HFT di Bursa Indonesia

ada dua alasan mengapa saya menulis soal high frequency trading di bursa saham indonesia,

  1. belum lama saya punya pengalaman saat saya mau jual saham, kebetulan banget harganya langsung turun, jadi kayak kejar kejaran turun. saya turunin satu tick, eh bid yang saya incar malah pindah jadi offer dst. dan setelah terjual, harga kembali mantul naik. kalo ga salah saat itu terjadi di 3 emiten berbeda. TIGA! kalo ga salah ingat si tiga tiganya saham komoditas. INCO yang saya ingat, dua lagi saya lupa.
  2. saya lagi baca flash boy. buku karangan michael lewis. bacanya si belum selesai, saya selalu ga rela ngabisin bacaan bagus, jadi memang di lama-lamain atau saya re-read dari awal. dari judulnya saja mungkin ada ngeh, pada dasarnya buku ini bercerita tentang high frequency trading. bagaimana bisa ada, kenapa bisa ada, dan apa dampaknya. membaca buku ini membuat saya yang saat ini juga trading di bursa indonesia jadi penasaran, ada ga si high frequency trader di indonesia?

karena sempat merasakan poin 1, lalu sedang asik membaca poin 2, maka imajinasi saya mulai bergerak liar, apakah ada HFT di bursa saham indonesia? saya sudah googling, bahkan dark pool saja belum di authorize oleh BEI, jadi chance untuk HFT hadir di indonesia cukup kecil. kenapa? apa hubungan darkpool dengan HFT? HFT pada dasarnya tumbuh subur karena mengexploitasi dark pool sekuritas. mereka mengexploitasi izin ngintip order gede di darkpool, agar bisa lebih dulu antri beli sebelum secepat kilat untuk antri jual. hitungannya microsecond.

lantas, jika darkpool saja belum boleh ada di indonesia, lalu apa yang terjadi dengan saya di poin 1 diatas? well, belum di authorize atau di iya-in sama BEI tidak berarti darkpool tidak ada, sejauh dari yang saya baca, darkpool di indonesia belum diatur, maka karena belum diatur tidak berarti keberadaanya dilarang. benar ga?

buat yang baru tau istilah darkpool, jadi darkpool ini secara bodoh bisa di anggap seperti blackmarket, siapa yang buy dan sell, berapa size-nya, itu semua rahasia, rule-nya dibuat oleh yang buat si darkpool. versi enggrisnya kira kira begini.

Dark Pools are electronic Alternative Trading Systems, very similar to stock exchanges where trades can be matched. The big difference of course is that the orders are dark, meaning that the size and price of the orders are not revealed to other participants. This limits the amount of interaction because the participants don’t know when to move their price up or down to find the contra side of their trade or when the contra side may be present in the pool.

darkpool biasanya dibuat broker, jadi ketimbang mengeksekusi order beli/jual client mereka di sistem bursa yang tentu bakal ada fee dan pajak lebih baik sebelum ke sistem bursa mereka cek di sistem mereka sendiri, ada tidak client mereka yang lain yang mau membeli/menjual barang yang di cari client pertama. jika ada, tinggal di matchinkan deh, lebih cepat, lebih efisien, bisa saja lebih murah untuk client yang mau beli/jual, dan tentu bebas pajak ke bursa, tapi si client ya tetep di tagih bayar pajaknya. hehe.

lagi pula, firma HFT ngintip darkpool sebuah sekuritas itu ga gratis, bayar brayy, jadi broker / sekuritas bisa untung dua kali, untung ga bayar pajak, untung dari fee ngintip. lumayan kan?

dari sudut bursa, isu darkpool akan digoreng menjadi potensi kehilangan pendapatan pajak, karena transaksi dilakukan di darkpool, pajak cuma dikenakan bagi yang buy dan sell di sistem bursa, biasanya si digorengnya begitu.

namun kehilangan potensi pajak ini hanya ilusi, karena jika ada darkpool, maka ada HFT, well, jika ada yang mau beli 1juta lot saham BUMI di sekuritas X, belum tentu darkpool sekuritas X bisa me-matchingkan order segede gaban ini, katakanlah di sistem sekuritas X ada 200rebu lot, maka sisanya aplikasi sekuritas X akan mencari/membelinya di sistem bursa, nah disini HFT mengambil keuntungan, sadar akan kebutuhan 800rb lot di saham BUMI, maka mereka dengan sistem dan kecepatan yang wayy better lebih dulu membeli 800rb lot saham BUMI, lalu berbalik mengantri jual paling depan. karena tau sekuritas X akan datang membeli saham tsb.

