Tag: psikologi trading

three wise monkey

awal februari lalu saya dinas ke bandung, bareng si pras, jonny, sabil, si ican sama anak baru namanya ndaru, tidak untuk satu kegiatan yang sama, hanya kebetulan di hotel yang sama. jadilah kami pns urakan sibuk diskusi sendiri ketimbang memperhatikan panelis narasumber yang sudah dibayar mahal oleh rakyat untuk mencerahkan otak kami.

pendek cerita, kami berdebat soal saham. yup. walaupun diantara kami yang terjun kedunia saham hanya saya dan jonny, temen yang lain terutama si sabil sepertinya cukup ingin tahu. sabil sendiri udah lama tahu kl saya serius di saham, seinget saya, diawal terjun ke saham saya sempat cerita dan mencoba mengajaknya bergabung, namun ia lebih memilih membeli sebidang tanah dan berternak lele ketimbang terjun ke saham. walaupun akhir desember lalu semuanya sudah dijual rugi karena tidak terurus.

sabil ini orang pinter, lulusan universitas terkemuka di semarang, di kantor dia menjadi perencana, bertugas menyurun rencana kerja kantor sampai 2030. rencana kerja jangka pendek, menengah sampai panjang semua dia yang kerjain, visi, misi, metode serta analisa untuk setiap kegiatan dilahap habis ama dia, bisa dikatakan dia stat khusus direktur untuk masalah perencanaan, LAKIP, RENSTRA, RENJA, semua dia yang buat. anaknya cerdas, akademis, dan tentu sedikit keras kepala. pokoknya oke lah. keminter atau kepinteran gitu.

tapi lucunya, saya malah mendapatkan kesimpulan aneh hasil berdiskusi dengan sabil, aneh? iya, berikut kesimpulan saya :

  1. orang kepinteran akan sulit sukses di trading,
  2. orang sinis, dengki dan prasangka buruk ga bakal sukses di trading.

wah, kok orang pinter akan sulit sukses di trading? begini ceritanya.

seperti orang pinter pada umumnya, sabil sangat krits, dia ga terima saya sehari hari mempertaruhkan duit hanya dengan modal gambar pergerakan harga. sewotnya bukan main. “lu gila apa, mana bisa sukses lah, masa cuma analisa pergerakan harga, gimana mau sukses, edan. lu harusnya analisa bla bla bla.. ga lupa juga pakai metode bla bla bla.. ” pokoknya sewot. pake banget.

melihat responnya saya tertawa, lalu saya cerita soal aliran astronacci. “kl di dunia saham, gue itu disebut aliran teknikal bil, gue memang hanya menggunakan informasi pergerakan harga plus volume. kl melihat cashflow, kesehatan perusahaan dst itu disebut fundamental analisis. ada juga area diantara kedua itu yaitu area abu abu yang mencapurkan keduanya, tapi ada juga loh yang memutuskan jual beli berdasarkan astrology, dan sepertinya mereka cuan juga”

responnya doi makin resisten, sewot makin menjadi “hahaha, itu goblok apa edan. bla bla bla” sabil makin menjadi, mulai ngarol ngidul ngasih contoh yang lebih masuk akal dan tentu ilmiah yang menurut doi akan lebih menjamin cuan.

saya sendiri lebih banyak diam, si jonny ga berhenti ketawa. tapi dari percakapan itu, saya menyimpulkan bahwa orang kepinteran akan sulit sukses di saham. dan orang sinis, dengki dan berprasangka buruk GA BAKAL sukses.

bukan ucapan sabil yang menjadi fokus saya, melain responnya, sangat negatif. langsung resisten dan menutup diri terhadap ilmu yang tidak familiar untuk dia. saya sendiri tidak menggunakan aspek fundamental apalagi astrology. tapi saya menghormati orang orang yang memilih jalur tersebut, serius saya percaya, orang orang yang memilih metode itu juga ga bisa dibilang goblok bahkan gila,  buktinya mereka bisa eksis sampe sekarang.

