Tag: sukses dalam trading

self sabotage

what your think, you become

Tadinya saya mau nulis soal performance dibulan oktober, wadaw banget deh performa saya di bulan lalu. T_T. namun tulisan dari tradeciety disini membuat saya mengurungkan niat tsb, ada yang lebih keren untuk di tulis, yaitu soal self sabotage, yes, sometimes yang men-sabotase potensi kesuksesan diri adalah diri kita sendiri, dan jelas bagi saya, sayalah yang paling bertanggung jawab atas kegagalan saya untuk jadi trader cuan 3 tahun terakhir. yup. mari kita lanjutkan.

sebelum membahas self sabotage, kita harus membahas conflicting values, conflicting values adalah nilai nilai yang telah ada di dalam diri kita (baik kita sadari maupun tidak) yang berlawanan dengan value yang ingin kita raih saat ini/dimasa datang. singkatnya, yang telah ada di dalam diri vs yang ingin kita raih. kenapa harus mahfum conflicting values? karena self sabotage terjadi saat ada conflicting value dalam diri.

contohnya saya besar di keluarga sederhana, kedua orang tua saya pns, hidup damai dan aman, cita-citanya pun seperti rata-rata orang pada umumnya, rumah di perumnas, rajin menabung, no credit card, cicilan kecil dari gaji dst. got the picture? karena hidup yang landai-landai, maka risk appetite / tolerance keluarga saya, dan tentu yang ditanamkan dalam diri saya cenderung risk averse. diam diam, value risk averse ini tertanam kokoh di alam bawah sadar saya, maka saat saya menjadi trader, yang mencoba menerima risk sebagai bagian dari bisnis saham, yang mengamini bahwa loss adalah hal yang wajar, yang sepakat bahwa no risk maka no return, dst. terjadilah conflict values karena value tentang risk appetive / tolerance yang ada di dalam diri saya dengan yang saya butuhkan berbeda, disinilah salah satu penyebab self sabotage.

contoh lain misalnya saya sangat percaya bahwa there’s no shortcut to success. saya yakin anda semua pun mengamini hal ini. well, asal tau saja, mungkin karena value ini lah saya tidak serta merta jadi trader cuan dan sukses sejak di tahun pertama, karena saya sendiri percaya bahwa untuk sukses saya perlu proses, perlu mengalami kekalahan, extremnya, bahkan kalau perlu sampai akun saya blown out sehingga saya bisa comeback dengan keren nantinya. see? this believe, yang anda pikir baik-baik saja ternyata salah satu sumber penyebab self sabotage.

mau contoh lain? hmm, anda diajarkan untuk tidak boros? kl ada duit, maka harus hemat, jangan sering buang2 duit secara mubazir, misalkan jika anda ke bioskop, eh pilemnya jelek, anda ga keluar, udah tanggung, boros lah kl udah bayar terus ga di tonton. bener ga? nah apa hubungannya tidak boros dengan saham? cut losses. posisi kita baru aja masuk, belum lama udah floating loss, udah nembus support, harusnya kita cutloss, kita nyari pembenaran “baru nembus dikit kok”,”gpp lah nunggu sehari dua hari lagi” dst, pembelaan itu datang karena anda merasa mubazir untuk cutloss. lah baru juga punya posisi. masa langsung cabut. 🙂

bagaimana? sudah mulai ngeh y? coba renungkan, nilai apa yang kiranya diajarkan / ditanamkan / yang kita percaya di dalam diri kita oleh keluarga yang ternyata bersebrangan dengan keinginan kita untuk sukses dalam trading?

btw jika anda membaca soal alam sadar dan alam bawah sadar, anda tentu menyadari ternyata alam bawah sadarlah yang paling berperan besar atas pencapaian kita di alam sadar, how you perceive your selft you become, kalo quote dari buddha kira kira begini “what you think, you become”, jangankan you think, apa yang lu pikirin, yang kita kadang ga sadar, yang ada di alam bawah sadar justru memiliki impact lebih besar.

