9 september, walaupun sempat dibuka dibawah area support 5677 (area ini di uji untuk ke dua kalinya), IHSG mampu tutup 1.6% lebih tinggi dari hari sebelumnya, tidak berhenti disitu esoknya IHSG kembali ditutup 1.3% lebih tinggi. bahkan 2 hari setelahnya saat upaya menutup gap di reject 0.6% lebih rendah, market sepertinya punya optimisme tinggi. puncaknya saat gap 5868 – 5890 di tutup. hari itu market 1.2% lebih tinggi. diskusi uji coba angka keramat 6100 pun semakin rame.

dari ilustrasi diatas, rasanya tidak ada kekawatiran soal market indonesia… rasanya memang begitu.. and 17 sept happen. IHSG koreksi 1.8% seperti mengagetkan semua orang.. cuan 2-6% yang berhari-hari di pupuk hilang seketika bahkan berganti floating loss.

suka tidak suka. trend IHSG secara long term adalah down trend, hal ini sudah terjadi pasca breakdown double top di jan-maret 2018. sejak itu IHSG selalu gagal membentuk HH. walaupun memang 4 bulan terakhir IHSG konsisten berkonsolidasi di range 6100 dan 5677. jadi jika disimpulkan IHSG saat ini sedang berkonsolidasi dalam trend turunnya

sama seperti saat uptrend, perjalanan harga tidak selalu bergerak konsisten membuat HH HL. terkadang ada masa konsolidasi sebelum trend besarnya di lanjutkan. bisa harian, mingguan atau bulanan. dalam hal ini IHSG sudah konsolidasi 4 bulan. jadi jika 1-2 minggu lagi IHSG breakdown support, jangan kaget, karena memang IHSG sedang dalam trend turun. ga perlu heboh bilang bakal krisis dll. lebay.

tapi apa pasti turun? tentu tidak, konsolidasi artinya masa indicision, si market masi galau mau lanjut apa engga, berhubung pembalikan trend juga tidak serta merta, maka konsolidasi biasanya di asosiasikan dengan periode akumulasi (jika berubah uptrend), atau distribusi (jika lanjut koreksi).

sek sek sek.. paktua, ini intinya apa to..

begini.. intro diatas itu mau menunjukan jika kalian selalu pasang status, dont fight the trend, tapi kelakukannya masi belanja padahal di depan mata chart IHSG sedang dalam trend turun. maka jangan protes kalo cuan seiprit yang berhari-hari di pupuk hilang seketika.

tapi kan kita ga beli IHSG!

sudah pernah studi berapa korelasi sistem / pendekatanmu terhadap pergerakan IHSG? kecuali yang di beli gorengan, atau saham dengan faktor lap keuangan yang diantisipasi luar biasa. mau model beli di support atau di resisten, imho, rasanya korelasinya akan cukup tinggi.. jadi kalo ga beli gorengan atau nemu next TKIM / INKP. jangan lupa memperhatikan hal diatas. (ini intinya, jangan kaget saat IHSG ntr tau2 koreksi, lah wong trend turun).

jangan cuma nulis trend is your friend, bla bla bla.. yo mbok di perhatikan hal tsb saat mengambil keputusan beli.

kok judulnya pre mortem II? coba baca artikel sebelum ini, pasti ngeh maksud saya judulin ini pre mortem II

semoga bermanfaat