Trade Review: TLKM

di akhir artikel review trading bulanan februari lalu, saya menuliskan “kita akan buktikan, lebih baik cuan di ambil balik atau let winner run”

sejauh ini, saya cukup konsisten sama kata-kata itu, jika di rapel, selama bulan maret saya hanya exit jika:

  • kena target resisten / pattern. note: namun jika di dukung chart weekly yang supportif maka saya tidak jual di resisten.
  • kena tight stop. note: tight stop di aktifkan jika price structurenya kurang bersahabat, jika saya keluar di tight stop, asumsinya saya akan ambil posisi kembali di loosen stop.
  • loosen stop. ini si jelas, kalo ga jual saya artinya cari masalah, btw BBTN saat ini turun agak lebay, loosen stop sudah di lewati, saya mau jual namun menunggu jam 10-11, asumsinya jika sudah jam 10-11 maka price udah “matang”, ga goyang karena retail cutloss dsb.

sebagai contoh, mari kita review trade saya di saham TLKM.

 

alert buy muncul di tanggal 6. beli. lantas saya let it ride. sempat menyentuh 4140an atau sekitar 6persen dari harga masuk, TLKM di beberapa hari terkakhir menunjukan tanda-tanda akan konsolidasi, jadi batas stop yang sblmnya loosen stop saya ganti ke tight stop dengan asumsi TLKM akan menunggu di samperin loosen stop.

maka saat hari ini TLKM menyentuh 4040. saya jual. cuannya 3.3% yang equivalen dengan 1.7R.

apakah saya menyesal tidak langsung menjual saat TLKM menyentuh resisten di penutup gap?

tidak. bahkan saya merasa puas. karena semua ter-eksekusi sesuai rule.

perkara nanti TLKM ditutup diatas 4040 ya itu namanya nasib. hehe.

Leave a Comment