terinspirasi ribut-ribut soal penurunan btc yang konon katanya dulu harganya pernah sgini, terus naik segitu, terus turun lagi segini dilanjutkan kenaikan luar biasa.. nah kebetulan sekarang turun banget.. maka seharusnya di beli apa kita tinggalin?

muncul logika yang menurut saya paradoxical

kira-kira logikanya begini

if you believe the price going higher, you should happy when it goes against you

jika anda percaya harga akan naik, maka sudah seharusnya anda senang jika harga malah turun.

jika yakin harga btc mau ke 100rb, maka anda akan sangat happy jika harga btc mendekati nol.. bener ga?

jika anda percaya harga naik dan benar harga bergerak naik, sudah tentu akan senang, tapi jika harga malah bergerak turun, apa benar anda akan senang?

lu nyindir fundamental analisis paktua?? engga, statement diatas juga berlaku untuk pelaku teknikal analisis.

saat anda tarik-tarik garis support dan resisten, atau menganalisa cashflow atau rasio keuangan dan mendapatkan kesimpulan bahwa saham yang anda analisa mempunyai potensi return positif jika anda beli di harga saat ini,

maka asumsi saya sudah seharusnya anda malah tambah senang jika harga bergerak berlawanan dari analisa anda,  untuk penganut analisa fundamental, harga yang semakin tidak sebanding dengan value perusahaan tentu justru memberi kesempatan tambo.. untuk teknikal analisis, selama support tidak di tembus, fenomena harga nyamperin support adalah kesempatan nambah di avg rendah.

tapi apa benar tambah senang?

rasanya bukan tambah senang sih, tapi ya ga kawatir juga..

atau logika statement diatas salah? rasanya si ga salah.

apapun jawaban yang benar menurut anda, saya rasa kata kuncinya ada di ekspektasi

dalam dunia investasi (termasuk trading), ketidakmampuan mengendalikan ekspektasi bisa menjadi boomerang yang membutakan nalar dan analisa.

matinya nalar dan analisa yang paling mudah kita temui adalah confirmation bias, jika sudah sangat berekpektasi harga akan menuju langit, semua kabar berita dan analisa di jadikan argumen pendukung, padahal terkadang nyambung dan punya dampak juga kagak.

tapi..

jika ternyata benar kejadian bahwa harga menuju langit, maka tentu ini menjadi confident booster yang yahud. apalagi saat menebak bahwa harga akan kelangit dilakukan di forum publik. bisa langsung jadi guru besar.

tinggal tulis “dulu waktu saya bilang harga X akan segini saya di bully, liat tuh sekarang..”

langsung seng ada lawan deh..

lah.. lu nyindir lagi paktua???? engga bray..

ide utama tulisan ini adalah pentingnya mengetahui respon diri jika ekspektasi terhadap suatu analisa bergerak berlawan dengan analisa yang sudah kita lakukan, apalagi jika analisa tersebut udah kadung di koar-koarin di forum publik.

punya ekspektasi tentu sangat wajar. lah wong kita entry di saham masa ga punya ekspektasi untuk return positif, namun yang perlu di perhatikan adalah potensi bias yang terjadi jika harga bergerak sebaliknya.

jika kita udah agak lebay dan ga nyambung dalam membela analisa, boleh jadi kita sudah mulai bias.. nah sangat penting untuk sadar saat anda mulai lebay dan ga nyambung.. biar tidak dibutakan sama ekspektasi dan urat malu.

eh, ini bukan berarti saya menolak pom-pom saham ya,.. justru saya sering memanfaatkan analisa-analisa saham yang di pom-pom terus menerus, buat cocokologi dengan tarik-tarikan garis yang saya lakukan.

kan lumayan jika ternyata pas di gambar keliatan bagus, eh ada pom-pom,, bisa jadi booster.. hehe

gimana? jika ada pendapat lain, atau komentar silahkan tuliskan di kolom komentar dibawah.

tulisan ini adalah catatan diri sebagai pengingat di masa depan, agar saya terhindar dari godaan pamer analisa lalu terjebak menjadi pom-pom yang membabi buta.

terima kasih sudah membaca.

(ps: nothing wrong with showing our analysis in public, i did it too… because shame can enforce us to follow our plan)