Sudah 1 bulan lebih atau tepatnya 34 hari saya tidak trading, ya kira kira di mid week saat tulisan ini rilis, saya ga sekedar tidak trading, saya juga ikutan puasa charting. mau tau rasanya? hmm. gimana ngejelasinnya ya, bayangkan saja, saya sampai lupa passcode aplikasi trading. hahahahaha

gimana ga lupa, jangankan charting, backfilling data aja kagak. kacaw deh, saya bener2 memanfaatkan liburan lebaran ini untuk santai santai, niatnya istirahat otak, tapi ya tetep aja ada ‘kegelisahan’ di otak saya untuk direnungi. untuk di-share disini tepatnya.

bytheway, sebenarnya saya mau nulis soal pentingnya memahami konsep perubahan trend. INI PENTING BEGETE! draft tulisannya sudah ada diblog ini sejak sebelum libur lebaran. namun kok saya dibaca bolak balik pesannya ga nyampe. jadilah blog ini absen publish artikel sepanjang liburan. jadi begini, imho,  meresapi pemahaman tentang konsep perubahan trend itu merupakan salah satu edge penting seorang trader. 

memahami perubahan pergerakan harga menjadi trending / non trending ini sangat penting, karena akan membantu anda mengenali tanda-tanda apakah si downtrend ini ke sideways dulu apa malah lanjut uptrend. hal ini akan membantu exit strategy kita. enaknya si ada contoh y. nanti kalo market koreksi, dan ketemu momentum yang sesuai sama tema ini, saya bakal nulis berikut contoh y. sementara begini dulu. hehe

tuh, kalo dibaca lagi ini 2 paragraf, keliatannya isunya biasa banget ya. semua orang juga udah tahu paktua! belajar soal trend kan pelajaran dasarrr. piye sih. etapi serius. ini penting bet. kita musti sampe ke level mahfum. paham banget.

balik lagi ke kegelisahan yang menghantui saya, hal ini bahkan sudah menghantui saya jauh sebelum saya puasa trading, cuma saat dirumah dan ga banyak kerjaan, 2 hal ini terus membuat saya merenung.  kita tulis yang pertama saja dulu y.

jadi begini, entah kenapa, saya terus berpikir untuk mencoba market lain. khususnya forex dan komoditas.

why? this is my reason.