balik lagi ke sabil, analisa saya terhadap respon sabil adalah mungkin karena dia kepinteran, atau merasa udah kepinteran, seperti sudah tau semua ilmu di dunia, dan tidak mungkin ada ilmu baru atau lain yang dapat mematahkan pemahaman yang telah dimilikinya selama ini.

jadi inget pelajaran sejarah soal nicolaus copernicus yang mencetuskan pendapat bahwa bumi itu bulat, doi praktis menjadi bulan-bulanan masyarakat banyak. galileo malah ikut nambahin selain bulat, bumi berputar mengintari matahari sebagai pusat tata surya. makin di bully lah dua ini. eh eh, tenyata yang bener dua orang ini.

disaham itu ada seratus cara cuan, sejuta jalan rugi. jadi semua ilmu halal bray. hehe.

sekali lagi, yang menjadi masalah adalah respon si sabil, resisten banget, ga hanya sekedar menolak, doi nambahin dengan celaan plus prasangka buruk, udah kayak fadil zong atau hamzah farhi. “paling itu astrology bisa eksis sampe sekarang karena dari duit member coi, nipuin member, ga logis bro bisa analisa dari bergerakan bulan bintang, edan”

kalimat ini yang membuat saya menyimpulkan, orang jahat, dengkian, sinis, prasangka buruk-an ga bakal sukses di saham.

menurut saya, dunia saham sangat menuntut kecerdasan emosi, sangat menutut. keputusan beli dan jual atau jual tanpa kekuatan kecerdasan emosi akan sangat riskan terhadap bias maupun ombang ambing emosi, apalagi jika  sambil melihat pergerakan harga.

orang dengan tingkat sinisme atau bawaan selalu prasangka buruk ga punya kecerdasan emosi, karena semua yang berbeda akan menjadi musuh atau buruk dimatanya. untung aja sabil pinter.

lalu apa hubungannya dengan judul? three wise monkey itu see, hear and say wisely. nyambungkan?

living dangerously

meme-i-also-like-to-live-dangerouslybelum lama di linimasa saya rame jagoan jagoan meramal nasib ihsg di akhir tahun, apakah akan berkahir di 3800 atau 4800, entah lah. saya tidak dan tidak akan berusaha menebak arah market. namun perdebatan soal kemampuan meramal nilai ihsg ini sungguh menggoda untuk nulis sesuatu.

untuk penganut FA, menilai nilai wajar ihsg adalah hal yang lumrah, dengan mengetahui nilai wajar tsb, mereka akan bertasbih apakah saat ini market sedang mahal atau murah. they dont predict, what they do is only calculate the value of market. saat market dibawah nilai wajar, maka mereka akan konsisten nyicil, dengan harapan market sadar, lalu akan will do the job untuk mengapresiasi value saham sesuai harga wajarnya, once again, mereka tidak menebak arah trend, mereka berhitung.

untuk penganut TA, hal menjadi sedikit tricky, walaupun sebenarnya yang bisa dilihat oleh seorang penganut TA hanya trend harga, yaitu selama market tidak membentuk higher high, maka dapat dikatakan si market sedang dalam trend turun untuk periode time frame tersebut, atau sebaliknya. namun secara subjektif si penganut TA akan mencoba menebak potensi area support dan resisten dalam rentang time frame tertentu. jd memang yang punya potensi tersesat sebagai orang orang yang berusaha menebak tujuan dari harga adalah penganut TA, padahal kita sepakat bahwa mr. market bisa sesuka hati menentukan harga.

lalu muncul juga aliran campuran atas keduanya, mereka berhitung nilai wajar, namun juga memperhatikan price action, aliran dengan slogan “walaupun nanti nyangkut, ngakut kami terhormat”. well, good luck with that.

semua aliran diatas bisa membuat anda sukses di dunia saham, serius.

dan bukan jenis paham yang dianut yang mau saya highligh di tulisan ini, namun kecenderungan untuk tebak menebak ini sedikit berbahaya. dan kita semua melakukan hal ini.

yup. buat saya, basically, mau apapun alirannya, kita itu menebak harga saham,

buat aliran FA, mereka menebak mr market nantinya akan mengapresiasi saham yang undervalue,

teknikalis malah selalu nebak support dan resisten, misalkan saya, jika besok senin pgas menembus 2750 maka saya akan positioning, hal ini berdasarkan analisa saya yang menebak jika angka tsb di tembus, maka pgas akan menuju ke utara.

