minggu ini saya mendapatkan pencerahan, kondisi market memberikan saya insight bahwa saya bukan trader yang dinamis. saya bukan trader yang bisa beradaptasi dengan berbagai setup yang diberikan market. biar pada mahfum, saya jelaskan dulu dua hal penting. yang pertama .

Jika anda pengguna analisa teknikal, anda mungkin (semoga) sependapat bahwa dari chart diatas kita dapat mengetahui :

  1. dalam jangka pendek pergerakan IHSG adalah sideways dan
  2. sejak senin 13 april, upaya penembusan resisten IHSG terkonfirmasi gagal di dilakukan maka arah pergerakan IHSG adalah menuju supportnya.

yang kedua. saya adalah trader yang buy high, sell higher. indikator utama saya adx. jadi mayoritas buy on breakout. buy on strength. saya tidak nyaman beli saham yang sideways. yang downtrend.

Nah, tipe gaya buy high sell higher ini kadang cukup bergantung dengan arah overall market atau index. karena ya kalo market lagi koreksi 1 persen. maka harga saham emiten tentu akan mayoritas terkoreksi.

dengan sentimen market yang terkoreksi maka terkadang breakout pagi menjadi false breakout di sore. karena ga banyak trader yang nyaman hold. ya karena kan arah market lagi ke support. selain itu kalo market lagi koreksi kita akan banyak menjumpai koreksi dari saham uptrend dengan volume tipis. yang biasa kita sebut dengan “bandar lagi nurunin penumpang”.

sebagai bukti awal pekan ini saya punya SSIA ama CSAP. dua duanya yang awalnya ijo balik arah jadi minus. dua duanya pun cutloss. prettttt.

dua hal diatas adalah bukti saya ga dinamis. udah sadar bahwa market menuju support mbok ya menentukan posizioning size nya lebih hati hati. haha. trailing stopnya kudu ketat. kudu di set otomatis. jangan rakuss. hehe

kondisi setup market yang menuju support kayak gini sepertinya ga cocok untuk saya. ya walaupun kalo market turun pun ga semua juga koreksi. lihat LPKR deh. pas market koreksi doi ngacir naik, pas market udah bottoming doi baru koreksi. mana banyak lagi.

inti tulisan ini adalahkarena market selalu dinamis. ada dua hal yang bisa menjadi solusi anda yaitu :

  1. anda menyesuaikan strategi sesuai setup yang diberikan market. misalnya biasanya buy high sell higher maka berubah jadi buy low sell high.
  2. stick to your most comfortable strategy. yup. bener. kalo kita ga bisa dinamis. gimana kalo kita sabar menunggu setup market yang cocok untuk kita. pasti bakal nongol kok.

buat saya. minggu ini adalah contoh sempurna kondisi yang menuntut kesabaran. menunggu market kembali “fit to my criteria”. tapi ya sialnya minggu ini saya ga sabar. loss gede gede nih. anda bisa lihat minggu depan, saya akan update portofolio performance.

yang bikin senang adalah saya kembali di ingatkan oleh market. saya belajar. semoga ke depan saya tidak mengulangi. hehe.