Hai hai, im back, sory lama ga nulis karna dr kmren sibuk ngebabu ngurus negara plus gue emng kehabisan ide tulisan yg “trading-ish”, asli mentok, ya masa nulis soal ruu jakon. Eh tp aslinya ide si banyak, tp selalu males kl nulis tentang sesuatu yg udah ditulis org laen dan tulisan si org tsb kebetulan sudah kece. ga perlu di re-write lah, toh pesannya sama.

Oke, kita skrng fokus ke inti dr tulisan ini, hehe. Kalian sudah pernah liat vidio ini? Vidio ini di share sama @trader_dante, he said “do your self a favor, watch this gread video” So, please tonton dlu ya, kalo perlu berkali kali sebelum lanjut baca artikel dibawah.

di vidio durasi 03:15 Ini, mr terry griffith menceritakan how he become snooker world champion. vidionya bagus, doi mengkisahkan tekanan mental bagi seorang snooker player itu sangat luar biasa berat , incredible psikologi distress-nya menuntut kemampuan untuk meng-overcome gejolak dalam diri untuk menjaga asa juara.

Imho, nyaris semua permainan individual menurut gue menuntut hal ini, golf, billiard ato semua permainan sendirian deh, permainian yg individu sangat menuntut fokus dan penguasaan diri atau bahasa kerennya kecerdasan emosi. dan tentu kecerdasan emosi juga sangat diperlukan dalam trading, biar ga galau dan pusing sendiri tiap habis ambil posisi. ga cape nanya forum sana sini apakah musti hold atau cutloss. hehe

Walaupun sepertinya jawaban mr terry griffith sedikit normatif “the ability to survive and overcome the former to attaint the latter is the fundamental difference between winner and loser” and so on and so on, ada hal lain diawal vido yang menarik perhatian.

menurut saya, yang plng menarik di vidio ini bukan punchline di 10 detik terakhir. Tapi justru saat mr terry griffith menceritakan mengapa doi ingin menjadi profesional snooker player. He said “personally, i just want to found out that i can compete with best player in the world” THEN HE SAID “i give my self three years target, and if i FAILED, i would go back to work

Thats what i want to highlight, he set his deadline! He give himaelf 3 years time to prove that he can compete among the best snooker player in the world. Keren ya?,

saya jadi inget teman kuliah dulu, namanya adit, kami berkenalan saat saya mengulang mata kuliah kalkulus, pendek cerita doi itu gitaris jago, jago pake bingit, festival ato kejuaraan musik si lewat ama doi, intinya jago deh, suatu ketika ketika latihan, dengan tegas doi blng ke bandnya “guys, kita musti serius menentukan langkah apa untuk terjun ke industri musik, gue ga mau 2 tahun dr skrng kita masih genjrang genjreng lompat dr satu cafe ke cafe lain, kl masih begitu mending ga usah nge-band”

Woh, si adit dan mr terry griffith mengultimatum diri sendiri!!

The know why the doing it and they set deadline!

how about you?

how about me?

Alasan saya terjun ke dunia saham akan dijelaskan di artikel sendiri, abis panjang, tp yang pasti saat pertama terjun ke saham saya juga sudah memberikan deadline sebagai bahan bakar motivasi, how long? 1 plus 3 years untuk SUKSES! atau saya bakal angkat kaki di dunia persahama ini. 1 tahun untuk belajar, and i did that at 2013-2014, 3 tahun waktu yang saya berikan ke diri saya untuk segera sukses. menurut argo 3 tahun tadi, saat ini saya si kira kira sudah setengah jalan.

walaupun belum sampai target, i know im getting closer to my goal. hehe

saya rasa tidak perlu di elaborasi why we must set deadline and keuntungannya, kenapa kita musti sama seriusnya ketika memutuskan berbisnis di sektor riil dgn berbisnis di saham. coba pkirkan dan resapi, why u trading? dan how long u gonna give ur self chance to prove that trading is your way? hehe. 

happy thinking