Tag: tips trading

trading tips : walk it twice

yup, ini trading tips. mungkin anda jarang mendengar tips seperti judul diatas, itu karena tips ini adalah murni hasil perenungan saya sebagai trader. halah. original bray. biar pada mahfum, silahkan lanjut baca.

walk it twice? maksud nya opo? jalanin dua kali? … jadi begini, salah satu tips penting bagi trader dalam membuat watchlist adalah harus sedikitnya melakukan 2 kali screening atau yang biasa kita sebut sebagai chart walking.

menurut saya, chart walking untuk mendapatkan shortlist watchlist itu seperti menulis, first draft atau edisi pertama-nya always full of shit. it’s a crap. mau bukti? ya tulisan di blog ini contohnya, it’s messy, ga terstruktur, banyak typo, idenya melompat2 dst dst. well, itu karena semua tulisan di blog ini ditulis sambil mikir. ga pake di re-read ato di edit lagi. haha

balik lagi ke judul diatas, kenapa harus dua kali chart walking? ernest hemingway punya qoute yang cocok untuk mendukung judul artikel ini, atau kenapa kita perlu chart walking at least dua kali sebelum benar benar mendapatkan short list buy / sell. quote doi :

“The first draft of anything is shit.”

yeah, your first (stock) walk (maybe) full of shit. yang sama maksud stock walking adalah kegiatan screening stock dengan menjelajahi chart untuk mendapatkan shortlist watchlist. udah mulai mudeng? jadi dalam membuat watchlist, kita perlu sedikitnya 2 kali melakukan pengulangan stock walking. dari awal sampe akhir. karena your first look (walk) is full of crap. haha.

jadi bagaimana solusinya agar dapat membuat watchlist yang baik? persis seperti judul diatas, walk it twice.

eits, twice walking ga sekedar cuma melihat dua kali. ada beberapa kriteria lebih lanjut untuk stock walking ini.

  1. stock walking sebaiknya dilakukan minimal DUA LAP. jadi misalkan walking pertama dimulai dari AALI diakhiri oleh WSKT. hal ini harus dilakukan dua kali. twice walking bukan berarti melihat chart yang sama lu plototin bolak balik ampe botak diwaktu yang sama. melainkan persis seperti namanya, walking twice. dua lap. ulang dari awal di AALI sampe ke WSKT. kenapa harus walking ulang? nah baca kriteria no 2 dibawah
  2. stock walking yang pertama dan stock walking yang ke dua harus, wajib, kudu memiliki jarak waktu. agar mata kita menjadi otak, mata, daya pikir sudah ter-reset saat melihat ke dua kali. tujuan utamanya adalah biar ga bias. sebagai contoh : pernah ga mengalami hal seperti ini : saat walking pertama, lu liat chart ADHI.JK bagus, tapi karena lu laper, belum mandi dan ngantuk, akhirnya lus makan, mandi n molor dulu. setelah bangun, lu lanjutin chart walking lu, eh kok chart ADHI.JK yang kmaren lu anggep bagus jadi ga sebagus tadi / kemaren saat lu pertama kali chart walking. pernah ga? hayo ngaku. kenapa hal itu bisa terjadi? jawabannya dibawah ini.

kenapa kita cenderung memiliki persepsi yang berbeda terhadap 1 chart yang sama ?

  1. jawabannya : karena kita bias, saya yakin bahkan saat chart walking yang pertama itu chart ADHI.JK udah bolak balik di pelototin. dah lu udah sepakat klo chart ADHI.JK itu menarik, tapi kenapa kok pas besoknya dilihat lagi malah jadi jelek. sekali lagi jawabannya : karena kita bias. lu udah terlanjur suka saat first look, dalam periode itu, mau lu bolak balik itu chart ya tetap aja menarik. makanya chart walking yang ke dua sangat penting dilakukan dengan memberi jarak waktu dari chart walking yang pertama. contoh yang sering saya lakukan : biasanya habis penutupan chart walking. terus malem sblm tidur chart walking lagi.
  2. jawaban ngarang lain adalah karena tingkat konsentrasi / mindfullness kita berbeda beda saat chart walking pertama dan ke dua. makanya persepsinya bisa saja berbeda. begitu.

walaupun terkesan remeh, buat saya chart walking memang harus sedikitnya dilakukan  dua kali di waktu yang berbeda!

semoga bermanfaat!

