Tidak bisa dipungkiri bahwa secara statistic bulan mei adalah bulan koreksi pada IHSG. apalagi ini tahun genap. walaupun sebenarnya studi secara statistik dilakukan pada Index Dow Jones. namun sentimen index global yang mengekor kepada DJI tentu bisa memberikan sentimen negatif bagi IHSG.

Sejak awal bulan saya mulai menganalisis potensi sentimen negatif untuk bulan mei. entah mengapa. memang seperti dijadwalkan dibulan mei IHSG akan koreksi muncul berbagai daftar panas penyebab hal tersebut. mulai dari inflasi, pelemahan rupiah dll. contoh harga cabai dan stok nya. kalau jeli melihat berita. berita tentang stok cabai yang mulai langka / impor cabai mulai muncul.

Contoh lain yang sangat jelas adalah kenaikan TDL pada 1 mei mendatang. seperti ritual. kenaikan TDL pasti di ikuti dengan… dengan DEMO! yup. bener. lalu menyusul dibelakangnya kenaikan harga produk. yang tentu memicu inflasi. efeknya nanti di bulan juni. saat pengumuman neraca perdagangan akan memberikan sentimen negatif. see? rencana kenaikan interest rate di US sendiri juga memberikan dampak negatif. aliran dana asing tidak akan selancar ini ke emerging market. walaupun di rencanakan hal tsb dilakukan di semester ke 2 tahun depan. namun tentu hal tsb membuat investor jadi sangat pilih-pilih untuk investasi. ada banyak sinyal lain yang sudah mulai muncul. intinya. kita harus siap menyambut bulan mei ini.

Ada satu hal yang cukup menarik. bahwa pengumuman hasil perhitungan Pemilu legislatif dijadwalkan 5 mei. tentu tidak jauh dari tanggal tersebut pengumuman wakil jokowi akan dilakukan. nah hal tersebut bisa membuat koreksi mei agak mundur sedikit. jadi koreksi setelah pengumuman tersebut.

Lantas strateginya bagaimana? koreksi dibulan mei ini adalah koreksi ke 2 bagi saya. namun tahun lalu saya belum aktif trading hanya aktif memantau pergerakan saham dan ikut-ikut menganalisis. atas dasar pengalaman tsb. saya rasa ada beberapa strategi yang bisa digunakan yaitu :

  1. Anda punya reksandana? well saya punya. saya akan switch ke reksadana pendapatan tetap terlebih dahulu hingga bulan juli. sebelum nanti saya masukkan ke modal tambahan di saham.
  2. Anda swing trader? dengan potensi koreksi yang dalam. sebaiknya strategi diubah menjadi day trader. beli pagi pulang eh jual sore. unless benar-benar yakin sentimen ke esokan akan positif. baru di HOLD.
  3. Perubahan dari swing ke day trader tentu membutuhkan kecerdasan emosi yang berbeda. jumlah lot positioning saat buy berbeda. bangunnya mesti pagi 🙁 karena gejolak pergerakan harga cenderung terjadi di 1 jam awal dan 45 menit akhir perdagangan.
  4. Tingkat disiplin menjadi sangat ketat jika kita daytrader. satu poin yang bermata dua menjadi daytrader adalah dapat melakukan NETTING. penggunaan margin dalam satu hari hingga tidak dikenai bunga. namun tentu setiap pemanfaatan margin tsb. harus diikuti dengan rencana trading dan money management yang dilakukan secara disiplin. as a swing trader. saya punya range support dan resisten cukup lebar. kalau jadi daytrader. penentuan support dan resisten sepertinya harus berubah. karena mainnya periodenya pendek.
  5. Even strategi stokpicknya juga dituntut berbeda. ya tentu karena harus bisa mendapatkan stocks yang persentase naik tinggi namun range dekat. ini nanti terkait sama risk dan reward.
  6. Switch ke Emas bagaimana? saya ga jago komoditas ini walaupun saya jg invest di LM. kenapa saya sebut emas. maksudnya jika ada kuadran lain untuk investasi tentu bisa di manfaatkan. sambil menunggu periode downtrend selesai.

Sejauh ini itu saja strategi saya. anda punya strategi berbeda?