Tag: trend following

fatamorgana being right

guys, this is axxx, axxx is women trader,

axxx want to be rich quickly, so axxx made a high winrate trading sistem. in fact, she has 73% winrate. 

cool isnt? well, not really, he successfully blown her account. despite she has a high winrate, do you know why? because being right (taking profit) do not equivalent to making money. 

a classic fuck up she said,  she win 73% of the trade buy she keep losing money!! the real reason is she always doubling on loser and cutting the winner. sound familiar?

so, do NOT be like Axxx. !

kesimpulannya, jika WSBP , atau PTPP, atau MPPA atau BMTR atau saham apa saja yang masih downtrend masih turun ya memang wajar, karena mereka memang sedang giliran downtrend, just cut your loses short and do not average loser, dan jika saham-saham tsb akan naik (dan tentu akan punya giliran uptrend), bakal rame kok, di forum, di grup, di telegram, bakal banyak yang bahas.. jadi jangan kawatir ketinggalan, tenang aja…  just follow the herd. 

cut your loser short, let your winner run.

Just follow the herd

ada satu dogma di dunia trading tentang kita sebaiknya tidak mengikuti prilaku massa, dont follow the herd, if you follow the herd, you will be led to the slaughterhouse… hii serem.

ada banyak dogma di dunia trading, banyak banget malah,,. tiap hari di grup, di forum, atau di artikel..

“trader itu sebaiknya beli murah jual mahal..”

“losser average losser..”

“trader itu sebaiknya beli mahal jual murah…”

“ingat kata bang warren, be fearful when others are greedy..”

banyak deh…

dogma yang biasa di tampilkan sebagai qoute cantik nan inspiratif itu biasanya muncul atau di cuplik dari dari nasihat-nasihat trader kelas kakap, nah, sayangnya.. kita seringkali main cocokologi, cocok-cocokan ama sikon yang sedang kita hadapi, sebagai contoh, saat lagi nyangkut,  qoute favorite adalah qoute atau dogma yang value-ish.. cth. saat lagi nyangkut, trader menjadi lebih ber-iman untuk kepercayaan macam begini -> “market kadang emang ga waras, tapi percayalah.. suatu saat nanti… jika waktunya tiba.. harga akan sesuai cerminan fundamental perusahaan”… bah.

anyway, ga ada yang salah dengan dogma-nya.

hal yang keliru itu adalah seringkali kita lupa itu adalah cek mazhab si empu-nya qoute. satu mazhab ga ama kita, kalo doi investor sedangkan kita trader, ya ga nyambung cing. qoute cantik bang warren buffet itu lahir dari pengalaman doi sebagai investor, bukan trader mingguan atau harian macem kita.

bahkan jika qoute yang dipakai adalah jesse livermore atau ed seykota atau paul tudor jones, walaupun sama sama trader, jangan lupa metodologi yang dianut si empunya qoute.. misalnya yang bersangkutan breakout trader yang biasa beli saat breakout atau harga sedang di resisten dan kita adalah retailer yang biasanya mungut barang di support, ya ga cocok.

semua musti di cek, mulai dari metode, kapital, style, preferensi dan masih banyak lagi,.. makanya kita juga sering melihat dan membaca nasihat bahwa we should trust our self in trading, plus doing our own research…

intinya, setiap dogma atau quote yang biasa kita lihat di group, di forum atau di linimasa trader itu punya kriteria tersendiri, sangat bergantung dari metodologi / sistem yang dianut oleh si empunya qoute.

nah,.. kembali ke dogma soal following the herd,.. dogma ini mirip qoute bang wb… just do the opposite of masses do.. apakah trader ini juga trader-ish qoute? saya si googling ga nemu siapa yang pertama mengucapkan hal tsb, namun ada cukup banyak artikel anjuran untuk tidak mengikuti prilaku massa.

but.. imho, sebagai seorang trader, i think we should follow the herd. 

why?

karena prilaku massa = the obvious move.