220 dan 110 volt

update 27/1/2018

Salah satu perdebatan abadi di dunia saham adalah perkara mana yang lebih baik dan benar antara penggunaan teknikal analisis atau fundamental analisis sebagai dasar pedoman pembelian sebuah saham.

Pandangan saya perdebatan dgn isu diatas akan terus menerus ada karena semata-mata birahi acknowledgement, puncak dari segitiga maslow, kebutuhan akan aktualisasi diri, biasanya yang berdebat adalah orang-orang yang terpenuhi kebutuhan untuk segitu-segitiga dibawahnya, apapun alasan mu,, mau mencegah newbie trader ketipu kek, mau meluruskan kek.. jika sampai berdebat apalagi menjatuhkan lawan bicara maka semua hanya birahi

eh, fyi, saya percaya kedua metode diatas adalah benar, jika anda ingin tau mana yang menguntungkan, saya percaya keduanya bisa menguntungkan. walaupun saya pengguna teknikal analisis, saya punya tulisan khusus yang menyatakan saya percaya metode fundamental analisis (dibaca juga ya), wong salah satu buku pertama yang saya baca terkait saham adalah snowball-nya bang war sama intellegent investor-nya bang ben.

dibawah ada tulisan lama yang mengkin bisa menggambarkan dua metode pendekatan diatas punya karateristik yang berbeda, semua bisa benar dan betul dari perspektif nya masing masing, dan sebaiknya istiqomah dgn pendekatan yang dilakukan. silahkan dibaca

—-

220 volt dan 110 volt adalah sistem yang berbeda…

radio 220 volt yang di klaim kenceng cuma akan bisik bisik kalo dicolokin listrik 110 volt.

kulkas super dingin 110 volt bakal meleduk jika dipaksain dicolok listrik 220 volt.

sekali lagi ya.. 220 volt dan 110 volt itu sistem yang berbeda. sepakat?

artinya, apa yang benar, betul atau tepat di 220 volt, belum tentu benar , betul atau tepat di 110 volt. karena dua sistem ini berbeda. 

hubungannya ama saham apa?

jadi begini, di forum trader, kalau lagi trend bearish kuat, anda bakal temuin banyak (banget) komen yang investor-ish gitu deh.

“ayo diskon terus, makin di diskon makin gue kumpulin”

“mumpung diskon gini, ayo borong”

“value / margin of safety sudah x%, sudah saatnya nyicil”

dan seterusnya

mari kita anggap konsep investor-ish diatas adalah colokan listrik dengan tegangan 220 volt.

nah karena konsep investor-ish adalah colokan dengan tegangan 220 volt maka trader adalah hal yang sebaliknya, kita, kamu, saya, adalah colokan listrik dengan tegangan 110 volt.

kembali ke pesan utama tulisan ini, bahwa konsep / hukum yang berlaku atau benar di colokan 220 volt belum tentu berjalan mulus di colokan listrik 110 volt.

sebagai contoh, seperti konsep membeli berdasarkan value terdiskon yang bisa sangat tepat untuk investor (220 volt). belum tentu cocok untuk trader yang berkutat di aliran 110 volt. kenapa?  imho, karena buat trader. value itu nomor kesekiaaaan, bahkan bisa saja tidak diperhitungkan. buat trader yang paling penting adalah arah trend dari harga… 

maka jika kalian buka forum, di artikel atau tulisan tulisan lain, dan nemu tulisan yang investor-ish, jangan tergoda, karena aliran listrik lu berbeda. hehe.

investor hanya mau beli dengan dengan keyakinan “sudah untung saat membeli“. mindset ini investor banget. harus di tanamkan betul. sama kayak semboyan cantik  “Be Greedy when others Fear, Be Fearfull when other Greedy”.

