sebelum kita masuk ke substansi artikel, fyi, saya membuat halaman khusus untuk keputusan beli dan jual yang saya lakukan. halaman khusus di buat karena i hate to see it mixed up dengan non-stockpick article. 

let’s move on.

pasca tulisan tentang masalah undersize di WSKT, dimana return saya adalah 4.7R jika di lihat dari batas stop, namun hanya 0,8R jika dilihat dari rata-rata risk. saya sibuk mempelajari lagi tentang sizing. mencari solusi optimum yang dapat saya lakukan.

van tharp dalam bukunya memperkenalkan 93 model positioning size. dimana 4 diantaranya dapat dilihat di video dibawah ini. dan yang saya lakukan selama ini di sebutkan pada menit 7:34 detik. yaitu risk a constant amount of dollar on every trade.

strategi lainnya? 

selain me-resiko-kan a constant amount of dollar, opsi lain adalah me-resiko-kan persentase capital yang konstan. atau menambah resiko (bisa $ value atau % capital) jika terjadi loss, atau menentukan porsi risiko berdasarkan nilai profit yang telah direalisasikan.  sekali lagi, di buku van tharp itu ada 93 strategy positioning size, silahkan di baca dibukunya.

anyway. sementara ini saya tetap dengan teknik positioning strategy yang selama ini saya lakukan, using a constant amount of dollar, karena fokus saat ini adalah disiplin membeli size sesuai rekomendasi sistem atau memenuhi target proposi minimum 5%.

masih ingat kenapa penting sekali punya size di atas 5% capital di setiap posisi?

intinya si untuk keseimbangan, karena pasca evaluasi di bulan agustus, walaupun untung 14R (atau 46R jika dilihat dari risk), top trades saya seluruhnya memiliki size kurang dari 5%. lengkapnya bisa dilihat disini

so, bagaimana progresnya sejauh ini? mari kita lihat 10 trade terakhir yang saya lakukan.

kolom size menunjukan trade dengan size >= size yang direkomendasikan oleh sistem, jika pada kolom tersebut nilainya x maka size-nya kurang dari jumlah lot yang dianjurkan oleh sistem.

sebaliknya jika di isi v, maka trade pada baris tersebut memiliki size >= jumlah lot yang di anjurkan, dengan kata lain hanya BUMI dan WSBP yang saya beli sejumlah anjuran sistem. damn.

namun di sisi lain jika di lihat dari proporsi capital (kolom proporsi), hanya WTON dan PPRO yang memiliki size kurang dari 5% capital.

artinya saya masih belum disiplin mengikuti sizing anjuran sistem namun setiap posisi saya sudah mayoritas > 5% capital.

 

kira kira apa dampak dari sizing yang tidak sesuai sistem? jawabannya ketidakseimbangan.

contohnya hingga 28 oktober, profit yang telah saya realisasikan senilai 5.7R, dimana R adalah threshold potensi loss yang telah saya tetapkan yaitu Rp. 1jt.  pendeknya, growth capital sejauh ini senilai 5,7juta, namun jika dilihat dari risk di setiap posisi dan poin return yang telah saya peroleh di setiap posisi maka kinerja saya sejauh ini 17,82R.

5,7R vs 17,82R, tiga kali lipat lebih. saat sistem saya meresikokan 25 poin, itu artinya jika benar turun 25 point saya akan loss 1jt (karena limit loss sudah di tetapkan 1jt), maka saat return nya 100 poin atau 4R, seharusnya returnnya adalah 4jt…. 5,7R vs 17,82R, yang masuk kantong cuma 1/3. sial.

jika belum mahfum soal ketidakseimbangan, baca artikel tautan soal WSKT diatas.

hitungan diatas adalah salah satu bukti bahwa titik lemah seorang trader itu adalah diri-nya sendiri. buktinya walaupun tau akan akibatnya saya toh tetap melanggar sizing anjuran sistem.

we do not have to be perfect, but to be good and getting better.

and i will getting better at this sizing thing.