self sabotage tidak melulu soal conflicting values, ada juga yang tadi telah disebut diatas, selft-perception, kalo kamu menganggap kamu masih trader newbie yang cupu dan tidak memiliki kualitas untuk sukses, yang harus mengecapi asam garam dunia trading dulu sebelum sukses, maka alam semesta akan mendukung perception itu, alam akan membantu anda untuk terus ngerasain asam garam, sampe kuaappookk. hehe

kembali ke laptop, setelah saya renungi, ternyata faktor yang menyebabkan saya sampai saat ini belum menjadi jagoan-jagoan saham yang cuan selangit ternyata diri saya sendiri, saya secara sadar menanamkan bahwa di 3 tahun pertama trading adalah masa belajar, yup, PROJECT RSGN memang tidak saya desain sebagai periode mendapatkan duit. T_T baca aja di sini http://paktua.id/project-rsgn-commence/ 

sebagai hasilnya, alam dengan sangat baik hati membantu saya untuk terus belajar, cuan, eh diambil, cuan lagi, diambil lagi, seolah olah saat saya cuan terlalu banyak, alam semesta ga terima, maka saya kembali diarahkan sesuai apa yang saya yakini.

intinya sebagian dari dalam diri saya ga terima dan berusaha men-sabotase kesuksesan tsb, padahal ya bukan sebagian diri itu yang salah, melainkan saya sendiri. wong, yang netapin ini periode belajar adalah saya sendiri. T_T

btw, alam semesta diatas cuma ilustrasi, penyebab kita gagal move-on dari satu titik adalah diri kita sendiri, kita lah yang men-sabotase diri kita untuk tidak bisa mengoptimalkan potensi.

untungnya, di target project RSGN tahun ini adalah tahun terakhir saya belajar, jadi semoga imprint saya soal periode learning yang ga perlu cuan ini luruh segera, kalo perlu semoga malam ini pun luruh dengan sempurna. eh, kok kalo perlu, kudu! kudu malem ini luruh. hehe. amin.

kembali soal self sabotage, jika anda tertarik soal materi ini, silahkan baca link tradeciety diatas, atau baca soal selft sabotage di internet, ada banyak, saya sendiri pernah ikut pelatihan mindsetting oleh agus sunario (gratis dari kantor), self sabotage ini 11 12 ama mental barriers, atau malah lebih relevant jika anda mencari materi soal imprint / believe.

terakhir, jika anda ada waktu, coba renungkan, adakah imprint / value / believe dalam diri anda yang kiranya bertentangan dengan kebutuhan sukses dalam saham? caranya? mudah saja, jujur dan dengan bertanya pada diri sendiri.

jika sudah ketemu, silahkan yakinkan diri anda untuk mengubah / meredirect imprint tsb, ingat hukum kekekalan energi. believe itu energi, energi tidak dapat di hilangkan, hanya dapat berubah bentuk.

akhiri dengan tarik napas anda dalam-dalam.

semoga sukses 🙂

guys, meet mr jhoony.

update info 6/12/2017

awal pekan ini saya mewawancarai jhonny terkait kinerja dan approach-nya di tahun 2017, apakah masih tidak rugi atau sudah berubah? … penasaran? nantikan podcastnya yang akan di rilis sabtu 9/12 nanti. jangan lupa subscribe di channel youtube paktua.id agar tidak ketinggalan.

———————————————————-

kira kira awal 2015 saya memperkenalkan saham ke seorang teman, namanya agus, biasa dipanggil jhonny. doi ini sebenarnya bos saya, pejabat negara boi, namun karena kami kenal sejak dia masih staff, jadi batasan jabatan seperti tidak pernah ada.

dari semua teman saya, hanya dia yang saya rekomendasikan untuk terjun ke dunia saham, ada beberapa alasan yang menurut saya jhonny cocok dalam dunia saham, salah satu alasan paling saya ingat adalah dia tidak baper soal uang. anaknya santai. dia pun punya probabilistik mindset, dan yang paling penting. dia sangat tekun. bayangkan dia punya rekap DETAIL pengeluaran dan pemasukan sejak 2010. detail y. pengeluaran buat bensin sampe beli kancut dia punya datanya. anaknya super tekun.