apa lagi yang buy on news / rumor, ini malah tebak tebakan cuma modal berita. wkwkw.

semua menebak, base on hope. dan itu ga salah menurut saya, karena kita bukan robot. jadi hoping is natural.

tebak menebak ini memang menggoda, wajar banget kita tergoda dan pernah melakukannya, maklum self fulfiling prophecy sudah jadi bawaan alamiah kita.

yang ga bagus buat saya adalah nebak tanpa sistem yang dipercayai, contohnya ni saya nebak pgas keutara if nembus 2750 itu karena saya ada sistem dan trading plan. jadi ga bikin ga enak makan dan tidur, waspada akan berita baru, begadang nungguin nutupnya DJI dst dst… yang penting ikut plan. if this happen than i will to that. beres. di dunia saham, nebak pun ada seninya. hahaha.

kalo nebak tanpa sistem yang dipercayai, tebak menebak menjadi berbahaya, jika anda punya posisi di sebuah saham potensi judgement bias akan sangat tinggi.

kl harga naik, kita akan happy, feeling the excitement, namun kalo harga turun, kita akan mencari pembenaran. hal ini berbahaya. ini nanti yang bisa bkin cut your profit short and let you losses run.

balik ke awal soal apakah ihsg akan di tutup 3800 atau 4800, saya ga ambil pusing, yang saya tau ihsg skrng masih trend turun. kalo mau lanjut turun ya hayuk, kalo mau rebound ya monggo. sak karep e market. hehe.

menurut saya ni,

Bener tebak tebakan soal nilai IHSG atau saham PGAS diatas itu GA PENTING kalo ga bikin lu cuan. ga guna. 

Nebak atau rekomendasi saham itu gampang, yang susah itu eksekusi, eksekusi yang bikin cuan bro. remember that.

Leveling up : scared money

Minggu lalu saya nemu tulisan bagus (url-nya di bawah). tulisan tentang kesulitan terbesar menjadi trader. apa itu? eksekusi. yup. emang betul. jadi ditulisan tersebut sean (penulis) curhat soal kegelisahan doi soal kemampuan mengeksekusi trading plan.

Padahal, menurut doi, kemampuan dia dalam stock pick cukup jitu. bahkan dituliskan bahwa probability-nya sekitar 85-90%. yoi banget ya. ybs mencontohkan beberapa stock pick nya yang sukses, intinya si disimpulkan bahwa :

if I acted on my information, I’d probably be a millionaire by now – kata doi

ada disini yang merasa seperti itu? merasa stockpick lumayan jitu (ngacung) , tapi tidak di eksekusi (ngacung) ,  atau terlalu parno untuk hold swing lebih lama (ngacung) . cut profit to soon. (ngacung) dan seterus-nya dan seterusnya. ada? ada?

ada disini yang trading untuk gaining wealth? maksudnya emang buat jadi kaya (ngacung lagi), atau ya minimal 10-20x gaji (ngacung tinggi tingii). biar tidak takluk kepada kemunafikan, dan tetep bisa naif sama mindset yang berlaku umum. (halah, apa sih) ada? ada? ada?

jadi baiknya saya jelaskan dulu, saya kan kerja ni, take home pay si lumayan, jadi pengennya, jika saya memang harus berkorban untuk belajar dan menjadi trader. i hope it’s worth it. kalo nyari tambahan 1x-2x gaji. si awak dines aja. ga usah trading, mending fokus di bisnis lain aja.

intinya si : jika anda seperti saya yang bertanya tanya, mengapa profit saya dibawah ekspetasi?

jika anda seperti saya yang ingin trading for living, terus mikirnya butuh dana lumayan banyak. padahal ya banyak itu relatif (biasanya pada nganjurin xxxjuta. jadi walaupun cuan cuma satu digit persen tetep cukup lah sebulan)

jika anda merasa seperti diatas, dan bercita cita sama seperti saya. saya rasa jawabannya adalah kita harus leveling up yaitu dengan menaikkan toleransi kita terhadap potensi kehilangan uang. 

