Sejak memutuskan mengganti taktik dan gaya trading, saya akhirnya mengikuti pelatihan trading oleh junior trader asuhan eyang rachman. i’m super serious to make a living from trading. 

long story short, saya punya SMRA, SMCB, ACES. full porto di 3 saham ini. stockpick dengan asumsi SWING dengan rasio risk dan reward yang cukup lumayan. sudah akumulasi sejak tanggal 22 septemeber. eh semalam, DJI kebantai. RUU pilkada disahkan. IHSG pun ga ketinggalan kena dampak. luar biasa. saya sejak pagi sudah pasang automatic order. namun SMCB dan SMRA rupanya lompat. well that suck. padahal pengen tau taktik ini berhasil atau engga. dammit IHSG.

Kejadian beruntun kemarin memang cukup aneh. data jobless claim US membaik. masa hanya gara gara data durable good miss 1% dari estimasi DJI langsung jatuh dalam. pasar US sepertinya baru dapat momentum koreksi berkat data durable good yang tidak sesuai ekspektasi. DURABLE GOOD!!! fck!, data apaan sih itu. biasanya saya juga ga pernah liat.

Malam ini  data GDP US diatas ekspektasi, kalau malam ini ga di tutup menembus resisten berarti memang ini trend turun yang muncul cukup kuat. resisten ada di 17.072 hingga saat ini (26 september ) posisi DJI masih di 17.027. jika gagal ditembus target koreksi sampai berapa? target koreksi dibulan september untuk DJI maupun IHSG saya sudah sempat tulis di artikel sebelumnya. 

Yang menarik tentu asing Net sell sampai 1.4 T!! that’s a big number for one day net sell. nilai ini bukan nilai yang bisa kita remehkan. hal yang umum trader / investor dadakan tulis adalah ‘barang diskon kok pada cemburut, justru ini kesempatan’ atau ‘ayo, mumpung diskon, kapan lagi konstruksi 6% koreksi dalam satu hari’.  well karena saya trader, akumulasi sebaiknya dilakukan jika asumsi IHSG sudah menunjukan tanda-tanda pembalikan. kalau anda trader tentu tidak cerdas kalau membeli karena sekedar hari ini koreksi besar tanpa bisa mengasumsikan koreksi rebound sudah dekat. hari ini koreksi 6% besoknya koreksi lagi sih ga taktis.

Balik lagi ke 1.4 T, yang harus kita analisa adalah kenapa bisa sebesar itu? asing sepertinya ga butuh duit dadakan juga. ga seperti saat alibaba mau IPO, IHSG koreksi, regional juga koreksi itu bisa dimaklumi karena duitnya mau dipake buat beli saham alibaba. jadi why sampai bisa 1,4T? apa karna durable good tadi? apa karna RUU pilkada?

Mari kita analisa bersama.

1. Jika koreksi yang terjadi akibat data durable good yang tidak sesuai ekpektasi maka seharusnya senin kita sudah lihat IHSG rebound karna data GDP US diatas ekpektasi. kalau ga rebound ya minimal membentuk candlestick yang positif. bagus bagus bisa bullish harami.

2. Jika net sell akibat RUU pilkada / kekawatiran asing tentang kemampuan jokowow mengendalikan pemerintah dll. ini gawat. asing masih punya sekitar 13 T lagi untuk dijual. mereka jual setengah aja kita bisa balik ke 4000. RUU pilkada disahkan sehari langsung keluar 1.4 T? suram.

Jadi kira kira yang mana? saya harap karena yang pertama. tapi kalau karena yang kedua. prospek jangka pendek kita cenderung lebih suram. nanti walaupun kabinet jokowow keren-keren. belum tentu langsung direspon positif. karena secara kekuatan parlemen jokowow kurang dukungan. kalau kata pak alfatih. politic does matter. btw kalau lihat facebooknya eyang rachman. beliau bilang koreksi yang terjadi akibat alasan nomor 1.

Bukti saling ketergantungan. DOW tadi pagi merah membara. Regional juga demikian. Jadi IHSG merah bukan karena hasil voting Pilkada – Eyang rachman

 

Balik lagi ke 1.4 T. mari kita lihat seminggu kebelakang, sejak tanggal 22 asing memang selalu net sell. +_ 300 – 500 M. apa buang 1,4T itu karna memang momentum itu yang sudah dinanti. atau karena kebetulan pas ada momentum aja. tau bedanya kan? kalau yang kedua besok senin masih akan berlanjut jualannya. kalau yang pertama berarti senin sudah mulai net buy mereka.

Lantas kapan kita mulai akumulasi?

Kalau anda lihat target koreksi dibulan september angka di 5050 – 5000 adalah nilai ideal untuk mulai akumulasi. namun selain target koreksi tadi hal yang perlu di lihat adalah power net sell dari asing plus bentuk candlestick. kalau anda lihat chart weekly dari IHSG. 2 candle sebelum pekan kemarin itu bullish piercing. makanya saya sampai full power karena asumsi 5050 ga dijemput. eh kejadian koreksi rusuh. sepertinya memang mau disamperin dulu 5050nya.

Namun senin asumsinya akan positif. biasa. istirahat dulu. toh tanggal 26 kemarin candlenya hammer. menunjukan masih ada perlawanan. baru selasanya koreksi lagi. atau senin sekalian aja koreksi / doji / hammer biar sekalian sentuh 5050 dulu. ato ga ya deket-deket situ kek. namun yang paling penting hal yang perlu diperhatikan senin besok adalah power net sell nya.

Balik lagi ke chartnya. jika 5050 – 5000 ditembus. berarti cup n handle yang muncul di chart weekly bisa batal. lihat chartnya disini chart weekly IHSG 

Btw, ngomong soal RUU pilkada. terus terang saya ga menyangka akan disahkan pilkada tidak langsung. walaupun memang agak rancu SBY melalui pemerintah mengajukan RUU ini. tapi SBY melalui demokrat tidak mendukung. itu hal aneh banget. tapi terus terang ga nyangka demokrat akan walk out. karena tekanan bagi SBY cukup kuat. sampai bkin statement mendukung pilkada langsung. tapi apapun alasan SBY. nanti saat musim pilkada balik lagi. yang kita ingat hanya satu. ini semua karena SBY.