Bosan charting dan tidak punya ide nulis, sabtu malam sambil menunggu liverpool vs chelsea saya memutuskan menginstall aplikasi poker online. kenapa poker? alasannya begini, moritz dari tradeciety adalah salah satu writer yang saya idolakan, dibeberapa tulisan morit sempat menjelaskan bahwa sebelum menjadi trader, dia adalah seorang gambler profesional, tepatnya pemain poker. menurut moritz ada banyak kesamaan tuntutan traits yang di butuhkan menjadi pemain poker yang handal dengan seorang trader yang punya potensi. itulah mengapa saya mencoba menginstall aplikasi poker online

Aplikasi yang saya install adalah zynga poker, karena aplikasi ini nomor satu di google play store, di awal permainan kita akan di minta login atau memilih bermain sebagai guest, untuk modal awal kita diberikan uang virtual senilai $60,000,- ,.. singkatnya, 3 kali bermain sejak semalam, (sekali pasca menginstall, lalu tadi pagi , dan siang saat menulis artikel ini) capital saya naik menjadi $7,246,000,-.

Lumayan kan? jika rumus menghitung return on equity (roe) adalah laba dibagi modal, maka roe saya bermain poker hampir 12000% kurang dari 24jam.

Anyway, saya bukan mau bragging soal capital yang berkembang, toh itu duit boongan, namun saya ingin berbagi komentar saya tentang apa yang bisa kita pelajari dari bermain poker untuk meningkatkan kualitas aktivitas trading.

catatan saya adalah sbb berikut:

  • saya sependapat dengan moritz, poker sangat mirip dengan trading, it is about risk management. hanya perkara bagaimana saat kita untung harus lebih banyak saat kita merugi. sama seperti trading, merugi adalah keniscayaan dalam poker. karena kalo kita bukan dealer, duit buy in udah keluar dluan seblm kita memutuskan untuk check, call atau fold. jadi modal kita bakal lambat laun di iris tipis-tipis. tidak berbeda dengan trading, walaupun keputusan beli dan jual sepenuhnya di tangan kita, apapun output dari posisi yang kita ambil, fee tetap di potong. jika fee beli 0,15 + fee jual 0,25 maka total 0,4%. jika di kali 100 trade dimana setiap trade senilai (hanya) 10juta maka setara dengan 4jt. apapun output dari posisi yang kita ambil.  saya ulangi sekali lagi, bahkan dengan memperhatikan risiko, mau untung atau rugi, modal kita sudah di iris tipis-tipis ama fee. 
  • Walhasil dalam permainan poker yang saya lakukan,  i fold a lot,..a loooooooooooot. cenderung membosankan. kalo bukan kartu pair atau 2 kartu urut plus sejenis  maka niscaya saya akan fold. begini… jika rumus probabilitas (p) adalah p = (banyak kejadian) / (banyak kemungkinan) maka kita harus pandai-pandai berhitung, jika ada 4 kartu AS dalam poker, dan dua sudah di tangan, dan katakanlah ada 5 pemain termasuk anda, maka probabilitas kartu AS muncul di meja = 2/42 (jika diasumsikan pemain lain ga punya AS). intinya sih harus pandai mengkuantifikasi probabilitas peluang dan dan risiko. maka untuk menghindari bertaruh sia-sia, saya kebanyak fold. namun saat saya punya kartu bagus and secara probability punya chance menang besar, i bet big, really big…. perkara big bet walaupun sama-sama tidak tau kartu atau candle yang akan muncul besok, setidaknya pool banyak kemungkinan di poker ada batasnya. kartu di meja paling banyak 5 buah yang di buka, maka saat sudah terbuka 3 atau 4 kartu, anda bisa berhitung edge anda, jadi tidak ada salahnya big bet jika edge favorable. hal ini berbeda dengan trading, kecuali tutup di hari libur maka market always moving, maka dari itu size bet-nya harus benar-benar di hitung. karena dalam trading kendali kita hanya di entry, exit dan size.  
  • hal lain adalah soal kuantifikasi, jika dalam poker, kartu terbuka dan tertutup bisa di kuantifikasi, maka dalam trading ada variabel yang menurut saya sulit di kuantifikasi contohnya berita, dalam poker juga jarang ada black swan event dari external, sedangkan external event yang berpengaruh di market seperti potensi perang dunia ke 3 atau ada bom meledak di indonesia itu tidak nol.  walaupun saya trader yang tidak memperhatikan news, saya memperhatikan mood market, maksudnya saya selalu memperhatikan top gainer, jika top gainer di dominasi saham tidak di kenal, bisa jadi ini fake move, jika top gainer adalah HMS, TLKM dan ASII (atau saham penyembang macam UNTR, BBRI dll) sedangkan yang lain mayoritas merah, maka ini juga bisa jadi fake move, begitu dan seterusnya…. intinya, tidak semua dalam trading bisa di kuantifikasi. maka pilihannya (1) fokus kepada hal-hal yang bisa di kuantifikasi (2) membuat bobot untuk semua hal sehingga semua bisa di kuantifikasi,….  apapun pilihan anda, saran saya selalu filter informasi yang anda terima, ingat, garbage in garbage out.
  • kembali lagi ke perkara  kita untung harus lebih banyak saat kita merugi, dalam poker, walaupun saya tidak catat, tapi rasanya dari sekitar 50 kali kartu dibagikan paling mentok saya play 3-5 kali. jika buy in 10K, maka kira-kira saya sudah habis 50 x 10K untuk buy in, artinya akumulasi untung HARUS lebih besar dari akumulasi rugi yaitu 500K (ini kalo di fold terus, kalo main terus kalah bisa lebih gede)…. jika tidak, maka semua sia sia…. hal yang bisa di pelajari adalah rugi adalah keniscayaan, maka pastikan saat untung harus worth it…. dalam trading entry sepenuhnya ada di tangan kita, maka ini hanya perkara bersabar menunggu triple A grade setup… menunggu setup yang punya edge, hmm.. this is where self sabotage come in,…. ingat, dalam trading, bahkan dengan triple A grade cuan aja belum pasti cing…  untuk mengatasi impulsive buying ada saran dari moritz, Before you click that buy or sell button, ask yourself, “Do – I – Love – That – Trade?” Say it out loud, so you can hear it. Do – I – Have – to – Buy? Do – I – Have – to – Sell? SAY IT OUT LOUD.

demikian catatan dari permainan poker yang mungkin bisa meningkatkan kualitas aktivitas trading,.. fyi: jangan lupa subscibe di channel youtube paktua.id, dan baca jurnal beli dan jual mingguan.

terakhir, jika anda juga main poker di zynga, add saya @paktua

Terima kasih , semoga bermanfaat.