I was playing with scared money. It wasn’t that I was under-capitalized, my issue was that I wasn’t willing to lose. I couldn’t stand the thought of the market moving against me even in the slightest. A dumb ass way of thinking, I know.

ini quote yang bagus banget, fokus si penulis emang masalah eksekusi, tapi psikologi tentang tingkat composure kita terhadap kehilangan uang ini sangat menarik.

contohnya saya ni. saya dalam sebuah posisi. tingkat nyaman saya untuk sebuah posisi biasanya 20% capital dengan stoploss 2%. itu artinya saya sepakat bahwa hanya berani kehilangan 2% dari 20% capital tadi. jika di balik, maka artinya saya sepakat HANYA UNTUNG sekian persen(ini disesuaikan dengan target) dari semua potensi yang ada. 

ngerti ga? efeknya berlaku dua arah. ke potensi rugi. dan ke potensi untung.

perlu di ingat, bukan berarti kita harus melupakan manajemen risk, atau money management. tapi ini soal composure kita terhadap potensi loss atau bahkan composure kita terhadap potensi berkurangnya profit.

imho, ketakutan terhadap potensi loss, atau terhadap potensi berkurangnya profit ini secara alam bawah sadar menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan.

solusi-nya? belajar ikhlas. tanamkan dalam mindset anda siap dan ikhlas jika loss. bahkan jika seluruh capital anda tersapu habis.

ekstrimnya si harusnya ni mindset kita adalah duit di porto itu emang duit dingin banget. sejak anda setor pertama, deep down anda harus sepakat dengan diri anda bahwa saya siap kehilangan semua nilai tersebut.

I came to the realization that I have nothing to lose. The only way to gain what I truly want is to lose what I currently have. If I want a better life, I had to lose the current comfortable life. Worrying about the money, as it turned out, was simply a way to remain in my comfort zone.

Perubahan terjadi jika anda keluar dari zona nyaman, keluar dari zona nyaman sudah barang tentu membuat hati deg degan, ga nyaman, mual, dst. namanya juga melakukan hal yang melebihi tingkat toleransi.

Untungnya, perubahan bisa bertahap, kuncinya konsistensi. biar jadi habit. jika di-ibaratkan kita terkunci dalam lingkaran zona nyaman. ya dengan konsistensi mencoba, setidaknya lingkaran zona nyaman kita akan membesar, seiring dengan meningkatnya tingkat toleransi kita.

inti artikel ini si soal tingkat composure terhadap potensi loss dan potensi gain. saya rasa hal ini cukup penting. semoga bermanfaat ya. hehe

btw. saya pengen banget indonesia punya blog tentang market, macam seeitmarket gitu. ga usah bahas stockpick, yang dibahas metode, formula, sistem, ya boleh lah bahas outlook. kira kira anda mau ga join dengan saya sebagai kontributor? ini non profit. semata mata demi kemajuan trader indonesia. hehe.

kalo berminat, boleh kontak saya di arifw.affandi@yahoo.com ya.

ini link artikel aslinya : https://seantcarter.wordpress.com/2015/07/09/the-hardest-part-about-being-a-trader/

Catatan Oktober : chose one and stick to it!

Perjalanan trading saya sudah sampai bulan ke 8 sejak memulai maret lalu. mulai nyambung atas artikel dan buku-buku yang saya baca. Dengan pengalaman yang masih sedikit dan pengembangan hasil perenungan saya berusaha meracik pemahaman yang lebih dalam. perenungan ini membawa saya ke tingkat lain dalam melihat proses trading. sudut pandang yang lebih luas.

Jadi tepatnya 5 oktober lalu saya nulis status seperti ini :

Dasar TA dan FA yang kita baca dan pelajari cenderung kulitnya. Ga ada what if, scenario-nya. jadi seperti bisa nyetir tapi belum tentu bisa selamet dijalan.

lengkap tulisan saya bisa di lihat disini : http://stockbit.com/post/209013 – diajurkan dibaca dulu.

