kalian pernah dengar jika trading itu membosankan? katanya si anda akan sepakat bahwa trading itu membosankan jika anda sudah menjadi trader yang konsisten profitable.

mungkin, anggapan bahwa sudah konsisten profit = boring karena jika anda sudah konsisten profit artinya proses / rutinitas trading anda sudah baku, maka cenderung membosankan.

tapi… imho, selain asumsi tsb diatas. statement bahwa trading itu membosankan sangat tergantung dari strategy yang di gunakan. jika anda daytrader yang setiap hari anda akan aktif  balancing portfolio, saya rasa anda akan jauh dari kebosanan. namun jika anda positioning atau trend follower, nyaris dapat dipastikan anda akan merasa bosan. apalagi jika setiap hari anda punya kesempatan untuk melihat market. makin kerasa bosannya karena walaupun anda bisa menganalisa market toh anda tidak banyak bahkan tidak melakukan apa-apa.

ga melakukan apa-apa karena sistem pada tipe trader positioning atau trend follower punya tingkat toleransi akan volatitility yang cukup tinggi. sehingga walaupun harga bergerak naik turun di intraday atau daily namun masih dalam toleransi, maka kita ya ga melakukan apa-apa.

sebagai contoh ya saya ini. walaupun belum bisa dikatakan kategori konsisten profit. namun karena sistem trading saya yang trend following, maka lebih banyak doing nothing. malah, yang membahayakan adalah karena saya selalu punya peluang untuk mengecek market. kecenderungan untuk impulsive trading jadi tinggi.

INDF adalah contoh impulsive trading yang saya lakukan. tanggal 14 / 3 stock INDF yang udah ngedon di portfolio sejak 20/2 akhirnya saya jual karena merasa bosan.. harganya tidak kemana-mana,.. saat itu harganya sedang di support…. teman-teman, jual saham di resisten si wajar, tapi jual di support itu jelas keliru, wong sedang di posisi yang minimum risk kok di jual. ngablek.

dijual tanggal 14 / 3 hanya untuk saya beli lagi tanggal 16 / 3 saat breakout. pinter kan. ??? hold hampir 1 bulan. dijual karena impulsive hanya untuk di beli 2 hari kemudian. ngableeek.

diatas adalah salah satu gambaran bahaya impulsive akibat kebosanan.

artikel ini juga saya tulis karena saya bosan, bolak balik analisis saham di portfolio saya masih ontrack semua. nyari-nyari alasan re-balancing kok ga nemu. T_T. … disukuri saja lah ya,

btw, index baru saja break high, menyudahi konsolidasinya beberapa bulan… biasanya, pasca konsolidasi, harga akan rally sampai bosan. saya harus menemukan teknik menanggulangi penyakit impulsive trading.. jangan sampai saya cut winner to short. jadi ingat satu quote saham.

finding winner is easy, staying in them takes some works.

ini bener, menemukan setup menarik itu gampang, wong ilmu kita sama semua kok. breakout buy. pullback lalu higher high buy. di support lalu higher high buy. easy. yang susah itu ride the winner… i have to work it more. 🙂 have to! letting winner may be boring, but it can be dangerous.. danger of impulsive trading.