support dan resisten, candlestick, fibo, moving avg, momentum oscilator, chart pattern, pivot point, ew, harmonic pattern, divergences, risk management, pos sizing etc.

untuk fundamental trader: bla bla bla.. (gue ga tau.. tapi pasti ada teori dasar yang musti orang orang tau).

katakanlah kita tau beberapa, artinya kita tau sebagian dari kurikulum.. misalnya tau dari buku atau di grup / forum.. berhubung baca buku, atau join grup itu ga ada yang share ilmu secara runut seperti kurikulum di sekolah. maka ilmu kita lompat-lompat dan tergantung tipe yang sharing. it just make it worse.

padahal jika sepakat dengan 4 paragraf pembuka, standar knowledge ga akan membawa kita kemana-mana. well, jika kamu mau jadi average people ya gapapa, tapi dalam trading, you can’t be average people if you want to succsess..

do you get it? standar knowledge aja ga punya, gimana mau sukses.

eits bukan berarti punya  standar knowledge artinya kita bakal sukses, kita harus bergerak beyond that.. karena sama seperti ilmu kehidupan,  standar knowledge yang lu pelajari di seminar atau kurikulum babypips itu baru ilmu dasar. just make you average trader. dan kita tau mayoritas trader itu fail. dont be average guy

jadi imho,  kita memang musti rela belajar standar knowledge di dunia trading untuk sekedar kecewa bahwa dalam trading menuntut tidak hanya pengetahuan, tapi juga pemahaman.. 

alurnya kira kira begini.

jika anda habis ikut seminar, join grup atau apapun yang mengajarkan yang basic-basic. jangan protes kenapa ga langsung cuan atau mungkin langsung cuan tapi kenapa ga konsisten dst. karena begitu lulus seminar anda baru jadi lulusan sekolah dengan standar knowledge yang tidak hanya tergantung kurikulum yang dipelajari, tapi juga dari tingkat pengetahuan dan pemahaman si guru. anda baru jadi murid di gambar pertama.

maka jangan sewot sama orang yang analisanya berbeda dengan anda. mungkin ada yang analisa ew, pakai fibo, pakai semua indikator, atau malah pakai bulan bintang, pakai perputaran planet.. jangan memaksakan pengetahuan standar lu ke believe orang lain… indahnya trading, ga ada pakem yang berhak bilang mana yang paling benar. selama punya positif expectancy.

sebagai kesimpulan, imho, jalur normalnya memang mau ga mau memang kita harus jadi murid di gambar pertama. keluaran pabrik kurikulum standar. tau basic dan dasar-dasar trading. lantas seiring jalan baru menyesuaikan sistem yang digunakan dengan style dan psikologi yang dimiliki..

apakah mau berubah tidak lagi ‘kotak’ seperti hasil ‘pendidikan’, misalnya kembali ke believe sebelum di ajarkan guru. atau menjadi lebih expertise untuk substansi tertentu.. menjadi lebih spesifi… maklum kan dalam kurikulum banyak banget yang diajarin. mungkin menjadi sangat jago di tape reading saja. atau fibo saja. atau yang lain. karena standardized knowledge lead you to become average trader

semoga bermanfaat.