DESKTOP…

di dekstop laptop saya ada dua file txt, keduanya berisi ide menulis atau tulisan setengah matang.

yang pertama berjudul ‘write this.txt’ isinya adalah konsep soal pentingnya open mind. bunyinya begini

I STOP READ MARKET WIZARD BECAUSE I CANNOT ACCEPT THERE ARE SUCH A SPECULATOR THAT BECOME A SUCCESSFUL TRADER. IT AGAINTS MY KNOWLEDGE AND BELIEVE.

BUT LATER I REALIZE THAT BOOK SHOW ME ANOTHER PERSEPECTIVE THAT ANY STRATEGIES CAN WIN THE MARKET. YES. ANY STRATEGIES.

THE HIGHEST FORM OF IGNORANCE IS WHEN YOU REJECT SOMETHING YOU DONT KNOW ANYTHING ABOUT.

yang ke dua berjudul ‘Perceptual cycle of hell.txt’, isinya adalah rasa frustrasi yang saya alami. bunyinya begini

perpetual cycle of hell.

i’m not there, yet so close.

saat kuliah, saya punya blog ttg security jaringan, niatnya nulis sambil nyari duit via googleadsense, saya rutin nulis setiap hari, setiap hari tanpa henti. 6 bulan pertama memang tanpa pendapatan, namun dibulan berikutnya website tsb konsisten memberikan pendapatan yang saya rasa cukup untuk bayar kuliah saya sampai lulus.

di akhir masa kuliah, saat menyusun skripsi, website itu saya jual, main reason bukan karena saya ingin fokus skripsi, namun karena saya rasa security jaringan sudah ‘paripurna’. hanya berputar di itu-itu aja. dengan kata lain, saya sudah kehabisan ide untuk menulis.

entah kenapa, perasaan itu datang lagi, walaupun saya belum menulis semua yang saya tau / saya baca soal trading, tapi saya rasa trading itu begitu-begitu saja. pick (+ expectancy) system that suits your personality, follow it with discipline, track it using journal, and do routine trade checkup. that’s it. saya mulai bosan.

sialnya, berbicara soal performa, walaupun saya (rasa) sudah melakukan hal tsb diatas, sayangnya saya sendiri belum konsisten cuan.

i’m not there, yet so close.

it is frustating.

memahami bahwa untuk sukses di trading cukup simple namun hingga saat ini saya hanya berputar-putar di titik yang sama sangat menguras iman.

saya tidak mengatakan trading itu mudah. trading itu simple.

FRUSTASI…

terus terang saya perasaan saat ini persis seperti tulisan diatas, frustasi.

rasanya saya telah cukup paham tentang trading, terutama teknikal trading. pemahaman saya sepertinya sudah ‘paripurna’. karena teknikal trader terutama price based trader ilmunya itu-itu aja, semua kembali terserah market. yang kami lakukan hanya mendefine dan membatasi risiko.

sialnya, berbicara soal performa, walaupun saya (rasa) sudah melakukan apa yang dirasa benar,, namun saya belum juga making money

i’m not there, yet so close.

EUREKA…

pasca menulis masalah undersize di WSKT, dimana return saya adalah 4.7R jika di lihat dari batas stop, namun hanya 0,8R jika dilihat dari rata-rata risk. saya tersadarkan kesalahan mendasar yang selalu saya lakukan.

saya selalu undersize.

undersize adalah kondisi dimana saat kita telah menghitung resiko yang di definisikan sebagai 1R, sehingga kita memperoleh size ideal, lantas kita tidak membeli sesuai size yang direkomendasikan.

kebiasaan tentang undersize telah saya analisa sejak agustus. dimana 10 besar return positif saya memiliki size tidak lebih dari 5% total capital, sedangkan 10 besar top return negatif seluruhnya memiliki size > 5%. walau dengan size yang jomplang diatas, dibulan agustus return saya 14R.

kiri: size dengan return negatif, kanan: size dengan return positif

kiri: size dengan return negatif, kanan: size dengan return positif

Pertanyaannya berapa return dibulan agustus jika saya tidak undersize dan membeli sesuai rekomedasi sistem? jawabannya 46R.

iya, jika return di lihat dari jumlah poin yang di resikokan (jarak beli dengan stop loss) dibandingkan dengan jumlah poin yang di peroleh, maka return saya 46R.

Bagaimana dengan September? jika tidak undersize, return saya 8R.

Sekedar memberi perspektif. 1R di sistem saya ekivalen dengan 0,5% capital atau Rp. 1jt rupiah, maka 46R = 46jt = 23% capital. bayangkan berapa banyak potensi compounding yang saya sabotase.

maan… now i really hate my self. fuck me! fuck you paktua!!

problemnya adalah saya selalu undersize. dan hal tersebut akan berakhir sekarang!