Jadi inti kegelisahan saya seperti ini :

TA yang cuma tarik-tarik garis, lihat garis x jika berpotongan dengan garis y maka lakukan ini. atau lakukan itu. ga ribet. tapi mengapa hanya 15 trader dari 100 yang selamat ditahun pertama? 

Semua trader pasti ngeh stochastic, MACD, Moving average. ilmunya sama. lantas mengapa hanya sedikit yang suvive?

Jawabannya : karena walaupun by design kita entry dgn ilmu yg sama. Yg berbeda adalah cara kita menindak lanjuti hasil dr posisi entry tadi. 

Lantas apa yang kita butuhkan?

some say that we need to adjust our psychology to be a winner. some say we need to learn about TA or FA. learn about macro economy, bandarmology etc. yang mana yang benar? semua pendapat itu benar. semua sistem benar selama mendatangkan cuan.

Namun jawaban diatas terlalu makro. adjust psikology kita? maksudnya apa coba. terlalu mengambang. ini kalimat yang mengeluarkan pasti para ahli. bisa di asumsikan begitu karena kata “adjust psikology kita agar bisa menjadi pemenang” itu adalah kesimpulan atau kristalisasi dari kesimpulan mereka dalam proses cara menang di dunia saham.

Jawaban itu ga salah, namun tidak mudah dipahami. kalimat tersebut hanya bisa di pahami bagi orang/trader yang telah memiliki pengalaman cukup banyak hingga mampu menyambungkan apa yang dimaksud oleh para suhu kedalam kejadian yang mereka alami.

Misalnya begini : kita pasti pernah mengalami oh moment. “oalah, ini to yang dimaksud dengan kalimat ……” pantesan aja kok sering diomongin. baru ngeh gue” pernah kan ya? masa ga pernah.

Hal ini juga berlaku untuk saran saran para suhu dalam dunia trading. saran mereka itu kesimpulan akhir. kristalisasi dari perjalanan mereka. kalau kita belum cukup ilmu dan pengalaman. walaupun paham. tapi paham cuma luarnya aja. jadi? apa kita perlu rugi dulu? atau kita butuh x tahun dahulu untuk paham? yang pasti anda harus terus terbuka untuk belajar. semakin anda belajar. semakin cepat anda memahami maksud dari para suhu.

Jadi bagaimana dong biar selamat di dunia saham? kasih jawaban yang praktikal dong!

Jawaban dari pertanyaan sangat bergantung dengan diri anda. serius. bukan saya tidak mau menjawab. namun jawabannya berbeda untuk setiap individu. berbeda karena disesuaikan dengan strategi masing masing indvidu. karena unik dan diharapkan cocok untuk individu diharapkan efek akhirnya strategi tersebut secara tidak langsung memberi kenyamanan secara psikology. kenyamanan psikology akan meningkatkan kepercayaan diri dan tentu berpengaruh dalam kualitas pengambilan keputusan. sehingga potensi cuan semakin baik. nah dari situlah kesimpulan “adjust your psikology” sangat populer.

Anda tau, saya belajar banyak hal dalam proses trading ini. satu hal yang paling saya sukai adalah saya belajar meditasi. mindfullness yoga. semakin memperdalam pengenaldan diri. saya semakin tau apa yang saya mau dan harus lakukan. banyaak hal lain yang tidak perlu saya tuliskan. intinya trading ini membantu pengembangan diri saya.

Balik lagi ke “holy grail” yang anda nanti-nanti. kenapa saya bilang hal itu akan unik untuk setiap individu. karena holy grail yang cocok untuk anda harus di sesuikan dengan keputusan anda dalam bermain dalam permainan ini. anda bermain disaham apa? timeframe anda? pribadi anda seperti apa? indikator anda apa saja? yang pasti. holy grail itu system.bukan cuma indikator. holy grail itu dari hulu sampai hilir dalam proses trading. 

Seperti yang kita ketahui banyak sekali aliran dalam dunia per-tradingan saham. Tenang saja. semua aliran benar. anda juga bisa membuat aliran sendiri. semua aliran / metode saham benar selama membawa cuan. mau lihat indikator. mau pakai 3-5 atau sampai 10 indikator. mau bandarmology. mau astromacci. atau sampai fengsui jika perlu. semua benar. chose one. and stick to it!

