dimasa bullish, dimana banyak setup menarik dan potensial terkadang juga memberi dilema bagi trader,. dilema mau entry yang mana..

dilema bagi trader biasanya di dominasi perkara entry yaitu aspek metode pendekatan (teknikal, atau fundamental atau model beli di support / beli saat breakout, model value investing / growth investing) dan perkara titik exit untuk menentukan resiko..

aspek yang lebih ‘berat’ yang juga biasa menjadi dilema adalah perkara size dan what we do after entry. tapi ga kita bahas sekarang, yang kita akan bahas adalah perkara entry, tepatnya memilih entry.

saat kita belajar entry, misalnya teknikal. maka tugasnya adalah tarik tarik garis khayal yang menjadi area supply dan demmand. setelah itu tinggal menentukan anda tipe beli di support atau beli saat breakout. atau beli saat harga turun lalu di jual saat harga bergerak naik, atau beli saat harga naik dan jual saat harga makin naik.

jika sudah menguasai tarik-tarik garis, jangan pikir masalah entry sudah selesai, karena seperti kalimat pembuka diatas, dimasa bullish, saat banyak setup menarik dan potensial, anda akan di pusingkan dengan perkara ‘harus pilih yang mana’

kebetulan peter robbins, salah satu trader yang saya follow menanyakan hal tersebut di twitter, dan banyak sekali jawaban yang menarik, di artikel ini saya memilih jawaban-jawaban yang menurut saya sangat mungkin jadikan pedoman jika anda mengalami dilema tersebut.

Q: Peter menanyakan jika hasil screening kita memberikan terlalu banyak kandidat, bagaimana kita melakukan pemeringkatan? 

fyi: tidak semua reply pertanyaan diatas saya tampilkan, karena banyak jawaban yang serupa maka saya mengkelompokkan dan memilih jawaban yang menurut saya unik dan sangat mungkin kita terapkan.

Answer 1: – first come first serve.

UKtrendfollower: First come, first served – take the breakout signals as they trigger until risk limits reached.

anda harus memahami gaya trading akun uktrendfollower untuk memahami jawabannya, dari namanya doi ini adalah trend follower trader, dan dimana trend follower itu biasanya membeli saat breakout,.. sehingga untuk pertanyaan Peter diatas uktrendfollower menyarakan kita entry saja mana yang lebih dulu breakout. selesai.

ga perlu pusing jika yang lain juga breakout dan utilitas capital sudah 100 persen, pokoknya entry mana yang dluan breakout, selama belum ada signal exit maka fokus ke yang anda punya, jangan fokus ke yang lain.

Answer 2: – move it to higher timeframe

Mitta B, I would move to a slightly higher timeframe and re analyse/scan. Would be looking, on that higher TF the setup/s that have the optimum background

Mitta B menyarankan hal yang menarik, jika saat screening daftar watchlist masih terlalu panjang, maka lalukan pemeringkatan berdasarkan  timeframe yang lebih panjang, niscaya daftar panjang tersebut akan ada yang tereleminasi.

Answer 3: – strength factor

theprohet, Choose the hottest sectors. They will be the most forgiving.

jawaban thepropeht adalah hal yang biasa saya lakukan, cukup fokus di sektor dengan momentum berakselerasi, dengan capital yang terbatas, maka saya hanya akan fokus di sekor yang memang sedang bergerak.

Answer 4: Make it more unique

JhonJones, Make it more unique. Find bull flag patters with ascending pennats based on the most likely variables in those patterns and look in the charts.

selain moving to higher timeframe, bisa juga kita menganalisa lebih dalam, jangan-jangan dari daftar watchlist ada saham-saham dengan pattern tertentu, bisa candle pattern atau price pattern.

answer 5: pick that have good history

Pankaj, Pick the one which already made money in the portfolio in the past.

pankaj merekomendasikan pilih saja yang pernah memberi return positif di masa lalu, artinya anda sudah pernah memiliki saham ini dan bergerak in your favor, which is telling us saham ini nurut sama metode analisa kita. hal ini memberikan edge lebih baik.

Answer 6: – add another criteria

By selecting the ones with highest R/R ratio, better Liquidity, Trend, Volume, total portfolio risk, Budget etc

yang ini pada dasarnya memberi tambahan kriteria, mau ditambah dengan bobot sama atau berbeda,  contohnya: highest R/R ratio, better Liquidity, Trend, Volume, total portfolio risk, Budget etc

lalu di peringkatkan. misalnya dari daftar panjang watchlist lihat mana yang memiliki likuiditas paling baik, karena jika ada setup bagus namun hanya dengan modal sedikit si chart sudah AR kanan kan ga lucu. atau pilih setup dengan potensial reward paling baik. dst.

Answer 7:  take a look at chart.paktua.id

bandingkan dengan analisa trader lain.

Jawaban ini ga ada di daftar jawaban dari pertanyaan Peter, tapi menurut saya melakukan hal ini juga masuk akal. berbeda dengan kebanyakan tulisan wisdom di internet, menurut saya lebih baik follow the herd. herd always do the obvious because we inherit the same technical analisys principle. and i think we should follow them.

imho, chart.paktua.id (charthero ) bahkan lebih baik, charthero di desain untuk memfasilitasi ‘believability-weighted decision making‘ ala Bridgewater. setiap user boleh memberikan analisa namun analisa dengan vote tertinggi-lah yang akan muncul paling atas. sistem charthero juga merekam jejak rekam reputasi setiap user, sehingga akan menjadi filter mana analis rating ‘A’ atau yang masih baru.

silahkan baca tulisan ttg believability-weighted decision making -nya Ray Dalio atau podcast doi ttg buku nya ‘principles” untuk lebih mengerti hal ini.

maka, sebagai penutup saya mengundang semua pembaca untuk daftar dan bergabung ke chart.paktua.id agar dapat terlibat menyampaikan analisa anda dan tentu pada akhirnya memberikan vote untuk analisa terbaik.

Terima kasih sudah membaca. silahkan tinggalkan komentar jika ada masukan atau pendapat lain.