saya seorang pembaca, suka blog walking dari satu web ke web lain, khusus untuk trading, saya umumnya muter2 di babypip, trendfollowing.com, tradeciety, trader university nya steve burns  sama geng-nya doi. lumayan lah ya. tapi ada satu hal yang sejak lama mengganggu pikiran saya tiap baca tulisan tulisan di internet khususnya tentang trading. saya rasa, untuk trader terlalu banyak informasi hal ini akan buruk untuk perkembangan kita menuju trader yang jago.

kenapa? karena menurut saya (sejauh ini) akan muncul dua masalah jika anda over informed :

  1. Tulisan tentang wisdom trading, trading rule, etc. they tend make us see our self and market as a non unique event/object.

gambar di atas ini joke tentang pendidikan formal yang hanya menilai kecerdasan akademik, padahal jenis kecerdasan kan banyak, murid sebagai objek unique yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, tapi sayangnya alat ukurnya cuma satu. yaitu manjat. kacian kacian kacian.

apa hubungannya sama tulisan pada paragraf pertama di atas? jadi begini, imho, trading wisdom atau trading rule yang banyak berkeliaran di internet dan buku buku itu sebaiknya dilihat hanya sebagai kisah dan metode sukses si penulis. belum tentu juga cocok ama kita.

sama seperti gambar di atas, misalkan si kepala sekolah adalah warrent buffet. terus doi ngomong, “Rule No. 1: never lose money; rule No. 2: don’t forget rule No. 1”. kepada kita yang berbaris di depannya. mostly tentu kita bakal sependapat, ya iyalah, siapa yang mau lose money.  atau doi bilang “It’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price.” tentu kita akan setuju, lantas di dalam trading kita akan selalu memperhatikan dua kriteria di atas. tiap mau beli, lihat PER, EPS, dll, untuk memastikan dua wisdom diatas terpenuhi, terus apakah akan cocok dengan gaya trading kita semua? saya rasa tidak, sama kayk semua binatang di ukur kemampuannya dalam memanjat, some good of it, some not, because we have unique ability.

contoh lain untuk trader adalah kalimat keren “loser average loser” apakah kalimat bijak ini cocok untuk semua strategy? apakah cocok untuk semua kondisi market? apakah cocok untuk semua pribadi trader?  tentu tidak, untuk saya mungkin bisa, tapi untuk trader dengan timeframe lebih panjang, market yang bullish, atau strategy berbeda mungkin hal ini tidak cocok. begitu kira kira.

kl mau di analisa ni, harusnya kita analisa kenapa si warrent buffet bisa bilang begitu,  karena doi investor, they see value not price. maka rule-nya lebih cenderung ke value-ish bukan price. untuk kalimat keren paul tudor gimana? kita harus lihat si paul tudornya sendiri? kenapa doi bisa bilang gitu? apa saja trading rule doi? trader systemnya gimana? saya yakin seratus persen kalimat cantik diatas cocok untuk trading systemnya si paul tudor, makanya keluarnya kalimat diatas. hehe. ingat ya, cocok untuk system si paul tudor, bukan punya kita.

baik market maupun diri kita, harus di lihat sebagai individu / event yang unik, makanya biasanya filosofi nya untuk jago trading kita harus mengenal diri kita sendiri, ya karena syarat utama mencari trading system yang fit buat kita ya mengenali diri kita. 

eits, bukan berarti membaca artikel di banyak blog jadi tidak berguna, tentu berguna untuk menambah wawasan, tapi menurut saya jika anda belum menemukan gaya trading sendiri, anda punya potensi akan terus terombang ambing. pertama karena anda belum mengenali diri sendiri sehingga belum ketemu gaya trading yang pas, kedua karena tiap tulisan apalagi tentang trading wisdom atau trading rules jueeealassss masuk akal, logikal banget .,jadi anda akan setuju, lalu menggunakan kriteria tersebut. besok baca rule yang lain, sependapat juga, nambah deh kriteria kita, terus begitu sehingga kebanyakan rule dan mbambet. malah pusing.

sebenarnya poin penting tulisan ini bukan memperkarakan wisdom atau trading rule-nya atau informasi lain yang kita baca di internet, tapi bagaimana kita melihatnya. jadi kesimpulannya, jika saya hanya cocok kerja di air, mungkin anda cocoknya kerja di tanah. hehe.

 2. saya lupa euy. hahahah. lanjut kapan kapan lagi ya.