Jika anda penganut TA sebaiknya fokus di TA saja. terlalu banyak infomasi akan membuat bias kesimpulan dari TA. seriuosly. jangan digabungkan. even more, imho, antara indikator dalam TA juga ada yang cocok dan tidak cocok untuk di gabungkan. pilih 2-3 indikator. and stick to it. beneran deh. jika anda tidak sependapat saat ini. semoga nanti anda akan sependapat.

Bahkan metode untuk orang yang sama sama memilih menjadi swing trader lalu hanya beli LQ45, menggunakan MA, Stochastic, MACD sebagai indikator juga bisa berbeda. sangat berbeda. ini karena sangat bergantung dari sudut pandang si indvidu membaca indikator. dengan parameter dari tiap indikator. ada yang pakai MA 5, MA 20, MA 200. tahukan anda parameter indikator harus di sesuaikan dengan dengan gaya bermain anda. pilihan chart daily atau weekly sebagai dasar analisis juga mempengaruhi. jadi chose one and stick to it!

biar ga ngawang-ngawang. saya beri contoh bagaimana saya saat ini.

Saya hanya akan positioning jika dalam jangka pendek isu ekonomi membaik. saya mulai memahami makro ekonomi. stimulus ECD. jerman. ekonomi china. suku bunga. kenaikan BBM. saya perlu itu untuk melihat arah sentimen pergerakan IHSG yang menurut saya linier dengan ekonomi dunia. lebih sederhana lagi saya menganalisa semua sentimen yang bisa berpengaruh kepada laba perusahaan. IHSG hanya naik karena ada investor. investor buy jika return perusahaan baik. jadi lihat laba = bisa melihat ihsg.

contohnya begini : BBM sedikit lagi dinaikkan. tentu daya beli masyarakat akan menurun karena akan memilih untuk berhemat. hal ini akan berpengaruh kepada laba perusahaan. so? untuk swing. pilih yang defensif dulu. sambil menunggu kondisi lebih stabil pasca kenaikan bbm.

contoh lain : meningkatnya kalangan menengah di indonesia maka semakin mendorong kemampuan spending masyarakat. lebih banyak belanja. naiknya UMP juga mempengaruhi hal ini. orang akan cenderung mudah untuk belanja. maka sektor konsumsi akan diuntungkan karena laba mereka akan lebih dahulu naik. dan begitu seterusnya. ujungnya adalah laba perusahaan.

lanjut, setelah analisis makro ekonomi lalu saya akan lihat IHSG secara teknikal. candle pattern. stochastic dan MACD indikator. karena saya swing. saya perlu konfirmasi pembalikan arah.

candle pattern mudah. stochastic saya pakai yang slow. 15.3.3 lalu untuk MACD saya default. MACD untuk lagging indikator. Stochastic untuk yang leading lalu candle untuk konfirmasi power dan sentimen.

Sudah. itu aja sistem saya. simple kan? pasti anda juga sudah melakukannya. lantas apa beda kita? pertama, anda masih sibuk mencari. ternyata. yang kita cari sudah kita lakukan sejauh ini. hanya kita tidak bisa menerima bahwa sebenarnya cukup itu saja ilmunya. kedua. cara kita menindak lanjuti hasil dr posisi entry berbeda. cara menindaklanjuti sangat bergantung dari trading plan setiap indvidu. ini unik. tidak ada yang benar dan salah. semua relatif terhadap trading plan. karena saya swing. jadi selama tidak ada tanda pembalikan arah. saya akan stik sama sama itu. btw saya tipe yang beli 1-2 saham. lalu menunggu.

Dulu saat diawal-awal. saya sangat ketat dalam penembusan support. saya tidak menjalankan prinsip stoploss. selama support ditembus saya akan langsung cutloss. hal itu saya lakukan karena saya tipe bottom fishing. jadi memang sudah di bottom. seharusnya tidak ditembus. hal itu menurut saya tidak salah. bahkan jika saya kembali ke sistem itu saya yakin tetap akan cuan. namun saat ini kebutuhan saya berbeda.

