Minggu lalu saya membaca tulisan yang bagus tentang risiko nyata menjadi seorang trader, kisah di artikel tsb adalah kisah dari Mr. Sean McLaughlin @chicagosean, mr. sean ini sudah 20 tahun di dunia trading, bermula dari seorang daytrader, lalu trendfollower di futures market, lalu ke option. disebutkan juga mr. sean pernah bekerja di Stocktwits sedikitnya 6 tahun… dengan 20 tahun di market diantaranya enam tahun di stocktwits! sukses kah doi?

Sayangnya, mr. sean saat ini unemployed.

Diawali dengan kisah karirnya sebagai trader lalu dilanjutkan dengan sedikit analisa penyebab kemalangannya, ada satu paragraf yang sangat menarik buat saya. bunyinya seperti dibawah.

I’ll tell you what happens: You discover that you have a resume that makes a dry desert bed appear fertile. You discover that you have little or no transferrable skills that “check the right boxes” for recruiters and machines that scan your online job application. You find that you’ve spent little time “building your network” because you’ve been solely focused on building your trading account because that was what was supposed to take care of you — until it doesn’t anymore. And then you find yourself seemingly alone, without options, without savings, and desperate. That’s where I find myself today.

Buat saya, paragraf ini menggambarkan betapa tidak seimbangnya risk reward rasio yang ditanggung seorang trader.

Selain potensi kehilangan harta, yang sangat mungkin berisiko pada kestabilan emosi, hubungan sosial, atau yang lainnya, masih ada potensi tidak langsung dari pertaruhan kita menjadi seorang trader. contoh yang terjadi pada mr. sean adalah You find that you’ve spent little time “building your network” because you’ve been solely focused on building your trading account because that was what was supposed to take care of you — until it doesn’t anymore. (ini kebetulan saya banget)

Padahal, untuk bertahan (hidup) dimarket itu aja udah sangat menantang! walaupun anda punya konsistensi, kedisiplinan, edge,  segala traits hingga psikologi yang mendukung, atau tetekbengek lainnya…cuan-ga cuan anda itu masih terserah mr. market. doi bebas bergerak sesuka hati..

Silahkan dibayangkan, pengorbanan anda untuk memperoleh konsistensi, kedisiplinan, edge,  traits hingga psikologi yang mendukung, atau tetekbengek lainnya yang anda bayar dengan WAKTU itu tidak memberi jaminan apa-apa! karena semua terserah mr. market.

Lagi floating cuan, eh tau-tau ada Menteri main grebek gudang trus presconference kasi statement ngawur bikin ARB atau saat saham udah di support abadi, (gocap), yang konon ga bakal rugi kalo beli diharga segitu.. eh dia reverse stock… anda harus menerima semua itu sebagai bagian dari pergerakan market. anything can happen.

Sudah mulai dipahami?

imho, perbandingan Risk dan Reward menjadi trader itu lebih condong berat di risk. negatif skewed. atau bisa diartikan leaning ke negatif return.

karena apa? karena walaupun anda SUDAH menggunakan unrenewable source anda yaitu waktu, untuk memproleh traits (konsistensi, kedisiplinan, edge,  hingga psikologi ) yang tepat dengan mempertaruhkan harta, family, kewarasan plus segala in-direct riskprobability anda untuk sukses tidak lebih baik dari melempar koin… serem..

sepertinya.. tidak banyak tulisan yang menyampaikan isu ini.  di blog ini, saya selalu menyinggung price can go whatever he/she want. bebasss. suka suka market. tapi jarang menyinggung bahwa walaupun SUDAH dengan keteguhan, pengorbanan dan upaya sebaik-baiknya, probability untuk sukses masih fifty-fifty.

oh… hey.. kenapa rasanya suram sekali???

bukannya memang hidup seperti itu?? bahwa tidak ada dalam hidup. yang pasti itu cuma kematian.  hihihi

kenapa perspektifnya tidak dibalik saja?? karena probability sukses masih fifty-fifty, artinya saya punya kemungkinan sukses 50 persen! wow. tinggi juga ya.

hahahaha.

saya nulis artikel ini bukan dalam rangka bermuram durja. everything in life has a risk, every decision you make. every second in you life contain a potential risk!

jangan itung-itungan.. jangan karena anda SUDAH berkorban, berusaha terus nuntut… sabar, mungkin rejeki masih dijalan. piss

if you think it worth it, go for it. go hustle.

anyway, saya punya nasihat serius.

setelah merenung dan memahami dari pengalaman saya sebagai trader, sangat tidak dianjurkan menjadikan return trading menjadi satu-satunya stream income. titik! (i’ll write more about this).

last note. mr. sean menyinggung soal undercapitalized yang diindikasi penyebab kemalangan doi, saya SANGATTT SEPAKAT bahwa undercapitalized memiliki potensi tidak baik dalam karir trader. namun tetap keukeh dengan statement saya bahwa trader newbie itu sebaiknya modalnya jangan banyak2 dulu.

sip. terima kasih sudah membaca.