Apakah hal semboyan diatas cocok untuk trader? jika anda trader dan anda mengamini semboyan tsb, maka anda memiliki kecenderungan menangkap pisau jatuh… engga salah, tapi berbahaya bro… imho, trader itu sebaiknya flow with the market. ga perlu berlagak contrarian.

udah mulai mahfum kan? sekali lagi, konsep / hukum yang berlaku atau benar di colokan 220 volt belum tentu berjalan mulus di colokan listrik 110 volt.

tulisan ini sebenarnya tulisan lama, cuma saya edit ulang, biar pesannya lebih masuk lagi.

tujuannya, jika bulan bulan kedepan nanti arah angin mau berubah, bau bau angin selatan sudah tercium, jangan sampai lu yang aliran listrik 110 volt tiba tiba konslet jadi 22o volt karena nyangkut.

eh, by the way, apakah ini soal investor vs trader? engga bray, tulisan ini juga bisa untuk antar teknikal trader, karena bahkan antara teknikal trader aja alirannya beda beda, ada yang day trade, swing trade atau aliran lain. setiap aliran ini punya tegangan volt yang berbeda.

sekali lagi bahwa konsep / hukum yang berlaku atau benar di tegangan tertentu belum tentu berjalan mulus di tegangan lain.

semoga bermanfaat.

Tips Trader Pemula : ganging up

Salam semua, hari ini saya mau share tips untuk trader pemula, ya walaupun saya juga masih sangat pemula. sampai februari ini berarti tepat 1 tahun saya trading. jadi kita sama sama pemula. walaupun sesama pemula saya ada tips yang saya anggap sangat penting diketahui oleh trader pemula, atau bahkan trader yang sudah 3-6 tahun namun belum cuan maksimal.

Tipsnya sederhana, bukan soal teknikal, fundamental atau indikator. tips ini menurut saya jauh lebih penting dari itu semua. tipsnya adalah : you should gangging up. gather with other traders. share knowledge with them. discuss about your trading plan. elevate knowledge together or even better, make one of them your mentor.

image1

Gambar diatas saya ambil dari buku trading with profitunity-nya husni gumilang. imho, nama nama di atas itu ring satu-nya suhu suhu trader se INDONESIA!, se INDONESIAAAA! kalau kamu trader pastinya telah mengekor disalah satu nama di atas, ada harry wijaya dari hose trader, tommy yu, coach aria, eyang ratman, sampai ada ellen may si @pakarsaham dst dst.

gile gak si, punya grup isinya jagoan semua gitu, bisa mendadak pinter trading kalau boleh join grup itu. haha. tapi pesannya adalah mereka dulu pasti sama kayak kita. newbie, trader pemula, nyangkuters. sekarang mereka jelas bukan pemula. twiiternya kita follow, bukunya kita beli. salah satu faktor mereka bisa jago parah kayak sekarang ya karena mereka berkumpul. ada teman diskusi. ada teman belajar bareng.

saya bisa saja mengutip artikel / riset agar tulisan ini lebih dramatis, bahwa gangging up itu pentiing pake bangettt. tapi ga usah lah, pesannya emng sederhana. tapi saya yakin efeknya luar bisaa jika di ikuti.

Nah, saya sendiri sudah join milis saham, milis junior trader, dan yang terkahir saya join grup telegram QT-nya pak toto, terus terang, semenjak join grup QT saya mendadak jago trading. hahaha. seriously, you should join a grup too, ga mesti grup QT, yang penting ada grup untuk diskusi. btw kalau niat dan dicari banyak tersedia grup saham. di kaskus ada, di stockbit, di bei5000, bahkan di chat pluginnya angguntrader.

mau cari grup yang berbayar juga ada, ada punya pak tommy di rencanatrading, ogalugi, alphatrader dst dst. kalau berbayar mungkin mereka menempatkan diri sebagai mentor kali y. soalnya bayar gitu loh.

btw, yang kita cari di grup bukan share stockpick y, itu sih cupu, yang kita cari share ilmunya, contohnya di QT kemarin ada yang ngajarin pake buaya, diajarin nyopet juga, serius ini. belum lama dibuat grup QT – Gorengan, tempat berkumpul copeters elit. haha. itulah yang kita cari! biar kita bisa mengembangkan kemampuan.

pokoknya pesan dari artikel ini si anda harus bekerjasama dengan trader lain. asal niat dan haus akan ilmu, joining grup make you learn super fast.

udah ya. terima kasih telah membaca.

ps : kalau merasa artikel ini, atau artikel lain di blog ini mohon bantu share y 😛 biar pembacanya makin banyak. haha. terima kasiih

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