lapor. sejak tulisan di 3 september saya benar-benar kewalahan dalam pekerjaan. dikantor kami sedang marathon proses fit n proper sebuah lembaga. bayangkan, sudah 2 minggu terakhir saya tidak tidur di kontrakan sendiri. i move from a hotel to another one. pulang cuma untuk reload backpack. menggila. hahaha.

Jangankan menulis, melihat chart pun tidak. TIDAK sama sekali!. jadi porfolio saya berayun  tanpa intervensi. SMGR, MPPA, ITMG, BBNI, dan PGAS. dari cuan banyak, lalu kembali minus, lalu cuan banyak lagi, dan saat ini kembali minus.  hehe T_T

Untungnya saya tetap punya waktu membaca, the monk who sold his ferari sangat kece. buku ini sangat padat akan insight. simpel yet insipiratif. sayangnya saya suka malas menulis resensi buku. intinya buku ini si rekomended banget. sangadddd.

okeh, kembali ke laptop. ijinkan saya menjelaskan kenapa judul artikel ini “toughest challenge”. well, pada dasarnya saya hanya ingin mengingatkan diri saya (dan teman-teman semua) bahwa trading adalah the toughest challenge you ever encounter. or you can called it the hardest game if you wanna say it a game…. do you know why?

these are some fact you should remember. dibawah ini beberapa fakta bahwa lingkungan strategis seorang trader jelas sangat berattttttt, karena kita sebagai trader itu berhadapan dengan

  1. komputer super cepat dan pintar dari sekuritas sekuritas,
  2. algo dan metode yang disusun oleh lulusan terbaik dari kampus-kampus ternama,
  3. apalagi mereka adalah orang-orang yang memiliki informasi jauh lebih baik.
  4. para senior yang jauh lebih experience, bandar, berita burung, berita bohong dst. dst. banyak sekali
  5. dan above all of that. ingat, we also facing our inner self. this is the toughest one. diri kita akan selalu siap sedia mensabotase diri saat kita sudah berada di “trader zone”.

Masih banyak tantangan lain, bahkan terlalu banyak kalo mau ditulis, intinya, sangat banyak alasan untuk terus waspada, terus disiplin dan terus mindfull bahwa anda saat ini sedang bermain game yang sangat sulis… ingat, dalam trading terjadi flow perpindahan capital dari orang-orang yang siap ke yang tidak siap.

dan… ternyata, ada satu hal baru yang saya pahami mengapa trader adalah bisnis yang sangat menantang.

dimasa-masa lembur banting tulang sebulan terakhir, ditengah keletihan dan kepayahan yang melanda, saya mahfum akan satu hal tentang trading… bahwa peluang profit n loss di trading bahkan lebih buruk dari melempar koin.

jika peluang menebak benar akan munculnya kepala dan ekor dalam lemparan koin adalah 50 persen, maka trading bisa dikatakan memiliki success rate dibawah 5 persen. or even worse. serius.

dibawah ini twit dari asenna, dia lah yang menginspirasi saya untuk merenungkan hal tsb.

kalian tau mengapa success rate dalam trading lebih rendah dari 50 persen?

imho. hal ini terjadi karena market terus bergerak. terus berubah. perubahan market mengayunkan profit dan loss seorang trader. bisa saja di 2-4 hari pertama portfolio seorang trader adalah hijau. namun dihari ke 5 semua itu bisa hilang berganti potensi loss signifikan. semua karena market terus bergerak.

dengan kata lain, stockpick / posisi kita memiliki potensi dibawah 50 persen, karena kesuksesan dalam trading tidak di tentukan saat ENTRY! tetapi profit / loss dalam trading itu terjadi saat EXIT!

paham g?

alasan ke dua mengapa success rate dalam trading sangat rendah adalah karena we tend to cut our winner short, and let the losser run. hal ini jelas. agregat loss dan profit akan lambat laun menggerogoti capital, menggerogoti kepercayaan diri, menggerogoti potensi terbaik kita. sangat sulit.

bahkan.. saat kita melalukan hal yang sangat dianjurkan, let our winner run. risiko terus menghantui…  when we let our winner run, when you think you do the sweet market advice….. suddenly mr market move againts you! fuck and punch you in the face. replace the floating profit to a significant floating loss.

pernah merasakan hal ini? hahahahaha. welcome to the market!

advice saya, selalu mindfull dan “hadir”. karena market terus bergerak.

trading will become one of toughest / hardest skill we mastered.  mari belajar bersama. 🙂