Senin tanggal 15 kemarin saya di bali, saat dikamar hotel yang lagi nyetel entah cnbc atau bloomberg, ga sengaja saya lihat berita tentang IPO sebuah perusahaan besar. saya lupa deh dimana, nama perusahaannya juga lupa, tapi ada yang menarik dari hal ini yang mengingatkan saya IPO alibaba (iya alibaba yang di new york yang sempat disebut the biggest IPO ever)

Jadi kalau di ingat ingat nih, saat menjelang IPO alibaba yang katanya the biggest ever itu, mayoritas index saham di dunia kompak melemah. kok bisa? menarik kan? untuk menjawab hal tersebut yang harus dipahami adalah pertama nilai duit yang dikumpulin saat IPO alibaba itu sekitar $25 billion, oversubscribe ga? saya ga nemu data apakah oversubscribe atau tidak, harusnya oversubscribe secara dihari pertama +38% itu saham.

Katakanlah dia oversubscribe 2 atau 3x lipat ya berarti total ada $75 billion ngantri beli tu saham. pertanyaannya adalah dari mana duit itu datang? inilah jawaban untuk mengapa mayoritas saham dunia kompak melemah menjelang si alibaba IPO. mayoritas index melemah karena big fund pada jualan agar dapet cash money untuk antri beli alibaba. dan ga heran kenapa beberapa hari setelah alibaba selesai IPO index dunia, termasuk IHSG kembali hijau. kembali hijau kenapa? ya duit oversubscribe itu balik kandang. coba cek deh di tanggal sebelum dan sesudah si alibaba IPO. cek IHSG, cek bluechips kita. why bluechips? karena duit bigfund pasti ngendon di blue chips. contoh TLKM dan BBCA.

Menarik yah, lucunya, dihari saya lihat berita IPO saat dibali kemarin, Index kita minus dalam, minus 3 hari berturut turut, baru lalu hijau, ga main main hijaunya, gup up membentuk marubozu, marubozu ini candle bullish pake banget. kemarin (jumat) juga gup up. tapi bentuknya sudah spinning top. artinya apa? go figure ya.

Pertanyaannya adalah apakah IPO yang salah lihat di cnbc itu yang mempengaruhi terjadinya koreksi index kita? nah disinilah judul tulisan ini baru disebutkan. setiap terjadi koreksi kita harus bisa menganalisa apakah koreksi index ini ‘sehat’ atau ‘tidak sehat’. tujuannya biar kita ga galau. ga buru buru CL, ga buru buru TP juga.  indikatornya apa saja?  3 kata pada judul diatas itu.

Biar lebih dapat dipraktekan, kita coba analisa dari chart IHSG ya. kan saya trader. swing trader. jadi keputusan buy dan sell saya murni atas kemampuan saya menganalisa arah pergerakan market. itu keputusan buy n sell. kalau stockpick saya ya murni dari chart.

Saya ingatkan kembali kalau saya adalah swing trader. jadi keputusan buy, hold dan sell murni atas kemampuan saya menganalisa arah pergerakan market. btw pas banget ditanggal 14 itu LSIP saya kena trailing stop. jadi saya kosongan. okeh. mari kita lanjutkan.

Begini saya mengasumsikan koreksi kemarin :

Tanggal 15 : arah pergerakan IHSG menunjukan akan adanya koreksi sehat, koreksi sehat itu bukan bearish. asumsi saya koreksi disebabkan oleh harga minyak yang terus terkoreksi dan menanti rapat the fed, sentimen dari rapat ini yang menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah. btw soal pelemahan rupiah yang bikin serem sebenarnya bukan soal pelemahannya tapi speednya. naiknya ngebut dari 12.500 ke 13.000 ngebut aja. itulah yang bikin serem.

Secara psikologi dengan berita tentang crash yang akan segera terjadi tentu mendorong retailer untuk jual barang atau CL. gimana ga panik, koreksinya gap down pula.

Idealnya ditanggal ini jangan belanja, namun kalau anda lihat twitter saya @paktua . saya cicil KLBF di av. 1785 di tanggal 15 itu. beli 20 lot. saya beli karena saya dipaksain ama temen temen, iya, saya ceritanya lagi rapat kan nih. selama rapat itu saya sibuk ngajarin bos saya si agus ttg saham, kita lagi lihat auto signalnya HOTS, eh pas banget si KLBF ada sinyal buy, jadi saya dipaksai buy. ya saya buy aja sedikit karena saya masih mengharap koreksi lanjutan dari IHSG dan koreksi lanjutan dari KLBF.

Target pelemahan IHSG saya asumsikan ada di garis trendline itu. so , saatnya shoppping sampai target pelemahan tercapai.

Tanggal 16 : IHSG kembali koreksi dalam dalam, dalem begete malah. saya av. down si KLBF. sempet serem juga karena IHSG keluar dari trendline (lihat gambar). tapi sekali lagi, kalau kamu follow twitter saya @paktua, saya sudah tulis kalau IHSG harus balik ke atas garis dalam 2 candle berikutnya. gimana kalau ga balik lagi dalam 2 candle selanjutnya? kita bisa asumsikan IHSG bearish.

Lantas kenapa saya av. down? karena KLBF semakin mendekati support dan gerak cepat pemerintah untuk menstabilkan rupiah. jelas pasti berusaha distabilkan dong, speed naiknya ga wajar. dari itu aja kita bisa asumsikan nyaris pasti BI akan intervensi. yang tentu intervensi ini akan menguatkan rupiah.

Tanggal 17 : IHSG sudah hijau, IHSG juga sempet ditutup sempat menyentuh kembali si trendline. jadi sempet ngetes. udah ada tanda tanda kehidupan lagi. karena saya sibuk saya ga bisa belanja, harusnya tanggal ini belanjanya. (besoknya saya belanja BBTN dan SMBR.)

Akan kah penguatan kembali lanjut?

Pendeknya iya, akan menguat. karena jika di analisa dari 3 kriteria sesuai judul diatas dengan IHSG yang sudah kembali ke price channelnya seharusnya pergerakan harga IHSG akan terus menguat searah dengan price channel. ga musti hijau terus, asalah gerakannya terus membuat higher low si aman. indikator Stochastic juga sudah golden cross. MACD mengarah ke jalur golden cross.

Sentimen selanjutnya apa? rally desember dong. selain itu saya ga kepikiran sentimen lain. biasanya kalau minim sentimen gini IHSG akan menguat tipis cenderung sideway.

hal yang perlu diperhatikan adalah candle spinning top yang dibentuk IHSG. lihat senen kalau itu.

Balik lagi ke judul, walaupun chart itu menggambarkan semuanya, kadang kita ga tau apa yang mau kita analisa dari chart. yang perlu dicoba dianalisa dari chart adalah probability arah pergerakan, relativitas pergerakan harga penutupan terhadap sentimen terkini dan psikologi massa. apalagi kalau sampai terjadi penembusah trendline. itu seru analisanya. hehe.