why i trade breakout

Judul diatas saya sempat lihat di salah satu twitnya @SjosephBurns, tapi sampai sekarang saya belum lihat karena kl di klik cuma loading ga jelas, apa karena internet saya lemot atau gimana, mau lihat? klik disini untuk artikelnya

Judul artikelnya aja sudah menarik buat saya, seperti orang yang nemu ‘aha moment’ saya jadi ‘dong’ why we should trade breakout. dalam perjalanan saya belajar trading. ada beberapa alasan yang menurut saya mendukung konsep trade on break out.

  1. Menurut @kenziesebastian yang mengutip teori daryl guppy. menyatakan bahwa pergerakan saham yang sedang uptrend, punya probabilitas 75% untuk meneruskan uptrend. tujuh puluh lima persenn!!!!
  2. Masih menurut @kenziesebastian yang mengutip teori daryl guppy. menyatakan bahwa pergerakan saham yang sedang downtrend, punya probabilitas 80% untuk meneruskan downtrend. ebusett! DELAPAN PULUH PERSEN!

Sebelum lanjut ke alasan selanjutnya, mari kita renungkan 2 alasan di atas. apa anda pernah tidak bottom fishing, beli dekat support, lantas supportnya tembus, katakanlah masih belum kena stoploss. lalu besoknya harga semakin turun. anda terpaksa cutloss. sudah bagus kalau anda cutloss. lah kalau anda menolak cutloss gimana? potensial lostnya jadi melebar. banyakkk.  apa lagi kalau anda average down. aduh. kalau kata paul tudor “loser average loser”. kenapa anda beli saham yang punya 80% probabilitas untuk melanjutkan downtrendnya? DELAPAN PULUH PERSEN BROO!

Saya sebelumnya juga tipe buy on support, nyaris selalu. (saya yakin anda juga begitu atau dulunya begitu) lagian, siapa juga yang mau beli buy on breakout, takut itu false breakout, kita akan merasa risknya jelas lebih besar dari reward. sudah overbought, ngeri lah, sudah ketinggian. dst dst.

Padahal ya, kl breakout itu potensi rewardnya jadi unlimited. risknya justru menjadi limited, karena kita akan tau, jika harga kembali di tutup di bawah resisten yang dicoba di tembus, maka itu false breakout. tinggal cutloss deh. beres.

Coba anda hitung, ada 10 breakout hari ini, saya kalau breakout beli 2-3 tick di atas harga breakout. biar meyakinkan dan mengurangi potensi false breakout. katakanlah dari 10 itu 5 false breakout. 2-3 tick itu kira kira berapa ya. misalnya 0,5 persen deh. jadi 5*0,5 = 2.5% + fee jual dan beli jadi semua 6%.

6% diatas bukan loss dari total equity ya. tapi loss dari posisi yang 5 false breakout tadi. jadi disini money management juga bermain. hitungan initial risk dari tiap posisi harus di perhatikan. asumsi mana yang akan false breakout atau breakout beneran juga harus dipertimbangkan dengan matang.

katakanlah 6% tadi 1% atau 2 % dari total equity. kl cuma 1-2% si saya yakin bakal balik dari 5 trade breakout yang sukses. kenapa saya yakin akan balik? karena kita akan follow the trend. nanti dari duit cash hasil culoss yang false breakout bisa di pakai buat average up. lalu anda tinggal follow the trend, update trailing stop, dan jadilah anda trend following. profit takingnya kapan? kagak usah profit taking. kejualnya kl kena trailing stop aja. follow the trend until it’s end. eh boleh deh profit taking kalau ada weakening.

Bacot doank lu paktua, coba buktiin.

contohnya begini, saya sekarang buynya suka auto trade, minggu kemarin ada BKSL, TBIG, TMAS, BJBR, dan banyak yang lain , kemarin sudah saya pasangin buy on breakout. MPPA, ITMG sama UNTR sebenarnya juga kudu dipasangin, tapi harganya mahal uey, hahaha.