  1. seperti tujuan saya menulis di blog ini adalah untuk melaksanakan project RSGN. maka mencari pengalaman di beragam market sepertinya diperlukan. untuk belajar, dan membuka jalan. tapi tentu saya harus memikirkan periode ‘latihan’ tambahan jika saya memutuskan mencoba market baru. ini jelas risky. sangat. keburu ketuaan gue.
  2. imho, jika anda renungi, stock market ini punya satu trait bermata dua. yang bisa saja menguntungkan trader, atau imho, malah cenderung berbahaya bagi newbie. apa itu? opportunity yang muncul dibanyak saham. iya, ada 500 saham dibursa efek, katakanlah 200 yang liquid. jadi +- 200 peluang setiap hari. SETIAP HARI. atau kita ambil LQ45 deh. imho lagi, bahkan LQ45 saja menurut saya kebanyakan. saya sebut sebagai trait yang berbahaya bagi newbie karena ini yang bikin kita sulit belajar, why? karena kita ga fokus. kita cenderung begah. belum selesai sama satu saham, sudah pengen yang satu lagi. belum selesai evaluasi yang satu, sudah nyoba yang lain. bah, bahkan dengan metode yang sudah systematikal saja ini sulit, karena mood market terus berubah. apalagi kalo metode yang digunakan beda-beda, tipe A maka metode X, tibe B maka metode Y, bah. ngerti kan maksud ane?
  3. saya si membayangkan jika saya trader komoditas, cth saya trading gold. yaudah, ya chart yang saya pantengin cuma gold. atau tambah bunds, sama minyak deh. 3 chart. kalo forex? kayaknya pair ‘bluechip’ ga banyak, setau saya antara 4-6. jadi asumsi saya kita bakal lebih fokus. masuk akal ga? nah, kalo cuma 4-6 chart doank maka kata kata manis macam ‘never chase’ atau ‘if i miss, yasudahlah’ ini lebih mudah diterapkan. pilihannya ga banyak. jadi ya musti nunggu dipinggir lapangan, ga maksain.
  4. sebenarnya poin nomor 3 bisa kita lakukan di saham, katakanlah kayak saya, saya kan mainnya ga macem-macem. paling cuma banking, semen, komo, prop, sama second liner yang mainstrem, eh kok banyak. hehe. tapi begini deh. katakanlah saya cuma trading 10 stock. masalahnya itu di running trade dan noise dari trx lain ini yang ga nahaaan. hehe. menggoda cing. maka pas charting ternyata ngintinp2 yang stock lain yang momentumnya bagus, alhasil jadilah nambah 1 stock, eh cek chart lain bagus juga. besoknya, chart yang kemaren jelek jadi bagus. begitu aja terus. jadi deh alfamart
  5. imho lagi, sebenarnya kunci utama untuk sukses dalam trading saham adalah kemampuan kita untuk disiplin dalam manajemen resiko via being patient dan positioning size. piye? sependapat? dari hasil project RSGN sejak maret, saya sampai dikesimpulan, sulit sekali melakukan manajemen risiko yang baik dan benar khususnya dalam hal positioning size jika anda tidak mampu me-menej capital anda dan jumlah stock di portfolio dengan preferensi jenis saham yang seusai dengan karakter anda. kasarnya begini, adalah bullshit jika saya cerita ke anda saya (dengan profil preferensi saham saya yang cnderung ke bluechip dan exit strateginya yg disiplin) melakukan manajemen risiko yang baik dan benar dengan modal 100jt dan 10 stock di portfolio secara bersamaan. serius. bullshit.
  6. intinya di poin 5 diatas adalah jumlah capital dan teknik manajemen risiko adalah 2 hal yang menentukan jumlah ideal stock dalam portfolio disatu waktu. jika disambungin sama tulisan2 diatas, maka harusnya dengan preferensi yang cenderung bluechip, dan teknik charting saya, maka jumlah ideal stock yang bisa saya miliki dalam satu waktu harusnya ga lebih dari 2-3 saham.(selama ini kayaknya rerata saya ada di 6-8 saham) padahal yang jumlah saham yang menggoda kita ada 200 saham, dan jujur saja, soal positioning size sejauh ini saya selalu ngawurrr. opo maneh exit strategy ne. makin feeling analisys. piye leh? modal mu piro? positioning size stylemu kayak opo? exit strategymu? piye? gelem pindah market ta?

maksud saya, apa ga mau nyoba market lain? feedback sangat penting dalam trading, jika ga punya mentor, maka opsi yang anda punya adalah mereview secara mandiri kayak saya ini, jujur saja, dengan intensitas dinas dan ngebabu dikantor, plus +- 50 wathclisth maka kualitas review yang baik susah dijaga. i understand, no one said this gonna be easy, that’s why i love this game. hehe.

eh iya, saya ga bilang mencoba market lain akan menjamin cuan y, kalo anda baca baik baik, pesannya cuma mengajak kita lebih fokus dalam trading. jadi proses pembelajarannya sekiranya dapat berjalan lebih baik. karena review/feedbacknya menjadi lebih fokus. ntr kalo udah jadi elit trader, baru deh main di banyak market sekaligus, biar ga maksain selalu punya posisi di BEI padahal lagi downtrend. kan bisa main di gold atau fx.

akhir kata, saya mengucapkan minal aidin walfaidzhin, mohon maaf lahir bathin. mohon maaf jika ada tulisan dan perkataan dalam blog ini yang kurang berkenan. it just my 2cent. terima kasih.