Setelah di bulan maret dan april market cukup royal dan baik hati memberi tidak sedikit peluang untuk di nikmat para trader, bulan ini market menunjukan taji-nya bahwa there is no free lunch. IHSG tidak banyak memberikan peluang. relatif hanya beberapa saham seperti NIKL, GGRM atau UNVR yang punya potensi memberi cuan, itupun saya rasa dibiarkan naik dalam rangka rebalancing kejatuhan mining yang terlalu kejam. ya, di bulan ini sektor mining ga pake malu-malu dibiarkan terjun turun.

dimasa seperti ini, biasanya trader yang masih mampu menguasai diri akan mengurangi eksposurnya terhadap market. sedangkan, trader dengan jiwa ‘pemberani’ akan terus mencoba menebak support potensial,,. sisanya, trader yang sudah terlanjur nyangkut akan banyak berdoa, mencari pembenaran atau mendadak peduli fundamental. apapun kategori anda, saya rasa semua akan sepakat bahwa secara teori apa yang kita perlukan di masa-masa seperti ini adalah kesabaran.

sabar menanti.. peluang atau momentum market lebih mendukung metode anda, plus dengan rasio risk vs reward yang baik tentunya.

namun, jika bicara soal kesabaran.. imho, mindset ini seringkali terkontaminasi dengan pemikiran yang kurang tepat.

tidak ada salahnya kesabaran dalam trading seringkali di sejajarkan dengan menunggu kesempatan yang benar-benar memiliki probabilitas yang baik. sehingga saat kesempatan itu datang, maka saat tersebut adalah saat yang tepat untuk mengambil posisi. karena tidak ada yang lebih baik dari mengambil posisi disaat probabilitas mendukung pilihan kita.

seringkali ilustrasi menunggu kesempatan ini disamakan juga dengan ketekunan seorang sniper atau pemburu yang menanti mangsa. jika hanya sampai disitu tentu saya masi setuju. namun saat persepsi ini dibawa-bawa ke mindset one shot one kill… again, imho, ini cukup berbahaya.

persepsi one shot one kill memiliki kecenderungan kita pun hanya memiliki satu peluang.

dimarket yang selalu bergerak, peluang akan muncul silih berganti. ga perlu lebay.

persepsi one shot one kill mendorong kita mempertaruhkan seluruh apa yang kita punya di kesempatan itu. all in or die trying!

di market, greed is the fastest way to being broke. 

jadi begini, banyak tulisan dibuku yang memang menyarankan untuk sabar menanti momentum yang berpihak dengan metode kita. saya juga lagi kebetulan baca market wizards by jack schwager. dibuku ini pun banyak trader kelas kakap yang menyarankan hal tersebut.

tapi jangan sampai hal ini terkontaminasi dengan mindset yang membuat kita reckless. sabar menanti peluang harus dibarengi dengan tetap disiplin akan risk management. karena setinggi apapun probabilitas setup yang kita temui, outcome tetap diluar kendali kita… maka fokuslah dengan apa yang bisa kita kendalikan… timing entry (dengan menunggu dengan sabar) dan risiko.

maaann. saya udah kek aki-aki sok bijak dan sok udah cuan.

saya harap pembaca tidak tersinggung, tulisan ini ditujukan untuk diri saya sendiri. stop being reckless.

be patience and do not forget risk management.