stop sampe sini dulu, jadi, kenapa HFT sampai sekarang tumbuh subur dan tidak di matikan? karena HFT bagi bursa memberi dampak bagus, apa? liquidity. anda boleh googling, tahun tahun setelah munculnya HFT, liquiditas sebuah bursa akan naik signifikan.  volume melonjak tajammm. jadi masalah pajak tidak menjawab kenapa tidak boleh ada darkpool. karena more liquidity = more taxes. kl ga salah baca, 30-60% likuiditas bursa di amrik sana di gerakkan oleh HFT. jadi mematikan HFT bagai buah simalakama buat regulator

bedanya apa darkpool dengan crossing saham? crossing masih kena pajak, karena di lakukan di sistem bursa, kalo darkpool kan di sistem si sekuritas.

eh, saya baru sadar, jika benar ada darkpool, maka aplikasi accum yang biasa saya gunakan bisa saja menjadi impoten, karena log-lot gaban akan cenderung terjadi di darkpool (yang boleh masuk darkpool cuma lot segede gaban, receh mah di bursa aja), karena tujuan darkpool adalah mengurangi kelebaian market, kalo tiba tiba RX muncul sebagai top seller dengan 10juta lot di sebuah saham ya kan bisa heboh. karena apa yang terjadi di dalam darkpool adalah rahasia, maka me-matchingkan saham dengan lot gaban dapat dilakukan tanpa mengganggu harga saham di market umum.

balik lagi ke judul dan poin nomor 1. lantas apa yang terjadi dengan order saya? anda pernah mengalami seperti yang saya alami? padahal lot saya kan imut-imut. apa saya aja yang ge-er ya?

mari kita analisa.

kejadian yang saya alami di poin no 1 itu belum lama, kayaknya 1bulan lalu, dan saat itu hingga saat ini saya masih pakai broker yang sama yaitu jasa kapital utama dengan kode YB. di YB, seperti aplikasi trading sekuritas lain, buy dan sell memiliki menu khusus tersediri, seingat saya di daewoo dibedakan melalui “tab beli” dan “tab jual”. nah di YB selain bisa via menu tadi, kita bisa langsung klik harga incar melalui order book, tau kan order book, dikiri deretan harga bid, dikanan deretan harga offer. jika kita klik salah satu harga akan muncul pop up baru yang terdiri atas tombol beli dan jual plus kolom jumlah size.

nah, berhubung saya anak IT, jika menggunakan mekanisme beli via order book seperti diatas, maka menurut saya nol persen kemungkinan sekuritas saya tau saya mau jual apa beli, karena tombol beli dan jual muncul bersamaan, jadi dia ga tau saya mau beli atau jual, berbeda jika proses ini dipisahkan melalui “tab” atau menu khusus, tinggal dikasih flag, kira kira pseudo codenya begini: if tab buy opened then flag buy, if else then sell, kan gampang, jadi kita bisa tau client kita AKAN beli atau jual bahkan sebelum doi isi jumlah lot.

so, jadi piye? dengan keyakinan bahwa YB tidak membocorkan niat saya membeli/menjual saham INCO pada HFT, lantas apakah HFT yang membuat saham INCO saat itu turun teratur akhirnya membuat saya buang kiri 1% dibawah target harga? saya ga tau bray.

makin baca buku flash boy ini membuat saya makin ngeri. makin berusaha cari tau, server BEI ada dimana ya? server YB ada di satu gedung dengan server BEI ga? deket mana sama server sekuritas lain? seberapa cepat si routing YB ke server BEI. sama sekuritas lain cepet mana? duh, saya biasa trading pake modem IM3, routing IM3 cepet mana sama routing telkomsel / bolt dari rumah ke server YB?

tapi ya begini, makin dipikirin makin mahfum, bahkan jika saya tau pertanyaan2 yang saya ajukan diatas, tidak mengubah apapun, emangnya saya bisa klik order buy/sell lebih cepat dari aplikasi HFT?

btw, automated order di bursa indonesia belum di atur atau tidak dibolehkan? bah. makin pusing.

note: diamrik, ga kayak di indonesia, bursa-nya ada banyak, NYSE, NASDAQ dst. jadi persaingan antar bursa juga seru. kadang ada bursa yang membayar broker agar si broker beli dan jual di sistem mereka. jadi si broker tripel untungnya. via darkpool, ga bayar pajak plus sisa lot yang belum matching belinya di bursa yang mo bayar mereka agar transaksinya di sistem mereka.

penutupnya. ini tulisan random abis. jadi jangan dianggap serius. saya cuma nulis yang sedang dalam pikiran saja.

biar afdol. dan karena tulisan saya punya kecenderungan ngawur. maka sebaiknya tonton video dibawah ini.

2 Comments

  1. Yusron Andrianto Fauzi

    March 1, 2017 at 3:35 am

    ada saran buat buku yang membahas HFT di Indonesia ? dan apakah HFT pernah terjadi di BEI ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 a Trend Trader

Theme by Anders NorenUp ↑