Sistem yang dulu saya gunakan cocok karena saya masih nganggur dirumah. cuma sibuk kuliah. saya standby intraday. setiap saat mampu melihat running trade. hal itu berbeda dengan saat ini. saya sibuk ngantor. lalu dinas. jangankan lihat running trade. bisa lihat chart EOD aja sukur. jadi strategi saya ubah sesuai kebutuhan. jadi holy grail tiap orang itu unik. dan itu bukan sekedar indikator. namun serangkaian metode mulai dari menentukan watchlist. screening. positioning, stoploss atau profit taking hingga evaluating. 

btw saya saat ini nyangkut di KAEF full power. tapi santai banget tuh. lihat market juga hanya sesekali jika sempat. saya lagi sibuk dinas dan persiapan wisuda. hehe. enak kalau sudah seperti ini. semoga anda segera menemukan way of trading yang cocok untuk anda.

Tips untuk menjadi seorang trader saham

Jika anda kebetulan membaca artikel ini dan memang mencari tips menjadi seorang trader yang baik. lanjutkan membaca. jika anda seorang trader dan konsisten loss atau hanya impas. teruskan membaca. saya seorang trader. mash baru. dua bulan juga belum. tapi saya ingin berbagi dengan anda semua. jadi teruskan membaca.

Tahukah anda bahwa tahapan meraih cita-cita adalah sebagai berikut : MENJADI – MELAKUKAN – MEMPUNYAI

Lantas apa tips saya agar anda, saya dan kita semua sukses dalam berbisnis saham? kita harus MENJADI trader. Sudah pernah dengan psikologi trading? saya yakin anda paham konsep psikologi trading. tapi apa anda melakukannya? psikologi trading adalah kecerdasan emosi dalam trading. coba sebut buku yang menjelaskan betapa pentingnya DISIPLIN dalam trading. disiplin itu didapat dari kecerdasan emosi seorang trader. jadi disiplin ini muncul otomatis. bukan karena ingin atau paham. tapi karena memang secara emosi DISIPLIN ini sudah menyatu dalam dirinya. karena yang dibahas adalah trader. maka disiplin dalam rencana trading.

Maksud saya adalah kita cenderung tidak MENJADI trader. kita langsung MELAKUKAN dan MEMPUNYA. hampir semau buku trading lebih cenderung membahas tahap MELAKUKAN. atau jika anda masih bingung maksud saya. yang dimaksud MELAKUKAN adalah meningkatkan kecerdasan sistem. analisis tteknikal. analisis fundamental. indikator bla bla bla. itu yang disebut kecerdasan sistem dalam trading.

Jadi mempelajari analisis teknikal adalah proses MELAKUKAN. Analisis teknikal itu mudah orang tinggal tarik tarik. lihat batasnya tembus atau tidak. beres deh. coba sebut berapa buku yang anda baca yang menyatakan bahwa analisis teknikal seorang profesional itu harusnya simpel dan mudah atau bahkan sangat sederhana. karena pada intinya ya memang sederhana. yang bikin jadi rumit adalah ketidak mampuan kita MENJADI trader. sehingga secara emosi kita mencari analisis teknikal yang njlimet dan rumit. secara emosi kita selalu mencari pembelaan. secara emosi kita tidak bisa membedakan mana opini dan mana fakta. karena apa? karena kita tidak MENJADI trader!

Sudah mulai paham y 😀 tapi pertanyaannya, apakahk MELAKUKAN ini tidak bisa sukses? tentu bisa. tapi tentu secara long term mereka tidak sukses. karena cenderung tidak kuat secara emosi. trading sudah sukses. tiba-tiba ada masalah keluarga atau masalah external sehingga mempengaruhi keputusan trading. akhirnya loss. sekali-dua kali terjadi. lalu melanggar trading rules. sekali-dua kali. begitu seterusnya lama lama gagal jadi trader.

Contoh kecerdasan emosi bukan cuma DISIPLIN. contoh lainnya adalah kecerdasan emosi mengelola profit / loss. ingat bukan kecerdasan sistem tapi dalam area kecerdasan emosi. eh sudah dulu y. saya lanjut ke edisi ke 2 lain kali. sudah magrib. sementara silahkan di elaborasi sendiri y.

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