jika tipe buy support, maka mendekati support. buy!

jika tipe breakout, maka saat break resisten. buy!

jika tembus support. sell!

herd always do the obvious because we inherit the same technical analisys principle. and i thing we should follow them.

prilaku massa itu bisa diibaratkan kayak laron yang langsung berkerumun mengelilingi cahaya lampu atau semut yang berjejer disaat ada gula.

tapi.. kata jesse livermore “The stock market is never obvious. It is designed to fool most of the people most of the time”

plus William O’Neil juga bilang bahwa “The market moves to disappoint the masses.”

so kenapa saya justru menyarankan kita untuk follow the herd?? karena persis seperti yang dituliskan diatas, prilaku massa adalah the obvious move. seperti laron atau semut, nah, yang dikerumuni bukan cahaya lampu atau gula, namun HARGA. 

bingung? tak kasih contoh. perhatikan chart ERAA dibawah.

saat harga break 690. the obvious move yang diambil oleh kebanyakan trader adalah buy if breakout.. kenapa mayoritas akan beli? karena ERAA sudah konsolidasi sejak mid november, dengan ditembusnya 690, maka diasumsikan harga akan mengakhiri masa kosolidasinya… kok saya bisa yakin? ya karena ilmu teknikal kita semua sama, (atau mayoritas sama)

so, jika anda breakout trader, ga ada salahnya melakukan  the obvious move.

anda boleh cek chart BMTR, atau TINS.. tanpa saya post chartnya, saya rasa mayoritas akan sepakat dengan saya bahwa kedua saham ini punya potensi mengakhiri konsolidasinya.

again, kok lu bisa menyimpulkan begitu paktua? ya karena itu the obvious move. karena jika TINS break 1015 atau BMTR break 565 maka si laron dan semut akan beramai-ramai nyemplung di harga tersebut,.yup, masses tend to blindly following the price. . ya mau gimana lagi, ilmu kita kan sama semua. 

so, first pick your style, then just follow the herd. because they always do the obvious (blindly following price).

iya, anda ga salah baca, in my humble opinion, saya percaya bahwa money are made by following the crowd. but! remember to stay at the back and be ready for a 180 when the leaders hit the cliff. 

tapi.. tapi… kata jesse livermore the stock market is never obvious. It is designed to fool most of the people most of the time.

lah emang nya kenapa? jika memang ini fake breakout, so be it. 

kenapa harus repot? toh tinggal cutloss saat rule exit kita terpenuhi. 

yang masalah itu adalah seringkali trader beat them self, 

pertama, engga cutloss padahal exit rule sudah terpenuhi, lebih memilih untuk berdoa atau tiba-tiba peduli fundamental.

kedua, cut profit short. udah tau sering ketipu market, malah membatasi untung, maka jika di agregasi, banyakan akumulasi rugi ketimbang untung. ingat, dalam trading being right doesnt mean making money. win rate itu fatamorgana guys.

ketiga, cut losses to short,,. iya, even cut losses to short before getting confirmation is a bad bad bad move.

keempat, no proper positioning size. ini masih berhubungan dengan nomor dua diatas,. tanpa positioning size yang baik plus sering ketipu market adalah kombinasi yang berbahaya, sulit sekali memperoleh positive expectancy.

kelima, belum ada konfirmasi breakout udah nyemplung, berniat punya harga rerata yang lebih murah, eh malah dikasih lebih murah lagi (alias harga terus turun)

dan masih banyak lagi..

sebagai kesimpulan, ada tiga pesan utama dari artikel ini, yaitu:

  • jangan lupa semua kata-kata mutiara yang lu cuplik itu punya kriteri tersendiri. di cek dulu guys.
  • pick your style, then (you may) follow the herd. because masses tend to do the obvious (blindly following price).
  • never ever beat yourself.

terakhir,.. trading adalah game of probability, so remember, that each trade has a 50/50 outcome. woles aja.

okaaayy. semoga bermanfaat

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