Tag: how to become better trader

Don’t shoot the message

Jika anda mengikuti channel youtube paktua.id, di 2 video terakhir saya, selain getol minta teman-teman subscribe channel (please jika belum subscribe silahkan subscribe dulu ya guys.. ) dan saya juga ga pake malu mem-promosi-kan grup chat paktua.id.. dan jika anda belum join, feel free to join me at our slack workspace. it’s gonna be fun

sebelumnya di stockbit saya punya grup/channel charthero yang dimana saya sering share analisa chart, namun sejak fitur grup / channel di stockbit bubar, maka buyarlah grup tersebut.. pasca era grup stockbit saya sempat mencoba membuat channel telegram (biar kayak yang lain).. lantas mencoba membuat menggunakan engine google hangout, terakhir karena saya punya preferensi khusus untuk grup chat, akhirnya kita menggunakan slack.

saya sebenarnya tipe silent reader, jadi pilihan sikap untuk membentuk grup chat cukup menantang, apalagi melihat kebanyakan grup chat yang isinya lebih banyak bertanya soal ramal-meramal harga, pamer akurasi, dst. buat saya lebih banyak mudharatnya..  potensi untuk terjebak dalam bias sangat tinggi. 

namun pendapat tsb berubah saat saya membaca buku thinking in bets-nya annie duke.. annie duke adalah pemain poker, dalam buku ini annie membagi teknik pengambilan keputusan dan menjadi pemain game theory yang lebih baik. buku ini buat saya seperti versi ringannya thinking fast n slow-nya daniel kahneman untuk subtansi how brain works. dan jelas punya tips kece untuk menjadi truthseeker yang lebih baik yaitu dengan buddy system 

menurut wikipedia, The buddy system is a procedure in which two people, the “buddies”, operate together as a single unit so that they are able to monitor and help each other.

Continue reading

this is how traders leveling up?

Sudah pernah baca soal 5 stage seorang trader? (btw ini asalnya dari 4 stage of competence). 5 stage trader yang biasa kita baca itu dari Unconscious Incompetence di stage 1 dan Unconscious Competence di stage tertinggi.

Mungkin yang jadi pertanyaan kita / saya saat ini sedang di stage berapa? nah ini butuh kesadaran dan kejujuran untuk menjawabnya. kira-kria anda saat ini masih suka tanya stockpick atau sudah mandiri? masih suka ngintip stockpick? masih denial jika nyangkut? dst dst. kudu jujur jawabnya. agar anda tahu posisi anda dimana.

Terus terang saya tidak terlalu peduli saya di stage apa, yang menurut saya penting adalah bagaimana saya terus menjadi trader yang lebih baik dari kemarin. (ciee)

Awal niat menulis blog ini adalah tentu untuk menjadi jurnal kelakuan saya, khususnya untuk RSGN project. tujuannya nantinya blog ini menjadi cermin untuk, agar membantu evaluasi. maka blog ini adalah cara saya untuk menjadi terus lebih baik. ya, dengan menulis jurnal.

Namun setelah mendengarkan podcast @futurestrader71 disini https://chatwithtraders.com/ep-082-futures-trader-71/ dan baca tulisan ini http://www.sparkfin.com/ignore-the-cliches-a-simple-tip-that-will-change-the-way-you-invest/ dan merenungi banyak hal, ternyata ada hal-hal yang melenceng dari bagaimana saya menulis jurnal di blog ini.

Jurnal seharusnya lebih bagaimana kita mengukur seberapa disiplin kita terhadap plan. sebagai tolak ukur konsistensi kita terhadap plan. sebagai cermin kelakuan.  jurnal bukan soal loss dan gain, apalagi soal porfomance bulanan / tahunan soal duit.

Harus diakui kedisiplinan saya menulis terkait posisi dan plan sangat buruk. sering kali saya lebih memilih mengingatnya saja. kesibukan adalah alasan utama. padahal jika memang tujuan saya ada sebagai catatan kelakuan project RSGN. maka tidak ada gunanya menulis yang filosofis namun tidak mencerminkan disipilin kita terhadap plan.

Saya lebih suka menulis soal yang berbau ‘edukasi’ karena saya ga suka blog yang isinya chart. saya takut kalau nanti stockpick saya manjur, maka tentu kecenderungan untuk bragging soal how great my stockpick dan seterusnya. i hate when trader do that. ternyata saya malah melenceng ke hal lain. i too focus on how well my capitan growth. saya malah fokus soal duit. saya malah naruh performance duit di halaman muka website!! bodoh!

karena terlalu fokus soal duit, saya sering kali membiarkan halaman portfolio terbuka saat jam trading, jika lagi sibuk, saya biasanya hanya login untuk cek bagaimana status portfolio saya. itulah kenapa saya seringkali cut my profit way to soon. Yang di cek bukan chart namun malah % cuan. saya lupa, the most important information come from the chart, not the money.

so, dari 9 paragraf intro diatas, izinkan saya menunjukan bagaimana cara menjadi trader yang lebih baik

  1. fokuslah pada how well you follow your plan. 

entah bagaimana pendekatan anda soal stockpick, anda perlu mengukur konsistensi anda mengikuti plan, sebaik atau seburuk apapun sentimen market, you should ALWAYS follow your plan. itulah mengapa positioning size menjadi kunci penting untuk survive dalam bisnis ini. karena apapun yang terjadi, kita harus menghormati metode yang telah kita pilih untuk mengambil posisi. selama metode kita memberi sinyal buy, maka sudah sepatutnya kita mengikutinya. yang boleh berbeda hanya sizenya.

maka untuk kesekian kalinya, saya bertekad akan konsisten menulis how i followed my plan!

        2. take your return off your screen. 

karena informasi paling berharga dalam trading ada pada chart, bukan kolom return.

karena informasi paling berharga adalah posisi harga saat ini, dan dimana posisi STOP anda. bukan seberapa besar gain anda.

karena pertanyaan paling penting adalah “apakah harga saat ini masih membuktikan asumsi saya valid? masih uptrend atau tidak?, masih layak hold atau tidak?”

Karena kita memang seharusnya trading sesuai chart, bukan berdasarkan jumlah loss dan gain.

maka, sebaiknya kita tidak melihat return atau jumlah profit atau loss. turn off your return screen. yang kita butuhkan cuma chart. intinya TRADE OUR POSITION, NOT OUR P/L.

demikian. semoga membantu. 🙂 cheers.

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