karena beberapa hal tsb akhirnya saya dengan senang hati mengajarkan saham ke jhonny. waktu itu saya kasih bukunya ellen may. mengajarkan dia dasar-dasar soal trend dan harga. terakhir saya bantuin dia buka akun. pesan saya ke jhonny cuma satu. “di saham mindset adalah segala-galanya jhon, ada banyak mindset/mazhab yang ‘benar’ dalam saham, lu pilih salah satu, lalu jalainin.. dan ingat ditahun pertama lu pasti rugi, lu harus rugi dulu jhon. “

nasihat yang cukup aneh, but it works.

jhonny sebentar lagi menggenapi tahun ke duanya di saham. walaupun sama sama menggunakan teknikal analisis. pendekatan dia berbeda dengan saya.. performanya? jauh lebih baik dari pada saya. di tahun pertama dia rugi HANYA sekitar 0,2% dari total capital. hebatnya, ditahun kedua, hingga awal oktober ini dia sejauh ini realized gain 20%+ dari total capital. with no loss at all. sepanjang tahun dia tidak pernah cutloss! keren ga? hehe

jika anda bertanya bagaimana bisa? anda harus tanya ke dia. namun saya punya analisa kenapa performa jhonny bisa sangat baik.

he believe his system inside out. kalian tau kenapa sepanjang 2016 tidak ada satupun realized loss yang dia lakukan? well, itu karena jhonny tidak pernah realized loss. no matter how bad it is. saya ingat ditahun pertama dia hold GIAA dari 800/600an sampai 300an. namun dia berhasil exit dengan cuan karena terus avg down. seingat saya dia hold berbulan-bulan. nyaris setahun mungkin. belum lama dia floating loss di ANTM 10% dari total capital. karena dia tidak pakai sistem support resisten. jadi di hold saja. sukurnya dia exit dengan cuan 1,2%. regardless how his system. harus kita akui it’s works for him. it’s works for his personality. 

sistem entry jhonny seperti saya, buy on strength. yang berbeda adalah sistem exit. saya menggunakan garis support sebagai stop loss. jhonny tidak. dia akan terus hold dan meladeni setiap koreksi dari portfolionya. dalam mindsetnya, dia percaya ini hanya masalah panjang-panjangan nafas, plus adu sabar. bisa menunggu sebulan, dua bulan, bahkan tahunan. kata dia, “mau gimana lagi kl emng waktunya koreksi, gue ikutin aja”.

sebagai ‘senior’ dan orang yang menceburkan dirinya ke saham, pendekatan jhonnya dalam exit memang menghawatirkan. well, sebenarnya si tidak menghawatirkan. pendekatannya hanya terasa aneh dan menghawatirkan jika dilihat dari sudut pandang saya. jika dilihat dari apa yang saya percaya. karena saya percaya terhadap trend. dan adalah hal bodoh jika kita meladenin bearish price yang walaupun belum realized secara duit, namun kita sudah membayar opportunity cost karena capital kita tertahan.

well, itu jika dari apa yang saya percaya, sedangkan jhonny memiliki kepercayaan berbeda. dan it’s works. that’s the important point.

walaupun bertolak belakang dengan sistem yang saya anut, kami tidak pernah adu argumen soal system yang jhonny percaya dan lakukan, seringkali malah dia yang ngedumel jika saya memilih cutloss saat support line ditembus. belum lama support PGAS di 2640 ditembus saya otomatis cutlos. dia cuma bilang “banci bet lu paktua, hold aja napa, ntr juga mantul”. padahal dia tau, that style doest suit my personality.

kembali ke laptop, pesan utama dari artikel ini adalah silahkan pilih system yang cocok dengan need teman teman. “find your niche” begitu istilah bule nya. percayai sistem tsb luar dalam. mau teknikal kek, mau fundamental,  mau tape reading, mau lihat bulan bintang, mau lihat arah angin kek. bebas. asal cocok dengan personality teman sekalian.

i believe when we do that. and with good money dan trade management. the money will come eventually.

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