Tag: self asessment

fyi, i do believe on fundamental too

yup. you read it right. i do believe on ‘fundamental things’ too.

saya 100% setuju ucapan benjamin graham yang menyatakan bahwa dalam jangka pendek market bekerja seperti mesin voting , namun dalam jangka panjaaaaaaang market itu seperti alat timbang.

maka saya percaya dalam kondisi waras sebuah saham akan berdeviasi di sekitar intrinsic value-nya. biasanya teman-teman value investing selalu posting seperti gambar dibawah. strategi mereka adalah beli saham yang sedang ‘salah harga’ sehingga mereka memiliki margin of safety lantas menunggu pasar bekerja untuk mereka membawa harga saham ke jalan yang benar. yaitu jalan yang kita ridoi bersama.. halah..

penjelasan diatas itu jika dan hanya jika market sedang waras, jika market lagi ga waras, ya namanya juga market, bebasss.. mau ngapain aja si ok ok aja. is a foolish game jika anda ngotot mengatur market. mau gimana lagi, emang begitu.. tapi kira-kira maksud saya begitu, saya percaya bahwa benar adanya teori yang namanya intriksik value, dan saya juga setuju dalam jangka panjaaaaang, market akan menghargai saham sesuai nilai intriksinya sebelum kembali bergerak lebay melebihi atau kurang dari nilai intriksinya. intinya selalu terdeviasi di sekitar harga tsb.

selain value investing, growth investing pun menurut saya make sense, mencari saham dengan rasio pertumbuhan ciamik dengan harapan si saham akan terus ‘growth’ jelas masuk akal. ya walaupun nulis dua paragraf diatas saya harus googling dan baca-baca dulu, tapi saya serius sepakat sama dua mazhab diatas.

ibarat beng beng,, satu mazhab dimakan langsung, satu dimakan dingin, saya sepakat beng-beng itu enak. hehe.

saya pernah baca juga jika yang menjadi market fuel itu memang fundamental shits. jadi yang menggerakkan market itu pada dasarnya ya info fundamental-ish. tapi sepertinya hal-hal fundamental bukan timing tool. karena timing-nya ya suka-suka market.

kok lu tau soal begini2an paktua? fyi, selain barusan googling, saya juga punya buku snowball dan intellegent investor, cuma snow ball yang beres dibaca, yang satu lagi terjemahannya buruk sekali.

tapi.. tapi.. di blog ini semuanya selalu nulis kita seharusnya cukup mengikuti harga aja?????

karena saya juga percaya market bebas berbuat sesuka hati. kadang waras, kadang engga, makanya jika harga berdeviasi diantara nilai intriksi/potensi growthnya. atau berapapun nilai intriksinya atau potensi growth-nya, semua itu akan tergambar di harga dan trend si harga.

sehingga saya memilih cara paling bodoh, just follow the price.

tentu setiap pendekatan ada kelebihan dan kekurangan, teknikal analisis punya kecenderungan masuk terlambat dibanding fundamental karena harus menunggu konfirmasi trend. plus kami sering kegoceekkkk. T_T

fundamental analisis harus ekstra kuaaat jiwa dan raga untuk menunggu market menjadi waras dan menghargai si intriksi value atau potensi growth. ya namanya juga risiko pendekatan. mau gimana lagi.

tapi begini, seperti yang sering saya tulis, di trading itu semua benar, mau beli berdasarkan fundamental, teknikal, arah angin, bulan bintang, mimpi, sampai suara tokek pun benar. jadi ini soal pilihan, maka ini semua kembali ke person masing masing, makanya kita sering baca tulisan ‘chose system that suits your personality’…

kira-kira pesannya itu begini… pilihlah pendekatan yang cocok sama personality teman teman (emotional setup, skill set, or beliefs). dikatakan bahwa trading itu sangat psikologis, alam sadar dan alam bawah sadar itu cukup dominan mempengaruhi, jika sistem yang kita gunakan sistem yang berkonflik dengan believe yang tertanam didalam diri kita, bukan tidak mungkin kita akan melakukan self sabotage.

baik teknikal, fundamental atau pendekatan lainnya, jika kita sudah menemukan system yang menguntungkan, maka trading hanya menjadi sebatas mengikuti ceklist set of rule dan upaya meminimalisir untuk tindak melanggarnya. titik.