Takut ga ? ga usah takut, lihat TBIG, UNTR dan TMAS, toh kalau emang weakening dia ga bakal nembus kok. liat BKSL deh, jika BKLS nembus 125 saya akan hajar kanan. kenapa? ya karena dia break resisten, minggu kemarin saya dapet TELE, AKRA, ACST, BJBR. hanya BJBR yang kena stoploss. see? 3 cuan 1 cutloss. akhirnya dapet 5% profit dari total equity. enak to? Kenapa anda ga mau beli saham yang punya probabilitas TUJUH PULUH LIMA PERSEN untuk meneruskan uptrend?

contoh saya di atas 10 trade. ada 5 yang kena false breakout. menurut saya si kebanyakan. ga bakal sampe 5 yang false breakout deh. yakin saya. tapi ya biar seru hitungannya jadi saya contohkan 5 false breakout. apalagi jika anda seperti saya, belinya 2-3 tick diatas breakout line. insya allah jarang kena tipu.

btw misalnya kl emang false breakout, biasanya si saham akan breakout kenceng, lalu ditutup turun a.k.a membentuk shooting star. solusinya gampang update trailing stopnya. kemarin ACST kejadian seperti itu. high 4475 punya saya kejual di 4400, tutupnya di 4300. enak to? jadi biarpun false breakout juga tetep cuan. padahal ya ACST senin bisa aja lanjut lagi. halah, yang penting ya cuan.

ngemeng ngemeng, selain punya probabilitas DELAPAN PULUH PERSEN untuk melanjutkan downtrend. bottom fishing adalah teknik pembelian saham yang resistennya sudah ketauan. orang orang sudah tau disitu resisten. jadi sudah pasang sell disitu. jadi rewardnya terbatas. berbeda dengan yang breakout, apalagi breakout ath. batasnya langit kalau pake bahasa saya. liat WSKT. muncrat ga beres beres. cuan nambah teruuss.

anda sudah ‘dong’ juga? saya si baru ‘dong’ minggu kemarin, masih terhitung hoki kali ya. saya juga belum disiplin buy on breakout. masih suka beli yang saya anggap weakening. saya nulis diatas berapi api biar keliatan semangat aja. semoga tidak dianggap menceramahi atau mengecilkan teknik buy on support.

alasan selanjutnya kenapa saya sekarang suka buy on breakout, karena punya data acum, data acum itu data akumulasi tiap saham. jadi saya tinggal cek mana saham yang mau breakout dan sedang akumulasi. beres deh. biasanya kalau breakout akan muncrat breakoutnya. ngaciiirrr.

masih bingung soal data acum? lihat twitternya pak @tototjung deh. pasti ngeh. kenapa saya bisa punya data ini juga ceritanya panjang. niatnya saya nulis weekend minggu lalu. tapi lupa. haha. intinya si gini. kalau anda mau data acum, buka akun di phillip sekuritas via pak @tototjung. baru anda akan dapat.

jadi saya punya akun phillip? engga, belum tepatnya. ini saya baru mau buka. hehe.

Data akum ini sangat membantu, sayang saya ga bisa publish. karena copyright pak toto. pemanfaatan data acum tidak hanya untuk buy on breakout sebenarnya. buy on support ya bisa. data ini menunjukan posisi akumulasi market terhadap sebuah saham. contohnya TAXI, taxi masih distribusi. jangan di dekati dulu. dst dst. jadi kita bisa tau mana yang lagi distribusi, maka yang sedang dalam proses akumulasi. enak to?

nah, 3 alasan diatas yang menjadi alasan why i trade on breakout. hehe. terima kasih telah membaca. salam.

5 Comments

  1. bagus banget mas artikelnya. sangat mencerahkan. waktu itu saya pengen daftar telegramnya pak toto, tapi saya belum ngerti kegunaannya. akhirnya saya ga ikut karena kirain nanti bahas afl, saya bukan pengguna amibroker.

    wah gitu tho penggunaannya data acum, kira2 brp persentasenya ya…selain ke pak toto data akumulasi bisa dilihat dimana lg ya mas?

    terima kasih.

    • wah, sayang banget, harusnya pas ditawarin pak totot daftar aja, tapi syaratnya memang wajib pakai ami. karena baca data acumnya ya pake ami.

      data acum sejauh ini setau saya hanya pak toto yang punya, makanya di grup telegram ngumpul semua suhu suhu kelas berat. haha.

  2. buat saya ami way easier than olt bawaan. kl olt bawaan chartnya gepeng. ga cakep. kalo narik narik garis trend kawatir jelek terus salah analisa.

    haha. punya saya juga ga asli. tapi barusan saya cari installernya ga nemu. di internet banyak kayaknya.

  3. Ternyata link WHY I TRADE BREAKOUTS versi bahasa Inggris itu di Vimeo.com, sedang situs Vimeo.com-nya sendiri kena blokir Internet Positif.

    Pakai browser Opera dengan opsi Opera Turbo hidup, atau sekalian Tor Browser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