Anda pernah membanding-bandingkan hasil analisa anda dengan analisa orang? anda penasaran kenapa saham yang anda nilai menarik, tidak masuk dalam rekomendasi saham para pakar / jagoan saham,?pernah begitu? rasanya senang luar biasa kalau rekomendasi anda sama dengan mereka, namun bertanya-tanya kenapa saham yang ada di portfolio saya kemarin direkomendasikan namun hari ini tidak direkomendasikan? padahal anda yakin metode anda sudah sama dengan sang pakar / jagoan saham!!?

well, jawabannya sederhana, karena anda bukan mereka. setiap orang punya perspektif dan tingkat informasi yang berbeda. bahkan jika anda dan rekan anda memiliki metode screening yang serupa, dan diberikan jumlah informasi yang sama. tetap saja seringkali pilihan saham anda dan mereka berbeda. ya karena anda berbeda dengan rekan anda.

belum lagi jika disambungkan dengan kemampuan mengolah informasi, konon hanya 10% dari apa yang anda lihat benar-benar masuk ke otak anda untuk di proses. sisanya otomatis dicuekin. jadi jika anda melihat chart, sebenarnya banyak informasi yang anda lihat, namun karena system 2 (ato system 1 ya?) kita secara otomatis melewatkannya, maka tidak semua informasi yang tersedia anda sadari. mau contoh? coba renungkan, nyaris semua orang sudah secara otomatis tidak mempedulikan hidung mereka sendiri. padahal pada dasarnya kita setiap saat melihat ke hidung kita. see? banyak informasi yang kita terima namun ga kita proses coyy.

ditambah lagi kita yang cenderung bias, cenderung anchoring. dst dst. jadi ya memang jangan kaget kalo chart yang anda sebut menarik belum tentu menarik untuk orang lain.

buat saya, yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapinya.

apakah ga pede dan akhirnya mengikuti rekomendasi orang lain. atau lanjut teruuss. hajar bleh? hehe.

mau ikutan rekom orang atau diri sendiri. it’s up to you. it’s your money. bebasss.