sehinggaa.. in my humble opinion, sebelum sibuk ribut nyari holygrail perkara cuan ga cuan, pe-er nomor satu dari seorang trader adalah melakukan self reflection. agar dapat mengerti system yang cocok dengan personality dan opsi-opsi yang anda miliki.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

[sbscrbr_form]

anda tipe trader apa?

tahun 2014, saya pernah mengklaim bahwa saya adalah seorang swing trader karena saat itu hold period saya sudah sekitar 4-5 hari, ya walaupun waktu itu si saya klaim tanpa ada catatan jurnal yang layak.

berhubung saya sudah punya jurnal, mari kita cari tahu sebenarnya saya ini tipe apa sih.

Januari:
average hold period: 6.1 hari, average winners hold periode: 5hari, longest hold period: 12hari

Februari: 
average hold period: 7.5 hari, average winners hold periode: 11hari, longest hold period: 27hari

Maret:
average hold period: 8 hari, average winners hold periode: 9hari, longest hold period: 22hari

dilihat dari average hold period, dari total hampir 100 trade sejak januari, hold periode saya setiap bulan ternyata makin panjang. januari di 6hari sedangkan bulan ini 8hari, mungkin hal ini bisa kita bisa gunakan sebagai justifikasi bahwa market semakin bullish. kok bisa justifikasi market makin bullish? jika market sideways atau downtrend, sudah barang pasti stoploss akan mudah tersentuh sehingga hold period pun semakin sempit.

dari 3 data diatas, kita bisa membedah banyak hal, namun kali ini fokus kita adalah mengetahui saya ini tipe trader seperti apa sih, saya bisa saja klaim bahwa saya seorang swingtrader….nah, dengan ada data diatas, mari kita lihat faktanya.

anyway, sebelum membedah 3 data diatas, kita cari dulu kriteria jenis trader berdasarkan holding period. tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar kita bisa mencocokan dari data diatas.

secara time horizon khususnya periode menyimpan saham di portfolio, secara umum trader dibagi menjadi 3. pertama scalper, daytrader dan swingtrader.

imho, scalper dikenal sebagai trader dengan hold period sangat pendek, umumnya menggunakan chart 5-15 menit. daytrader adalah sebutan untuk trader dengan hold period harian, umumnya menggunakan chart 30 sampai 4jam untuk analisa. sedangkan swingtrader umumnya sebutan untuk trader dengan hold period harian hingga mingguan (atau bulanan?) dan menggunakan chart daily untuk positioning.

sepertinya sudah mulai keliatan ya, dari 3 data diatas, mulai dari average hold period, average winners hold period dan longest hold period secara langsung memberi gambaran saya ini cocoknya disebut trader seperti apa, jika anda sepakat dengan saya.. dari data diatas, saya ini memang swing trader.

tadinya, biar keren, saya mau tulis saya ini trend follower, namun saya sadar trend following itu adalah jenis system, bukan tipe/jenis trader. makanya trend following itu seharusnya bisa di terapkan untuk time horizon mana saja. namun memang biasanya korelasinya erat dengan trader yang memiliki time horizon panjang.

oiya, jika kalian bertanya kalo positioning dan momentum trader gimana? em, imho, baik positioning dan momentum trader itu buat saya adalah sistem. keduanya merupakan jenis swingtrader. positioning trader memanfaatkan rotasi fundamental, sedangkan momentum trader seperti namanya memanfaatkan momentum.. baik itu news, laporan keuangan, rotasi sektor dst.

anyway, tujuan utama saya menulis artikel ini sebenarnya adalah kita harus bisa membedakan, tentang hal yang kita klaim, things we say we did, versus what we actually did. dan data tentang holding period secara jujur menyampaikan sebenarnya saya ini trader macam apa. tujuannya, dengan data, kita bisa berkaca dan memperbaiki diri secara objektif.

jadi anda ini trader tipe apa?

ps: jika anda suka dengan artikel ini, baca juga artikel saya tentang style membeli saham. agar bisa tau anda ini sebenarnya memiliki tipe membeli seperti apa.

ps: dilihat lihat,2 data longest hold period saya sampai diatas 20 hari. itu ngapain aja coba.. hehehe

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